
Selang beberapa menit, Zhishu sampai di sebuah bangunan mewah dua tingkat dengan halaman yang luas dan kokoh.Desain dan ukiran dari bangunan itu sangat indah, semua orang yang melihatnya pasti berdecak kagum.
"Ini adalah kediaman Phoenix, tempat tinggal Permaisuri," jelas Kaisar.
Zhishu mengangguk tanda mengerti.
"Kakak! Ayo masuk!" teriak Zuo Ling sembari menarik paksa tangan Zuo Ling.
Di depan pintu kediaman terlihat dua prajurit yang sedang menjalankan tugasnya.Mereka membungkuk hormat, tak lama setelah mereka menyadari keberadaan Zuo Ling dan Kaisar.Dengan sigap, mereka membukakan pintu dan mempersilakan masuk.
Di dalam kediaman Phoenix ternyata lebih mencengangkan dari pada tampilan luarnya.Terlihat mewah dengan pilar-pilar besar berwarna merah dan perabotan indah yang pasti memiliki harga mahal.Zhishu menoleh ke kanan dan kiri, ia memperhatikan setiap sudut kediaman mewah itu dengan rasa kagum.
Terdengar suara langkah kaki dari seseorang yang sepertinya sedang terburu-buru.Zhishu menoleh ke asal suara dan menemukan seorang pelayan berumur sekitar 20 tahun tengah berlari ke arah mereka dengan wajah panik.
Ketika pelayan itu sampai di hadapan Kaisar, ia segera menjatuhkan kepalanya ke lantai dan bersujud hormat, "Hormat hamba pada Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Putri Zuo Ling."
"Ma-maafkan saya Yang Mulia, hamba tidak tau Anda akan berkunjung ke Istana Yang Mulia permaisuri.Jika hamba tau, hamba pasti akan menyambut An.."
"Sudah, jangan membuang waktu, aku hanya ingin mengantarkan tamu ku untuk melihat keadaan permaisuri."
Pelayan itu mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat tamu yang dimaksud Kaisar, "wanita itu? Meski dia memang seorang Kultivator, tapi ku rasa ia masih berada di ranah Petarung, auranya juga sama sekali tidak mencekam seperti kebanyakan Kulti.."
Zhishu menyadari mata pelayan dihadapannya ini terlihat sedang merendahkannya, di dalam hati pelayan itu, ia pasti sedang mencibir Zhishu.
Zhishu menatap pelayan itu dingin, ia menunjukkan ekspresi seakan sedang melihat sesuatu yang begitu menjijikkan.
Pelayan itu terbelalak kaget, ia tak berani menatap Zhishu sehingga menjatuhkan kepalanya kembali ke lantai sehingga ia kembali ke posisi semula.
"Apa yang kau lakukan? Berani-beraninya kau mengangkat kepalamu! Dan mengapa kau tidak memberi salam pada Kak Zhishu? Apa kau mau mati?!" teriak Zuo Ling sebal.
"Ah..eh... Sa-sa eh.. Ha..hamba mem.. membe..be ri.."
Zuo Ling mengernyitkan dahinya, "Apa yang kau lakukan?! Beri salam yang benar pada Kak Zhishu! Mengapa kau terlihat seperti orang bodoh!" ujar Zuo Ling jengkel, ia terlihat seperti terbakar emosi karena ia takut Zhishu akan merasa tidak dihargai disini.
"Hamba memberi hormat pada Nona Zhishu!"
__ADS_1
"Eh.." ujarnya spontan.
"Apa maksudmu menggunakan nada tinggi seperti itu dihadapan Kak Zhishu?"
Zhishu menarik napas dalam, ia sudah cukup puas melihat pertunjukan 'memberi hormat' ini.
"Zuo Ling... sudahlah kakak tidak mempermasalahkan bila dia tidak memberi hormat pada--"
"Apa yang kau maksud Zhishu? Biarkan pelayan rendahan ini melakukan salam dengan benar terlebih dahulu! Aku sudah terbakar emosi saat ini dan aku tidak akan bisa tenang jika belum melihatnya melakukan salam dengan benar!" tutur Kaisar dengan emosi membara.
"Hamba memberi hormat pada Nona Zhishu."
Pelayan itu melakukannya dengan satu tarikan napas. Entah apa yang membuatnya lebih tenang dari sebelumnya, tapi yang terpenting masalah ini sudah berakhir.
"Baiklah, ini sudah selesai.Mari kita lihat keadaan Yang Mulia Permaisuri," ucap Zhishu dengan senyum canggung.
"Mari!" teriak Zuo Ling bersemangat sembari memeluk Zhishu erat.
"Ada apa dengan Kaisar? Ia berdiri di hadapan pelayan itu cukup lama, seakan tubuhnya mematung.Apa aku harus memanggilnya?" batin Zhishu bingung.
