Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 56: Kutukan?


__ADS_3

"A-apa yang sedang terjadi di sini?" ucap Wu Huan dengan wajah bingung, lebih tepatnya seakan mempertanyakan kejelasan dari apa yang ia lihat.


"Jadi dia Ziong Zhishu?"


"Bukankah rumor mengatakan dia adalah sampah? Tapi mengapa gadis itu memiliki kekuatan yang luar biasa?"


"Ssst! Jangan mengatakan rumor buruk itu disini! Apa kau ingin berurusan dengan keluarga Ziong? Biar bagaimanapun, sekarang kita tahu kebenaran bahwa ternyata Ziong Zhishu bukanlah sampah melainkan seorang jenius."


"Benar, dia bahkan bisa mengalahkan Xia Nian.Ternyata rumor memang tidak dapat dipercaya."


Di tengah bisikan-bisikan orang-orang disana, tampak Xia Dou yang sedang dilanda ketakutan.Bulu kuduknya berdiri akibat tekanan dari Han Wei, lelaki berbadan besar itu bahkan tidak berani menatap kedua mata tajam milik Han Wei.


"Sebaiknya kau jaga ucapanmu, atau sesuatu yang besar akan menimpa keluarga kecilmu," tutur Wu Huan dengan tegas, sedang Xia Dou tidak merespon perkataan itu dan hanya bisa diam karena ia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk membantah Nyonya Besar keluarga Ziong.


"Nyonya Besar Ziong menyebut keluarga Xia adalah keluarga kecil, hahaha!"


"Hei, suara tertawamu terlalu besar, Xia Dou akan mendengarmu nanti."


"Keluarga Xia memang hanya terlihat seperti semut bila dibandingkan dengan keluarga Ziong.Tapi mengapa kepala keluarga Xia dengan sombongnya berani menghina dan membentak Nona pertama keluarga Ziong?"


"Dia hanya tidak tahu mengenai hal itu, jika ia tahu bahwa Zhishu adalah putri pertama keluarga Ziong, ia pasti tidak akan berani menyinggungnya."


Melihat Xia Dou yang kembali duduk ditempatnya tanpa mengatakan apapun membuat Han Wei merasa tidak senang, lantas ia pun beralih menatap putrinya yang kembali bersemangat.


"Ibu membelaku! Berarti aku sudah berhasil membuat dia bangga! Hehehe.." batin Zhishu dengan senyum kuda.


"Zhishu, habisi saja anak dari keluarga Xia itu jika dia masih tidak ingin mengaku kalah," titah Han Wei yang membuat semua orang disana meneguk saliva kasar.


Tidak ada yang berani membantah perintah sepihak dari Han Wei, bahkan panitia pertandingan.Mereka berpendapat bahwa lebih baik mengorbankan satu nyawa dibanding harus menjadi musuh dari keluarga Ziong.


Lagipula kehilangan satu jenius kekaisaran Shenzen seperti Xia Nian tidak terlalu menjadi masalah bagi mereka, karena sekarang telah muncul gadis yang jauh lebih kuat dari Xia Nian, yakni Ziong Zhishu.

__ADS_1


Zhishu mengacungkan jempol ke arah Han Wei sebagai kode bahwa ia akan menuruti perkataan dari ibunya, Zhishu juga menampilkan senyum lebar yang menjadi pertanda bahwa dirinya sangat bersemangat untuk menjalankan perintah dari ibunya itu.


"Ayah! Apa kau akan diam saja disana melihat anakmu mati? Ayah, tolong aku!" teriak Xia Nian dari arena pertandingan, "sial*n! Aku sama sekali tidak menyangka bahwa dia adalah Ziong Zhishu.Tapi biar bagaimanapun, Ayahku pasti tidak mungkin membiarkanku menjadi bahan olokan masyarakat kekaisaran.Ia pasti akan tetap membelaku."


"Ayah! Ku mohon, jangan biarkan dia membunuhku!" teriak Xia Nian lagi.


"Hei, aku sudah mendapat izin dari ibuku.Bagaimana jika aku melakukannya sekarang?" tanya Zhishu disertai dengan senyum seringai.


Zhishu mengeluarkan pedang miliknya, kemudian ia menatap Xia Nian tajam, "aku akan mengirimmu ke neraka..."


"*******."


Padahal hanya tinggal beberapa cm lagi pedang tajam milik Zhishu akan segera menyentuh leher Xia Nian dan membuat kepala serta tubuhnya terpisah menjadi dua.


Tapi gerakan Zhishu yang hampir tidak dapat dilihat dengan mata telanjang itu bisa berhenti hanya dalam kurun waktu kurang dari satu menit.


"Tunggu!" teriak Xia Dou dari atas balkon.Mendengar teriakan dari Ayahnya itu, Xia Nian menjadi sangat senang, ia berpikir Ayahnya akan menolong dirinya saat ini.


"Xia Nian, cepat mengaku kalah," ucap Xia Dou tegas, lima kata dari Ayahnya itu berhasil membuat Xia Nian terkejut bukan kepalang.


