KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
CH 40


__ADS_3

Tia mulai mendorong kursi roda Menuju taman rumah sakit namun Via meminta Tia untuk tidak ke sana.


"Tia, jangan ke sana! tolong antar kakak ke kamar itu," ucap Via menunjuk sebuah kamar rawat inap.


"Bukannya kakak mau ke taman?" tanya Tia keheranan mendadak Kakaknya berubah pikiran.


"Tolong antar kakak ke sana," ucap Via menunjuk kamar yang tak jauh dari tempatnya saat ini.


"Memang itu kamar siapa kak?" tanya Tia.


"Bawa saja kakak ke sana," jawab Via datar.


Tia mendorong kursi roda sesuai dengan keinginan kakaknya.


Klek..

__ADS_1


Tanpa salam Tia membuka pintu kamar atas perintah Via dan kembali mendorong Via masuk kamar.


"Kamu," Hera tercengang melihat dua wanita yang masuk ke dalam kamarnya. Hera ingat wanita yang ada di kursi roda itu adalah istri Andre, meskipun mereka belum pernah bertemu secara langsung tapi Hera pernah melihat Via di ponsel Andre.


"Bukankah kamu istrinya..?" ucap Hera tidak melanjutkan kata-katanya.


"Jadi kamu sudah tau, jika Andre sudah memiliki seorang istri?" tanya Via, tapi Hera hanya diam.


"Kamu tau Andre memiliki seorang istri, tapi kalian bisa melakukan semua ini? Sampai hati kalian melakukannya," ucap Via.


"Jadi apa rencana kamu sekarang? Apa kamu kamu sudah memikirkan bagaimana nasib anak dalam kandungan kamu? Apa kamu pernah berpikir jika saat ini anak dalam kandungan kamu itu memiliki seorang ayah yang statusnya masih memiliki seorang istri. Apa kamu bisa membayangkan, beban mental yang anak kamu nantinya akan dapatkan jika mengetahui fakta jika Mamanya hanya seorang wanita simpanan dari laki-laki yang sudah beristri?" ucap Via.


"Apa kamu tidak pernah berpikir sejauh itu? Dimana harga diri kamu sebagai seorang wanita? dengan mudahnya kamu berikan tubuh kamu pada laki-laki yang bukan siapa-siapa kamu dan laki-laki itu sudah memiliki seorang istri dan anak,"


"Tapi anak ini tidak berdosa," ucap Hera memegang perutnya.

__ADS_1


"Benar sekali! anak kamu memang tidak berdosa tapi kamu yang berdosa. Bukan hanya berdosa pada diri kamu sendiri tapi juga pada anak kamu! Bayangkan saja jika nanti anak itu lahir dan besar, semua orang akan mencemooh anak yang tidak berdosa itu akibat dari dosa masa lalu Mamanya, yang berzina dengan suami orang," ucap Via tersenyum menyeringai dan meminta Tia untuk mendorong kursi rodanya keluar.


Hera terdiam, bulir-bulir air mata mulai menggenangi sudah mata Hera. Semua yang di katakan Via memang benar. mungkin suatu saat anaknya akan menjadi bahan cemooh orang disekitarnya karena dosa yang di lakukan Mamanya.


"Maafkan Mama ya nak," ucap Hera memegangi perutnya dan kini bulir-bulir air mata yang sejak tadi di tahan jatuh membasahi pipinya.


***


"Kak Via, tolong jelasin lebih dulu! sebenernya siapa wanita itu? Dan siapa yang menghamili wanita itu? Apa hubungannya dengan kakak? Kenapa kakak sampai seperti itu?" cerca Tia.


Via menangis tersedu-sedu. Meskipun luka bekas jahitan Via masih sakit ketika di gunakan untuk menangis tapi hati Via jauh lebih sakit di bandingkan luka yang ada di hatinya.


"Jangan bilang kalau wanita itu hamil anak.. " Tia menutup mulut dengan tangannya dan membulatkan matanya seolah tak percaya dan Via semakin terisak.


"Ja-jadi benar, wanita itu hamil anak kak Andre?" ucap Tia tercengang.

__ADS_1


"Anak Andre? Apa maksud kalian?" sahut Pak Handoko.


__ADS_2