KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
CH 12


__ADS_3

"Via, sepertinya kali ini mama sudah tidak bisa membantu kamu. Kamu sudah mama bantu untuk pergi dari sini, dengan watak Papa mu yang seperti itu, mustahil bagi kamu dan Rian bisa bersama," ucap Bu Rini yang duduk di samping Via.


"Rian mungkin tidak terlalu mencintai Via, Ma. kalau Rian memang mencintai Via, seharusnya Rian tidak mengantarkan Via kembali ke rumah," ucap Via dengan mata berkaca-kaca.


"Mungkin kalian memang tidak berjodoh, Via. Ikhlaskan hubungan kalian, jika memang harus berakhir. Terima jodoh yang Alloh kirim untuk kamu percayalah Via, jodoh yang Alloh kirim untuk kamu pasti yang terbaik. Mungkin saat ini kamu mencintai Rian. Tapi apa yang menurut kamu baik belum tentu baik juga menurut Alloh, Tapi apa yang menurut Alloh baik, pasti itu yang terbaik untuk kamu,"


"Mungkin saat ini, kamu tidak mencintai Andre. tapi jika Andre memang jodoh kamu, sekeras apapun kamu menolak. Kalian pasti akan tetap bersatu. Terimalah semuanya dengan iklas Via." nasehat Bu Rini.


"Kapan waktunya, Ma?" tanya Via pasrah.


"Dua Minggu lagi, undang juga sudah mulai di sebar hari ini," jawab Bu Rini.


"Ma, Apa mama bahagia menikah dengan papa walaupun tanpa cinta?" tanya Via.


"Awalnya, Mama juga merasakan hal yang sama seperti apa yang kamu rasakan saat ini, tapi seiring berjalan waktu, Mama berusaha membuka hati Mama untuk Papa mu, apalagi dengan kepribadian Papa yang keras seperti itu, tidak mudah untuk Mama, tapi Alhamdulillah nyatanya sudah 25 tahun kami bersama dan Mama bahagia menjadi pendamping Papa mu, meskipun sering kali kami berbeda pendapat." ujar Bu Rini.


Via menatap Mama nya dan berusaha tersenyum.


"Mama, wanita yang hebat. Kuat menghadapi Papa yang keras kepala dan selalu ingin menang sendiri," ucap Via.


"Watak Papa memang keras seperti itu, tapi sebenarnya hatinya sangat penyayang. Papa hanya ingin yang terbaik untuk kita, Orang-orang yang di sayang. Papa memang sangat keras kepala kalau sudah menyangkut kebahagiaan kalian anak-anaknya. Seingat Mama, dari kalian kecil, Papa selalu memilihkan apa-apa harus serba yang terbaik," ujar Bu Rini lagi.


Via memeluk mamanya dan kembali menangis, mungkin saat ini waktunya untuk melepaskan orang yang di cintai. Via sebelumnya tidak pernah jatuh cinta, sekalinya jatuh cinta kini Via harus rela melepaskan cinta pertamanan. Karena Rian yang kekeh dengan pendiriannya menjalin hubungan harus dengan restu. Rian tidak mau menikahi Via tanpa restu dari orang tua Via.


***


Dua minggu kemudian

__ADS_1


Semua sibuk mempersiapkan pesta pernikahan Via. Sedangkan Via masih termenung memandangi ponselnya, menunggu balasan dari Rian.


Iya, Via mengirim pesan pada Rian dan memberitahukan kalau sebentar lagi dirinya akan menikah dengan Andre.


"(Hari ini kesempatan terakhir, untuk kamu Rian. Jika kamu mencintaiku, gagalkan pernikahan ini. Kamu bisa mengatakan pada Papa dan Mama kalau saat ini aku sedang mengandung anak kamu, dengan begitu, Papa ku akan membatalkan pernikahan ini, dan akan menikahkan kita)," chat Via untuk Rian.


"(Rian, tolong balas pesanku. Aku sangat berharap hari ini kamu datang dan menggagalkan pernikahan ini, Yan. Aku mohon Yan,selamatkan aku. Aku tidak ingin menikah dengan Andre.)" Chat Via untuk Rian.


Tapi ternyata hingga acara akan di mulai, Rian tak membalas pesan yang di kirim oleh Via.