"Kau beruntung, lain kali aku tidak akan mengampunimu!" ucap Kaisar dengan suara keras.
"Kak, mari kita jalan lebih dulu!"
Zuo Ling membuyarkan fokus Zhishu yang sedang tertuju pada Kaisar.Mendengar perkataan Zuo Ling, Zhishu mengelus rambutnya, "biar Ayahmu berjalan terlebih dahulu."
Kaisar berjalan lurus ke depan diikuti oleh Zhishu dan Zuo Ling dibelakangnya.
Zhishu penasaran dengan apa yang dilakukan pelayan itu setelah mengalami tekanan dari Kaisar.Sehingga, ia menoleh ke belakang untuk melihat keadaan pelayan yang menurutnya bernasib buruk itu.
Zhishu menduga pelayan itu sedang tertunduk lesu atau bahkan menangis karena telah dibentak oleh dua majikannya.Namun nyatanya, pelayan muda itu menunjukkan raut wajah kesal, rahangnya terlihat mengeras dan ia mengepalkan kedua tangannya.
Zhishu dengan cepat mengalihkan pandangannya kembali ke depan, "seorang pelayan sepertinya berani marah karena dibentak Kaisar? Dikira dia siapa sampai- sampai berani menunjukkan amarahnya seperti tadi?"
"Tapi ku rasa itu sudah biasa terjadi disini, mengingat Kaisar saat ini terkadang bertindak egois, mungkin mereka disini hanya terpaksa untuk melayani Kaisar baru mereka.Tentu mereka tidak bisa menolak apalagi membantah, ancamannya adalah kematian tentu saja."
__ADS_1
Kaisar masuk ke dalam sebuah ruangan dengan pintu yang terbuka.Ruangan itu sangat sepi seperti tidak ada penghuni di dalamnya.
"Kak! Ini kamar ibuku!" ucap Zuo Ling dengan senyum, ia lantas berlari masuk meninggalkan Zhishu sendirian yang masih terpaku diluar ruangan itu.
"Benarkah? Lalu mengapa sangat sepi? Bukankah seharusnya banyak pelayan yang sedang menjaga Permaisuri?" batin Zhishu heran.
Zhishu memasuki ruangan itu tanpa mengetuk, ia melihat Zuo Ling dan Kaisar sedang duduk disebuah kursi yang ada disamping kasur.
Samar-samar Zhishu melihat seorang perempuan sedang terbaring diatas tempat tidur itu.Zhishu menyipitkan matanya, ia ingin melihat wanita itu lebih jelas.
"Kulitnya berwarna biru?! Mengapa ini bisa terjadi? Ia lebih terlihat seperti mayat dibanding manusia!" batin Zhishu dengan alis yang hampir bertaut satu sama lain, tanpa sadar mulutnya sedikit terbuka.
Pandangan Zhishu tertuju pada wanita dengan kulit yang membiru.Tubuhnya terlihat kurus dan matanya terlihat sayu.Rambutnya berwarna putih, terlihat sangat kering dan rusak.
Sepertinya Kaisar menyadari keterkejutan Zhishu, lantas ia menjelaskan semua yang ia ketahui, "ini adalah dampak dari Energi Yin yang berlebih dan mendominasi tubuh.Karena itu lah tubuh Permaisuri membiru, ia tidak bisa mengendalikan energi Yin yang besar dalam tubuhnya."
Zhishu membeku selama beberapa saat sebelum ketukan pintu akhirnya mengembalikan kesadarannya.
"Yang Mulia Kaisar, ini Heng Guo."
"Masuk."
Heng Guo masuk ke dalam kamar permaisuri dengan wajah serius, "Yang Mulia, master Li Shao tidak bisa hadir hari ini, dia mengatakan dia memiliki urusan yang harus diselesaikan lebih dulu.Saya sudah membujuknya beberapa kali dan memberinya tawaran yang menguntungkan tapi ia tetap saja menolak."
"Ya sudah.Lagipula kita tidak bisa melakukan apapun.Nona Zhishu, anda bisa menginap disini hingga pengobatan permaisuri usai, lagipula matahari juga sudah hampir terbenam," ucap Kaisar.
"Baiklah, terima kasih atas kebaikan Yang Mulia Kaisar," tutur Zhishu, sembari sedikit menurunkan kepalanya sebagai tanda hormat.
"Heng Guo, antar Zhishu ke Paviliun Jingga."
Heng Guo membungkuk hormat, "baik Kaisar, kalau begitu saya pamit undur diri."
"Mari nona Zhishu, saya antar," ucap Heng Guo ramah.
"Yeah!!! Kak Zhishu akan menginap disini! Kalau begitu nanti malam aku tidur bersama kak Zhishu saja!!"
__ADS_1
"Apa? Oh ayolah, nanti malam aku ingin membuka semua hadiah dari sistem dan mempelajari jurus membelah angin..."