KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
CH 34


__ADS_3

"Hallo Hera! ada apa sih? kenapa kamu terus saja menghubungi aku? Aku kan sudah bilang hari ini aku sedang bersama dengan istriku," ucap Andre kesal saat menerima panggilan dari Hera.


"Andre, aku sakit! perutku sakit, tolong bawa aku, bawa aku kerumah sakit!" rengek Hera dari sebrang telpon.


"Tapi aku sedang bersama istriku! Kamu bisa kan ke rumah sakit sendiri?" Andre merasa kesal dengan Hera yang terus saja mengusik hidupnya.


"Gak bisa Andre! Ini sakit banget! Aku tidak mau tau, sekarang kamu ke sini atau aku ke rumah kamu," Hera terlihat sedang tidak main-main dengan ancamannya.


"Oke, sebentar lagi aku ke sana!" Andre dengan terpaksa mengiyakan permintaan Hera karena tidak ingin Hera datang ke rumahnya.


"Cepat Andre, aku tidak bisa menunggu terlalu lama," ucap Hera.


"Oke, aku ke sana sekarang! puas kamu!" jawab Andre merasa sangat kesal dan mematikan telpon nya.


Hera berguling-guling di ranjangnya merasakan sakit perut yang selama ini belum pernah dia rasakan.


***


"Via, aku mau ke luar sebentar ya!" ucap Andre meminta ijin pada Via.


"Kamu mau kemana Dre? kita kan baru saja sampai, pasti kamu juga cepek kan?" Via sama sekali tidak curiga dengan Andre, tapi lebih khawatir dengan kondisi Andre.

__ADS_1


"Tidak kok, aku tidak capek! sebentar saja! Ada kerjaan yang harus aku tangani!" ucap Andre dan Via pun percaya.


Setelah mendapatkan ijin dari Via, Andre segera menuju rumah Hera.


Tok..! Tok..!


"Masuk Dre, tidak aku kunci," ucap Hera menahan sakit.


"Heran kamu kenapa?" Andre tercengang ketika melihat Hera tampak kesakitan dengan memegangi perutnya, tubuhnya juga di banjiri keringat.


"Kamu benar-benar sakit?" tanya Andre lagi.


Hera tidak menjawab karena kesakitan. Andre segera mengangkat tubuh Hera dan membawanya ke rumah sakit.


"Silahkan bapak tunggu di luar, Dokter akan memeriksanya dan tolong Bapak selesaikan dulu administrasinya di kasir ya Pak!" ucap perawat.


"Baik Sus, Terima kasih," jawab Andre bergegas menuju kasir.


Setelah menyelesaikan administrasi, Andre kembali menunggu di depan IGD. Tak lama setelahnya seorang perawat datang dan meminta Andre untuk datang ke ruangan Dokter.


Andre menemui Dokter jaga yang telah memeriksa Hera.

__ADS_1


"Silahkan duduk," ucap Dokter.


"Terima kasih Dok!" jawab Andre duduk di depan Dokter.


"Apa anda suaminya pasien?" tanya Dokter.


"Bu-bukan, saya bukan suaminya. Ada apa Dok? Apa Hera baik-baik saja? atau ada yang serius? kenapa tadi Hara terlihat sangat kesakitan" tanya Andre.


"Sebenarnya jika di katakan serius, kondisi seperti ini memang cukup serius untuk ibu hamil," jawab Dokter.


"Apa Dok? Apa maksud Dokter? Siapa yang hamil? Tidak mungkin Hera hamil kan Dok?" Cerca Andre panik.


"Apa anda belum tau kalau teman anda saat ini sedang hamil 10 minggu dan dalam kondisi hamil muda seperti ini, masih sangat rentan dan harus benar-benar dijaga. Ibu Hera sepertinya sedang tertekan dan banyak pikiran, itu yang menyebabkan perutnya sakit seperti tadi. Tapi Alhamdulillah pasien datang tepat waktu sehingga kami masih sempat menyelamatkan janin yang ada di dalam kandung ibu Hera," jelas Dokter.


"Astaghfirullah hal adzim," Andre mengusap wajah dengan kedua tangannya merasa frustasi.


Happy Reading^


Jangan lupa, like, coment, Vote, bunga dan kopinya ya sayang๐Ÿ’•


Dan jangan lupa klik favorit ๐Ÿ’™ ya๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


Terima kasih๐Ÿ˜˜๐Ÿ’•


__ADS_2