
Andre berusaha mengerti keinginan istrinya dan membiarkan istrinya untuk berkarir di kota Solo sesuai dengan keinginannya.
"Ya sudah kalau itu memang sudah menjadi keputusan, Via. Biar setiap akir pekan aku yang datang ke sini," ucap Andre.
"Terima kasih ya, Andre. Kamu sudah mau mengerti aku," ucap Via tersenyum.
"Iya, sekarang kamu istirahat lagi. Biar cepat sembuh." ucap Andre.
Via pun menurut dan segera istirahat. Semantara Via istirahat, Andre keluar untuk melihat rumah Via yang di solo, berkeliling dan melihat beberapa barang dan foto Rian yang di buang di tempat sampah.
Andre melihat sekilas lalu balik lagi dan mencoba memastikan ternyata benar foto Via dan seorang laki-laki.
"Ini pasti Rian," gumam Andre.
"Sepertinya, Via memang sudah membuang semua barang-barang yang berkaitan dengan Rian. Ini berarti, Via tidak sedang berbohong. Via memang berusaha membuka hatinya untuk ku," gumam Andre lagi, kemudian meletakkan barang-barang itu lagi ke dalam tempat sampah.
***
"Andre, kamu masih di sini?" tanya Via yang baru bangun.
"Kalau tidak? apa kamu mau aku pulang? KPK pertanyaannya seperti itu?" tanya Andre.
"Bukan, bukan gitu maksdnya! ini kan sudah sore, bukankah besok kamu juga harus bekerja?" tanya Via.
"Besok aku tidak masuk, aku mau menjaga kamu samapai kamu benar-benar sembuh," ucap Andre.
"Aku sudah baikkan kok. beneran, udah gak demam juga. Kalau kamu mau pulang tidak apa-apa," ucap Via.
"Tidak Via, aku harus di sini dan memastikan sendiri kalau kamu benar-benar sudah baik-baik saja. Dan kamu tidak perlu memikirkan masalah pekerjaanku. Okay!" ucap Andre.
"Baiklah," jawab Via yang sedikit geulis dalam hatinya.
Karena jika malam ini Andre tidak pulang, itu berarti malam ini mereka berdua akan berada di rumah ini berdua. jika dulu di rumah Papa nya ada banyak orang, Andre tidak akan berani memaksa untuk meminta hak nya sebagai seorang suami yang belum pernah dirinya berikan. Tapi sekarang di rumah ini mereka hanya berdua, Apa mungkin kali ini dirinya bisa menghindar lagi? pikiran itu yang terus menghantui benak Via.
"Hai.. kenapa bengong?" tanya Andre.
"Eh.. tidak kok, siapa yang bengong," jawab Via panik.
"Kamu kenapa jadi tegang gitu? aku boleh kan menginap di sini?" tanya Andre.
__ADS_1
"I-iya, tentu saja boleh, kamu boleh tidur di sini. kenapa harus bertanya. Kamu kan suami ku tentu saja boleh," ucap Via.
"Sini," ucap Andre menepuk sofa mengistirahatkan agar Via duduk di sampingmu.
Dengan ragu, Via duduk di samping Andre.
Andre hendak memegang dahinya tapi Via sedikit menghindar.
"Kenapa? aku hanya memastikan kalau kamu memang sudah tidak demam," ucap Andre.
"I-iya," ucap Via terdiam dan Andre memegang dahinya memastikan kalau Via sudah tidak demam.
"Alhamdulilah, sudah tidak demam lagi." ucap Andre.
"Bagaimana kalau malam ini, kita makan di luar? Aku pengen nyoba makanan di sini seperti apa?" ucap Andre.
"Boleh, emang kamu pengen makan apa?" tanya Via.
"Apa aja, yang penting sama kamu. Kamu yang tentukan makan apa dan dimana, karena aku kan tidak begitu paham daerah sini," ucap Andre.
"Iya, Baiklah," jawab Via.
Malam ini, Via kembali bersedih. Karena malam ini Via makan malam di tempat yang dulu biasa di kunjungi bersama Rian.
