KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
CH 39


__ADS_3

"Sayang, anak kita sudah lahir. Cantik seperti kamu," ucap Andre mencium kening Via.


Via yang baru sadar melihat Andre dan sekeliling. Matanya berkaca-kaca, antara senang mendengar anaknya sudah lahir dan sakit saat melihat Andre karena mengingat perselingkuhan yang telah di lakukan suaminya, terlebih harus mengetahui fakta jika saat ini selingkuhan suaminya juga sedang hamil.


"Mah, Pah, Via mau melihat anak Via," ucap Via enggan melihat Andre.


"Biar kamu kuat dulu ya Via, Nanti kita akan lihat sama-sama, saat ini anak kamu masih harus di rawat di inkubator," jawab Bu Rini.


"Kenapa di inkubator Ma? Anak Via kenapa?" tanya Via panik.


"Anak kamu tidak apa-apa, hanya saja karena terlahir dalam keadaan prematur, bayi untuk sementara di masukan inkubator dulu sampai keadaannya benar-benar sudah kuat," jawab Bu Rini.


"Tapi Via mau lihat Ma, tolong bawa Via ke sana," rengek Via.


"Ya sudah, tapi Mama tanya Dokter dulu ya," ucap Bu Rini berlalu.


Setelah mendapatkan ijin dari Dokter, dengan menggunakan kursi roda, Via melihat anaknya ke ruang perinatal.


"Kak Via," ucap Tia yang baru datang.


"Tia, kamu ada di sini," ucap Via melihat Tia.


"Iya, begitu dengar kabar kakak melainkan, Tia langsung pulang ke sini, itu ponakan Tia ya kak?" tanya Tia melihat bayi mungil dalam inkubator.

__ADS_1


"Iya, Tia. itu anak kakak," jawab Via.


"Cantik ya kak, sama kayak Kak Via," ucap Tia dan Via pun tersendiri.


Selama di sana Via sama sekali tidak bertegur sapa dengan Andre dan hal ini sebenarnya di sadari Bu Rini dan juga Tia. Mereka tau pasti ada yang sedang tidak beres antara Via dan Andre.


"Sayang, aku ke luar sebentar ya! mau membeli makanan untuk Mama dan Tia," ucap Andre namun Via juga hanya diam tak menjawab.


"Via, kamu dan Andre sebenarnya ada apa?" tanya Bu Rini.


"Tidak ada apa-apa Mah," jawab Via datar.


"Via, jangan bohong sama Mama! Mama tau kalian sedang tidak baik-baik saja," ucap Bu Rini.


"Kalian ini ada apa sih? memojokan Via seperti itu, jelas-jelas Via dan Andre baik-baik saja, tapi kalian terus saja mendesak Via. jika Via lebih banyak diam itu hal yang wajar, bukankah Via baru selesai melahirkan. Pasti tubuhnya masih lemah dan malas untuk berbicara, Jangan berpikir yang tidak-tidak." sahut pak Handoko.


"Semoga memang seperti itu," ucap Bu Rini tidak yakin.


"Tia bisa antar kakak sebentar," tanya Via.


"Kakak mau kemana?" tanya Via.


"Mau jalan- jalan diluar sebentar cari udara," jawab Via.

__ADS_1


"Via kamu itu baru saja melakukan operasi, Jangan banyak bergerak dulu sayang," ucap Bu Rini.


"Via hanya ingin mencari udara segar kok ma, lagipula kan ada Tia yang menjaga Via," ucap Via tersenyum.


"Mama temani juga ya," ucap Bu Rini.


"Tidak usah Ma, Via sendiri sama Tia saja, Mama temani Papa di sini," jawab Tia.


"Ya sudah, tapi ingat jangan lama-lama," ucap Bu Rini.


"Iya Ma," jawab Via.


Tia dan Bu Rini membantu Via untuk turun dari ranjangnya.


Tia mulai mendorong kursi roda Menuju taman rumah sakit namun Via meminta Tia untuk tidak ke sana.


"Tia, jangan ke sana! tolong antar kakak ke kamar itu," ucap Via menunjuk sebuah kamar rawat inap.


Happy Reading^


Jangan lupa, like, coment, Vote, bunga dan kopinya ya sayang๐Ÿ’•


Dan jangan lupa klik favorit ๐Ÿ’™ ya๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


Terima kasih๐Ÿ˜˜๐Ÿ’•


__ADS_2