KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
CH 25


__ADS_3

Astaghfirullah, kenapa cinta kami harus seberat ini Pak? Kenapa begitu sulit melupakan perasaan ini," ucap Via.


"Via, bair bagaimana kalian harus bisa saling melupakan. Sekarang kamu sudah menikah, Hargai suami kamu, dosa hukumnya bagi seorang istri yang masih memikirkan laki-laki lain," ucap Pak Surya.


"Via tau itu, Pak Surya. memang tidak pantas bagi saya untuk memikirkan Rian, tapi untuk melupakan Rian juga terlalu sulit, Pak."


Mendengar istrinya hamil, saat itu juga Andre langsung datang ke Solo.


"Assalamu'alaikum," ucap Andre mengetuk pintu rumah.


"Walaikumsalam," jawab Via membuka pintu dan sedikit tercengang dengan kedatangan Andre. Pasalnya sejak pertengkaran malam itu Andre sudah tidak pernah lagi mengunjungi bahkan menghubungi Via.


"Ja-jadi benar kamu hamil?" tanya Andre melihat perut Via.


Dan Via hanya menganggukkan kepalang sebagai jawaban.


"Alhamdulillah," ucap Andre tersenyum dan memeluk Via.


"Terima kasih ya sayang," ucap Andre mencium kening Via.


Via hanya diam dan mencoba tersenyum.


"Via, tolong maafkan aku atas kejadian waktu itu! aku tidak bisa mengendalikan emos. maafkan aku ya sayang," ucap Andre memegang kedua pundak Via dan menatap mata Via.


"Ya sudah, ayo masuk dulu Dre," ucap Via mencairkan suasana.


Andre dan Via terlihat sangat kaku.


"Emm.. Via, apa kamu masih belum mau baikan sama aku?" tanya Andre.


"Sudahlah Dre, jangan ribut lagi ya! dari awal kita tau hubungan kita seperti apa kan Dre, jadi aku minta tolong. Jangan bahas ini lagi ya Dre," ucap Via.


"Iya sayang, maafkan aku ya! yang terpenting sekarang. Kamu harus menjaga anak kita agar sehat. Untuk itu kamu harus bahagia," ujar Andre.


"Andre, aku mau berangkat ke apotek untuk melihat mahasiswa yang sedang magang. Hari ini dia akan berpamitan karena magangnya sudah selesai, kamu di sini dulu gak apa-apa ya?" ucap Via.

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku antar saja?" ucap Andre yang sangat berharap hubungannya dengan Via bisa segala membaik.


"Apa kamu tidak capek? kamu kan baru saja datang dari luar kota," ucap Via.


"Tidak apa-apa, tidak capek kok! Aku senang kalau kamu bersedia aku antarin," ucap Andre dengan penuh harap.


Via berangkat ke apotek dengan di antar Andre, sebenarnya Via masih merasa tidak nyaman dengan Andre, tapi Via juga tidak mungkin terlalu lama membiarkan suaminya, karena biar bagaimana Andre adalah suaminya dan ayah dari anaknya.


"Eni di mana Riz?" tanya Via yang baru datang.


"Selamat sore Bu Via," ucap Eni keluar dari tempat penyimpanan obat.


"Ooh.. masih di sini, kirain sudah pulan, " ucap Via.


"Ya gak mungkin lah Bu, Eni pasti menunggu Bu Via," ucap Eni tersenyum dan memeluk Via. Pasalnya selama magang di sana, Eni diperlakukan dengan baik seperti seorang adik oleh Via.


"Manja banget nih bocah," ucap Via melihat Eni yang bergelayut manaja di tangannya.


"Padahal udah mau nikah lho Bu, tapi masih kayak anak kecil gitu, " sahut Rizka.


"Siapa yang mau nikah? Eni mau nikah?" tampak Via tercengang.


"Bener kamu mau nikah En? tanya Via melihat wajah Eni.


"Hehehe.. iya Bu, di jodohin sama kakak," jawab Eni tertawa manja.