"Ada apa Via? apa kamu sakit lagi?" tanya Andre.
"Ah, tidak. aku tidak apa-apa, ayo pilih menunya. kamu mau makan apa? Tapi semua makanan di sini enak semua sih," ucap Via mengalihkan pembangunan dan melihat daftar menu yang sedang dipegangnya.
"Kamu sering makan di sini?" tanya Andre.
"Lumayan," jawab Via singkat seraya membuka buku menu yang ada di tangannya.
"Bagaimana kalau kita pesan ini?" tanya Via menujuk buku menu yang sedang dipegangnya.
"Okey, terserah kamu. Aku yakin dengan pilihan kamu," jawab Andre tersendiri.
"Mas, kami mau yang ini dua, sama ini dua ya!" ucap Via pada pelayanan restauran.
"Baik Mbak, mohon ditunggu sebentar," jawab pelayaran berlalu.
__ADS_1
"Via, Sepertinya tempat ini ada memori tersendiri ya buat kamu?" tanya Andre.
"Ah, tidak kok. Kenapa bilang seperti itu?" kilah Via.
"Karena sepertinya, aku perhatikan dari tadi kamu seperti sedang mengingat sesuatu," jawab Andre.
"Perasaannya kamu aja itu, dre. Sudahlah tidak usah berpikir yang tidak-tidak," ucap Via.
"Apa kamu yakin, kamu sudah bisa melupakan Rian?" tanya Andre.
"Andre, tidak usah bicarakan Rian ya! jujur aku memang belum sepenuhnya melupakan Rian, Kamu tau kan? tujuh tahun aku bersama Rian dan kamu tau tentang hal itu. Jadi aku mohon, beri aku waktu. Aku akan berusaha melupakan Rian." jawab Via.
"Okay, tolong maafkan aku juga. Kalau aku terlalu egois dan membuat kamu merasa tidak nyaman," ucap Andre.
"Dari awal kita sama-sama tau, kita ini menikah tanpa cinta. Tapi karna kamu juga menyetujuinya, jadi aku harap ke depan jangan mempermasalahkan hal ini lagi. Aku tau pasti tidak mudah bagi kamu, sama halnya dengan aku. Ini pun tidak mudah bagi aku, kita harus hidup bersama tanpa adanya cinta," ujar Via.
"Via, aku mencintai kamu. Dan aku akan sabar menunggu hingga kamu mencintai aku, aku yakin suatu saat kamu pasti bisa mencintaiku," ucap Andre.
"Maaf, Mbak, Mas, ini makanan yang dipesan sudah siap," ucap pelayan mengantarkan makanan.
"Terima kasih," jawab Via dan Andre.
Keduanya segera menikmati makanan yang sudah tersaji, tampak Via kembali merenung, Via tau bagaimana perasaan Andre untuknya tapi sampai saat ini Via juga tidak bisa melupakan cintanya untuk Rian.
Tujuh tahun bersama tentu saja ini bukan hal yang mudah untuk Via bisa begitu saja melupakan Rian.
"Aku tau, sampai saat ini hanya ada Rian di hati kamu, tapi aku akan sabar menunggu sampai kamu bisa melupakan Rian dan mencintai aku," batin Andre.
Setelah makan, Andre mengajak Via untuk berkepit kota mengendarai motor Via.
Dan di saat seperti ini, bayangan akan kenangannya bersama Rian kembali muncul.
Bagaimana tidak, dulu Rian sering sekali mengajak Via untuk berkeliling kota seperti sekarang ini. Hanya untuk sekedar mencari angin dan menghabiskan waktu bersama.
"Via, mumpung di luar. Masih ada yang mau dibeli tidak?" tanya Andre.
"Tidak, kita pulang saja gimana?" ucap Via.
"Baiklah," jawab Andre
__ADS_1
Malam ini Andre bahagia, bisa merasakan pacaran bersama dengan wanita yang dicintainya sudah lama sekali Andre memimpikan hal seperti ini.
^Happy Reading^