
Via berjalan menuju tempat Farmasi, dan sekilas Via melihat Andre yang juga dari tempat Farmasi.
"Andre, kenapa Andre ada di sini? Bukankah seharusnya saat ini Andre ada di kantor? Lalu siapa yang sakit?" gumam Via penasaran, hingga diam-diam Via memutuskan untuk mengikuti Andre.
Betapa terkejutnya Via saat mengetahui Andre sedang bersama dengan seorang wanita.
Bahkan Via melihat Andre sedang menyuapi wanita itu.
"Siapa wanita itu? Kenapa Andre sangat perhatian dengan wanita itu?" gumam Via.
Kini hatinya mulai sakit, mengetahui jika sepertinya Andre sedang ada main dengan wanita lain.
Via mencoba untuk menenangkan hatinya karena tidak ingin ribut di rumah sakit.
Setelah Bu Rini baikan, Via mengantarkan Bu Rini untuk pulang ke rumah, tapi sepanjang perjalanan Via murung dan sedih.
"Via, kamu ada apa Nak? kenapa kamu terlihat sedih?" tanya Bu Rini.
"Tidak apa-apa Mah, Via hanya kecapean," jawab Via bohong karena belum yakin dengan apa yang dia lihat dan pikirkan di rumah sakit.
"Alhamdulillah sudah sampai rumah, Via tolong jangan kasih tau Papa dan adik kamu kalau hari ini mama pingsan ya, sayang! Mama tidak ingin membuat mereka cemas." ucap Bu Rini.
"Tapi mereka harus tau, biar ada yang memperhatikan Mama, untung tadi Via datang ke sini, jika tadi Via tidak ke sini bagaimana? Apa yang terjadi dengan Mama?" ucap Via meneteskan air mata dan memeluk Bu Rini erat.
__ADS_1
"Via kamu kenapa menangis!? Ada apa Via? Mama sudah tidak apa-apa. Mama sudah sehat. kamu tidak perlu menagis sayang! sudah ya! jangan menangis lagi, ingat kamu sedang hamil jangan teralu banyak berpikir," ucap Bu Rini.
Via menyeka air matanya dan kembali mengatur napasnya.
"Via, kita duduk dulu," ucap Bu Rini membantu Via duduk karena perut Via yang sudah besar membuat Via kesulitan untuk duduk.
"Katakan dengan jujur! Kamu menangis bukan karena Mama kan? pasti ada yang kamu tutupi dari Mama?" tanya Bu Rini yang tau sifat anaknya.
Via menggelengkan kepalanya "Via hanya takut Mama kenapa-kenapa. Via tidak bisa membayangkan jika tadi via tidak datang, bagaimana dengan Mama,"
Via sebenarnya ingin bicara jujur tentang apa yang barusan dia lihat di rumah sakit, tapi melihat Mama nya yang juga sakit, Via mengurungkan niatnya.
"Assalamualaikum," ucap pak Handoko.
"Via, kamu ada di sini nak?" tanya Pak Handoko.
"Iya pah, ya sudah karena Papa sudah pulang. Via pulang ke rumah dulu ya mah, takutnya Andre juga sudah datang," ucap Via mencium tangan Mama dan Papa nya.
"Hati-hati Via," ucap Bu Rini.
***
Di rumah Via duduk di ruang keluarga dan menunggu kedatangan Andre.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum," ucap Andre.
"Walaikumsalam," jawab Via.
"Sayang, ini aku bawakan roti bakar kesukaan kamu!" Andre menunjukkan bingkisan berisi roti bakar.
"Andre, seharian ini kamu di mana saja?" tanya Via.
"Aku di mana? maksud kamu apa tanya aku di mana? tentu saja seharian ini aku kantor. mau di mana lagi?" jawab Andre.
"Apa kamu yakin, hari ini hanya di kantor?" tanya Via lagi.
"I-iya sayang! seharian ini aku ada di kantor. Kamu kenapa tiba-tiba tanya seperti itu,"
"Apa kamu yakin, jika hari ini kamu tidak ke rumah sakit?" tanya Via dengan wajah tenang meskipun hatinya bergemuruh, namun Via berusaha untuk tetap tenang.
Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment, Vote, bunga dan kopinya ya sayang๐
Dan jangan lupa klik favorit ๐ ya๐๐
Terima kasih๐๐
__ADS_1