"Kamu tidak mau lanjut Apoteker dulu? sayang banget lho En, kalau sampai gak lanjut," ucap Via yang tau Eni mahasiswa yang cukup pandai.


"InsyaAlloh lanjut Bu, tapi sambil menikah. hehehe.. " jawab Eni memperlihatkan gigi putihnya.


"Udah ngebet banget kayaknya ni bocah, samapai mau kulihat sambil nikah, emang kamu bisa menerimanya perjodohan itu gitu aja? Apa kamu belum punya pacar sebelumnya?" cerca Via, Pasalnya Via tau bagaimana rasanya menikah karena di jodohkan.


"Sebenernya Eni udah punya pacar Bu, tapi karena Eni sudah di jodohkan dengan laki-laki pilihan kakak, ya sudah Eni putuskan saja pacar Eni," jawab Eni enteng tanpa beban.


"Semudah itu kamu memutuskan pacar kamu dan menikah dengan laki-laki yang tidak kamu cintai?" tanya Via tidak mengerti dengan jalan pikiran Eni.

__ADS_1


"Ya mau bagaimana Bu, Eni lihat Mama juga sudah seneng dengan laki-laki ini, Eni sendiri juga yakin kalau kakak tidak akan menjodohkan Eni dengan sembarang orang, jadi Eni putuskan saja untuk menerima perjodohan ini. karena terkadang apa yang menurut kita baik, sebenernya juga belum tentu baik, tapi apa yang menurut Alloh baik dan dengan restu dari orang tua, InsyaAlloh pasti akan berkah dan sudah pasti yang terbaik," jelas Eni dengan bijaksana.


Via termenung mendengar apa yang baru saja Eni ucapkan, Eni yang umurnya masih sangat muda tapi bisa begitu bijaksana menerima takdirnya dan bisa selalu berpikir positif.


"Eh.. Bu Via laki-laki itu?" tanya Eni melihat Andre yang ada di ruang tunggu.


"Ooh.. itu Andre suami ku," jawab Via.


"Suami Bu Via ganteng ya," ucap Eni dengan jujur, karena sebenarnya Andre memang cukup ganti tidak kalah dengan Rian.


"Benarkah? sepertinya biasa saja," kilah Via.


"Bu Via bisa saja merendahnya, tapi beneran lho Bu, suami Bu Via ganteng," sahut RizkaRizka yang mengakui kegantengannya dari suami Via.


Via melihat ke arah Andre dan tersebut dari kejauhan.


"Ya sudah saya masuk ke dalam sebentar ya, mau ngecek stok obat di dalam," ucap Via masuk untuk melihat persediaan obat mana saja yang hampir habis dan memastikan tidak ada obat ya kadaluwarsa.


"Assalamu'alaikum, "


"Walaikumsalam mas Rian, tunggu sebentar ya. Eni mau pamitan dulu," ucap Eni ketika melihat Rian datang.


Iya, Rian adalah laki-laki yang di jodohkan dengan Eni. Dan hari ini Rian datang untuk menjemput Eni yang sudah selesai magang untuk kembali ke kota K.


"Kak Rizka, kenalin ini Rian. Calon suamiku. Dia juga Seorang apoteker," ucap Eni memperkenalkan calon suaminya.


Rian membulatkan matanya ketika membaca nama apoteker yang tercantum di papan nama.


"Eni, ayo kita pulang sekarang," ucapan Rian ingin segera pergi dari sana. Pikiran Rian sudah kemana-mana, Rian tidak ingin bertemu dengan Via. karena sampai saat ini di hatinya pun masih ada Via. jika mereka kembali bertemu, maka akan sulit baginya untuk bisa segera melupakanmu Via.


Rian yang baru saja akan pergi di kejutkan oleh panggilan yang tidak asing bagi dirinya.


"Rian, ka-kamu. Bagaimana kamu bisa ada di sini?" ucap Via dengan mata berkaca-kaca, tidak pernah menyaka kalau dirinya akan bertemu dengan Rian.


^Happy Reading^

__ADS_1


Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang💕


Terima kasih😘💕


__ADS_2