
Mendengar Via yang sakit, hati Andre menjadi tidak tenang dan memutuskan untuk segera datang ke Solo melihat keadaan Via.
Setelah menempuh perjalanan hampir lima jam dengan mengendarai mobil, Pagi ini Andre sampai di Solo.
Tok..! Tok..! Tok..!
"Assalamu'alaikum, Via." ucap Andre mengetuk pintu.
Via perlahan membuka matanya saat mendengar suara Andre.
"Kenapa aku seperti mendengar suara Andre?" gumam Via berusaha membuka mata yang masih terasa berat.
Tok..! Tok..!Tok..!
"Via, buka pintunya! ini aku Andre!" ucap Andre lagi.
"Sepertinya, itu benar-benar Andre," gumam Via dan perlahan turun dari ranjangnya.
Klek..
Via membuka pintu.
"Via, kamu tidak apa-apa? Aku khawatir!" cerca Andre menatap Via dan memegang Dahi Via, memastikan suhu tubuh Via.
"Ya, Alloh Via! badan kamu panas sekali," ucap Andre.
"Aku gak apa-apa, hanya flu biasa," jawab Via.
"Tidak apa-apa gimana? badan kamu sepanas ini, masih bilang tidak apa-apa?" gerutu Andre.
"Aku antar ke kamar, kamu segera istirahat," ucap Andre.
Andre segera memapah Via kembali ke kamar dan membaringkan Via ke kasur serta menarik selimut dan mentanya.
"Hari ini kamu istirahat saja, aku akan buatkan bubur untuk kamu sarapan," ucap Andre.
"Tidak bisa , Dre. Aku harus ke kampus. Hari ini aku harus ngajar! Aku harus mendampingi mahasiswa praktek di laboratorium," jelas Via.
"Kamu lagi sakit Via, jangan bandel! kamu harus istirahat hari ini, sebaiknya kamu telpon pihak kampus, bilang kalau kamu sakit," ujar Andre.
"Ta-Tapi a_" ucap Via terpotong.
"Tidak ada tapi, tapi! Kamu harus nurut, hari ini kamu harus istirahat! Lagian kalau kamu ngajar dalam keadaan sakit seperti ini, apa kamu tidak kasian dengan mahasiswanya kamu? kalau mereka tertular bagaimana?" tanya Andre.
__ADS_1
"Iya, baiklah! Aku tidak masuk hari ini," jawab Via pasrah. Karena dirinya memang sedang flu berat, dari pada nanti menularkan pada mahasiswa, apa yang dikatakan Andre memang benar. Sebaiknya dirinya ijin dulu hari ini.
Setelah memastikan Via ijin dan istirahat, Andre ke dapur untuk membuatkan bubur.
"Via sayang, sarapan dulu biar bisa minum obat," ucap Andre Hati-hati membangunkan Via yang sedang tidur.
"Sudah jadi buburnya?" tanya Via membuka matanya yang terasa berat.
"Iya, buburnya sudah jadi. aku suapin ya, " ucap Andre.
"Biar, aku sendiri saja," jawab Via.
Tidak mau berdebat, Andre memberikan buburnya pada Via.
"Hati-hati masih panas," ucap Andre tersenyum.
Via pun tersenyum dan perlahan memakannya.
"Enak tidak?" tanya Andre.
"Enak, tapi sayangnya aku tidak bisa makan banyak, rasanya perutku sudah penuh, " ucap Via.
"Ya sudah, jangan di paksakan. yang penting sudah sarapan, sekarang minum obat dulu ya, aku ambilkan dulu," ucap Andre mencari obat di kotak obat yang berada di dapur.
"Iya, " Via mengangguk dan menatap punggung Andre yang berjalan ke luar.
"Ini bukan obatnya?" tanya Andre menunjukkan obatnya.
"Iya, benar," jawab Via menganggukkan kepalanya.
Setelah Andre memberikan obatnya, Via segera meminumnya.
"Kamu semalam jam berapa dari rumah, kenapa sepagi ini sudah sampai?" tanya Via melihat jam yang masih begitu pagi.
"Entahlah, aku tidak begitu ingat, sepertinya tengah malam, aku tidak tenang di rumah jadi memutuskan malam itu juga kesini," jawab Andre.