"Mengaku kalah? Itu sama saja seperti menyerahkan harga diriku pada putri Han Wei ini! Apa yang Ayah pikirkan?!" batin Xia Nian dengan emosi yang membara.


"Apa kau tidak mendengarku, Xia Nian?" tanya Ayahnya lagi.


Xia Nian menghembuskan napas kasar berulang-ulang kali karena amarahnya seakan sudah mencapai puncak. Is menggertakkan giginya dengan keras, "aku mengaku kalah."


"Aku mengaku kalah dari Ziong Zhishu!!!" teriak Xia Nian dengan sangat keras hingga menggema ke seluruh sudut tempat itu, "apa kau puas sekarang, Xia Dou?!" batin Xia Nian kesal.


"Nah, seharusnya sedari awal kau mengatakan itu. Dengan begitu, waktuku tidak akan habis karena mengurus pecundang sepertimu," ujar Zhishu sembari menarik kembali jurus Pilar es miliknya.


Karena tak ada lagi es yang menahan tubuhnya, seketika Xia Nian jatuh dari posisinya yang masih berlutut itu, membuat wajahnya yang tirus menyentuh lantai arena.

__ADS_1


Sebenarnya, Zhishu yakin bahwa Xia Nian masih memiliki cadangan energi yang membuatnya masih sanggup berdiri dan melakukan beberapa serangan ringan.Tapi kali ini, Xia Nian langsung menjatuhkan dirinya ke lantai karena sudah terlalu malu untuk mengangkat kepalanya dan memperlihatkan wajahnya yang sudah memerah itu ke semua orang.


"PERTANDINGAN KALI INI, DIMENANGKAN OLEH ZHISHU YANG MERUPAKAN PERWAKILAN DARI KELUARGA WU!!!"


Semua orang bersorak atas memenangkan Zhishu dan memberi tepuk tangan yang meriah, Zhishu kemudian melihat ke arah ibunya yang juga sedang bertepuk tangan untuknya.Namun tentu saja, ekspresi datar milik ibunya itu masih terpasang seperti biasa.


Hari ini, Zhishu sama sekali tidak melihat anggota keluarga Ziong yang lain kecuali ibunya.Hal itu karena tamu yang diundang biasanya hanya datang di hari pertama acara.Han Wei datang hari ini pasti karena keinginannya sendiri.


Selepas pertandingan melawan Xia Nian, Zhishu turun dari arena dan berjalan menuju salah satu balkon dimana ibunya berada.


Ia menampilkan senyum lebar saat melihat ibunya yang saat ini sedang menatap Zhishu dengan tatapan yang melunak, tidak terlalu dingin seperti biasa.


"Terima kasih, Ibu!" ucap Zhishu sembari memeluk Han Wei.Ekspresi terkejut terlihat jelas dari wajah Han Wei.


Selama beberapa saat, Han Wei tidak membalas pelukan dari Zhishu, tapi pada akhirnya ia memeluk putrinya erat.


Han Wei mengelus-elus kepala putrinya dengan kasih sayang, rasanya persis seperti Zhishu saat masih kecil dulu.


Namun pelukan itu tak berlangsung lama karena Han Wei dengan cepat melepasnya.Zhishu menampilkan raut wajah sedih akan hal itu.


"Zhishu, Ibu rasa kau sudah cukup dewasa untuk dapat mengerti apa yang Ibu katakan," ucap Han Wei yang membuat Zhishu mencurahkan seluruh fokusnya pada sang ibu.


"Beberapa abad lalu, ada seorang kultivator gelap yang menjadi musuh keluarga Han.Pada saat itu, dia sadar dirinya akan kalah melawan leluhur Han, karena itu ia menggunakan kekuatan terakhirnya untuk membuat sebuah kutukan."


"Suatu hari, akan ada seseorang dari keluarga Han yang memiliki kekuatan yang luar biasa, kemampuannya jauh diatas manusia pada umumnya.Aku mengutuk keturunanmu itu agar tidak dapat merasakan kebahagiaan yang diharapkannya."


"Itu isi kutukannya?


"Benar, semua yang terjadi padamu mungkin berkaitan dengan kutukan ini.Mulai dari kekuatanmu yang berhenti berkembang hingga Ayah dan Ibu menjadi tiba-tiba tidak peduli lagi padamu, ini pasti karena kutukan dari orang itu."


"Saat itu, Ibu juga tidak mengerti mengapa Ibu bisa jadi sangat membencimu, begitu pula dengan ayahmu, ia tampak sangat tidak menyukaimu.Ibu merasa ada yang salah dengan ini, tidak mungkin Ibu tiba-tiba membenci satu-satunya anak perempuan yang sebelumnya sangat Ibu cintai."

__ADS_1


"Dan dalam beberapa hari ini, setelah Ibu melihat kemampuanmu.Ibu akhirnya menyadari bahwa kau adalah 'seseorang' yang dimaksud dalam kutukan itu."


__ADS_2