"Via, acara ijab qobul sudah mau dimulai, sebaiknya kamu segera keluar," ucap Bu Rini.


"Ma, Apa Via benar-benar harus menikah dengan Andre? Via tidak mencintai Andre, Ma. Via hanya mencintai Rian," tangis Via pecah.


"Sudahlah Via, jangan menangis! make up kamu nanti luntur! Jangan menunjukkan kesedihan kamu di depan para tamu yang datang Via," ucap Bu Rini mengalihkan pembicaraan.


"Ma," rengek Via


"Via, Jika memang kamu merasa berat menjalani semua ini, pergi saja yang jauh. Jangan pernah kembali ke rumah ini Via, Mama tidak tega melihat kamu bersedih seperti ini. Tapi Mama juga tidak bisa melakukan apa-apa untuk kamu," ujar Bu Rini terisak.


"Ma, maafin Via. Maafin Via, karena sudah membuat Mama bersedih. Tolong maafkan Via." ucap Via menyeka air mata Bu Rini.


Via mengusap air matanya, dan membenahi make up nya kembali, sebelum akhirnya Via keluar untuk melakukan ijab qobul.


Namun sebelum Via keluar, sekali lagi Via melihat ponselnya yang ternyata tidak ada balasan pesan dari Rian.


Kini Via duduk di samping Andre, dan di depan penghulu, Andre mengucapkan kalimat sakral yang membuat keduanya menjadi suami istri.

__ADS_1


"Bagaimana, para saksi?" tanya penghulu.


"Sah," sejak kalimat "Sah" diucapkan sejak itu juga status Via sudah berubah, tak lagi lajang. Melainkan menjadi seorang istri dari Andre. Laki-laki yang tidak di cintainya.


Air mata Via, seolah tak bisa berhenti mengalir. sepanjang acara, Via tak berhenti meneteskan air matanya.


Andre pun menyadari semua itu, tapi Andre cukup egois untuk tetep menikahi Via meskipun sadar. Via tidak mencintai dirinya.


"Kakak, Kakak yang sabar ya! Tia akan selalu berdoa, semoga kakak bisa mendapatkan kebahagiaan kakak, meskipun tidak dengan kak Rian," ujar Tia memeluk kakak nya. Dan kini keduanya berpelukan. Tia tau betapa kakaknya sangat mencintai Rian.


Dari kejauhan, Rian meneteskan air mata melihat Via bersanding dengan laki-laki lain, Rian mengingat saat-saat Via berusaha mendekati dirinya di hari pertama kuliah, Rian juga mengingat bagaimana akhirnya Via mengungkapkan perasaannya untuk Rian.


Rian seorang pemuda dari desa yang berharap, kehidupannya akan berubah menjadi lebih baik dengan kuliah di kota, sejak awal tidak berharap akan pacaran dengan siapapun. Tapi kegigihan Via untuk mendapatkan hati Rian, membuat Rian akhirnya juga jatuh hati pada Via.


Bukan Rian tak mencintai Via, hanya saja kehidupan Rian yang serba sulit di desa membuatnya takut untuk mencintai wanita dan takut untuk memulai suatu hubungan.


Dan ternyata benar apa yang menjadi kekhawatirannya selama ini, cinta mereka pasti akan mendapat penolakan dari keluarga Via, karena sejak awal Rian sudah melihat perbedaan mereka yang terlalu jauh, bagai langit dan bumi.


***


"Andre, sekarang ini. Aku memang istri kamu, tapi aku tidak mencintai kamu," ucap Via di malam pernikahan mereka.


"Aku tau, kamu tidak mencintai aku. Tapi sekarang, suka tidak suka kamu adalah istriku," jawab Andre.


"Iya, aku tau itu. Tapi aku berharap kamu bisa memberi aku waktu. Aku tidak bisa melakukannya sekarang," ucap Via meneteskan air mata.


"Via, aku akan menunggumu," jawab Andre hendak mencium kening Via, namun Via menghindar.

__ADS_1


^Happy Raeding^


Jangan lupa, like, coment dan Vote sayangku, dukungan kalian sangat berarti bagi thor, Terima kasih 🙏


__ADS_2