"Tapi apa yang kamu lakukan itu bahaya, Dre. seharusnya kamu menunggu pagi, baru ke sini," ujar Via.
"Kamu mengkhawatirkan aku?" tanya Andre tersenyum.
"Andre, apa yang aku katakan itu benar, terlalu berbahaya jika mengendarai mobil di tengah malam, bahaya yang mengancam jauh lebih banyak di banding berkendara pada pagi atau siang hari," jelas Via.
"Iya, maaf sudah membuat kamu khawatir. Cuma mendengar kamu sakit, di rumah aku juga tidak bisa tidur karena kepikiran kamu terus," jawab Andre.
__ADS_1
"Aku kan sudah bilang, kalau masuk angin biasa dan hanya butuh istirahat," ucap Via.
"Masuk angin biasa gimana? Badan kamu saja panas kayak gini," ucap Andre.
"Andre, kamu Baik. Terima kasih!" ucap Via.
"Tidak perlu berterima kasih, karena memang itu sudah semestinya. Kamu istriku jadi aku harus menjaga kamu. Via, sebenarnya kamu tidak perlu bekerja sekeras ini." ucap Andre.
"Maksud kamu?" tanya Via tak mengerti.
"Bukankah sebagai Kepala keluarga, aku yang seharusnya memenuhi kebutuhan kamu?" ucap Andre.
"Jangan bilang kamu mau aku berhenti bekerja?" tanya Via.
"Aku hanya tidak tega melihat kamu sakit sendiri di sini, sedangkan aku tidak bisa setiap waktu ada di dekat kamu, jadi apa tidak sebaiknya kamu kembali ke rumah kita saja?" tanya Andre.
"Tolong jangan minta aku untuk berhenti bekerja, menjadi seorang apoteker adalah impian aku dan berkarir di kota ini adalah impianku. Aku senang berada di kota ini," ucap Via.
"Sebenarnya apa yang membuat kamu senang di kota ini?" tanya Andre.
"Karena di sini, aku bisa mengajar dan juga bisa menjadi apoteker sekaligus, kalau aku pulang ke kota kita, di sana kan tidak ada universitas, aku tidak akan bisa menyalurkan hobby mengajarku kan?" ujar Via.
"Iya, tapi kita ini kan pengantin baru. Kita butuh waktu untuk saling mengenal dan saling belajar memahami satu sama lain," ucap Andre.
"Kita kan sudah saling mengenal dan aku rasa seperti ini juga tidak ada salahnya kok, justru ada rasa rindu kan kalau jarang bertemu," kilah Via.
"Iya kita kenal beberapa tahun lalu, tapi kita kan tidak cukup dekat ucap mengenal satu sama lain," timpal Andre.
"Please, Andre. biarkan aku tetap di sini," ucap Via memohon
"Okay baiklah, sesuai dengan apa yang kamu mau," jawab Andre mengalah.
"Terima kasih, Andre." ucap Via tersenyum.
Sebenarnya Andre menginginkan Via kembali ke kota C bersamanya, sebagai pasangan suami istri seharusnya mereka tidak terpisah seperti ini, namun Andre hanya bisa menuruti keinginan Via, karena tidak ingin membatasi Via. Andre mengerti ini adalah dunia impian Via, Andre tidak ingin menghancurkan semua mimpi-mimpi Via.
"Via, bagaimana kalau aku buka kan apotek sendiri saja?" Andre mencoba memberi Via opsi lagi.
"Kalau aku mau tentu saja, sudah dari dulu aku lakukan, Dre. Tidak perlu menunggu menikah dengan kamu," jawab Via lagi.
"Sorry, kalau aku salah bicara lagi. Aku hanya memikirkan cara siapa tau, kamu mau merubah pikiran. Tapi kalau kamu tetep tidak mau, ya sudah. aku hargai keinginan kamu, biarlah aku yang mengalah dengan satu minggu sekali ke sini." ucap Andre.
"Terima kasih, Andre. Maaf ya aku tidak bisa berkarir di kota C, aku lebih nyaman berada di sini," ucap Via.
__ADS_1
^Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment dan Vote ya. Kasih bintang lima dan tekan favorit juga ya. dukungan kalian sangat berarti bagi thor, Terima kasih😘💕