KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
CH 19


__ADS_3

"Via, aku boleh tidur di samping kamu?" tanya Andre yang saat ini masih berdiri dan tampak ragu untuk naik ke atas tempat tidur.


"I-Iya boleh," jawab Via meskipun hatinya menolak, tapi karena dirinya sudah berjanji akan belajar menjadi istri yang baik, maka kali ini, Via mengijinkan Andre untuk tidur satu ranjang dengannya.


Mendapat ijin dari Via, Andre bergegas membaringkan tubuhnya di samping Via, keduanya terdiam dan saling menatap langit-langit.


"Vi,-Via" ucap Andre.


"Ada apa?" tanya Via tanpa menoleh, keduanya masih menatap langit-langit.


"A-aku tau, kamu tidak mencintai aku. Tapi sebagai seorang suami, a-apa aku boleh meminta hak yang seharusnya aku dapat?" tanya Andre memberanikan diri.


Via membelalakan matanya dan mentap Andre penuh tanda tanya.


"Tolong jangan salah paham, aku mengatakan semua ini, bukan bermaksud untuk memaksa kamu, hanya saja. Sebagai pasangan suami istri bukankah seharusnya ini kita lakukan? Karena jika tidak itu sama halnya aku tidak memberikan nafkah batin untuk kamu, bagitu juga sebaliknya. Dan sebagai seorang suami, aku akan berdosa jika tidak memberikan hak yang seharusnya istriku dapatkan," ucap Andre.


"Tapi aku rela kok, kamu tidak memberikan nafkah batin, aku tidak apa-apa, jadi kamu tidak berdosa," kilah Via cepat.


"Tapi aku yang tidak rela," ucap Andre bangun dan mengunci tubuh Via.


Saat ini tubuh Via berada di bawah kendali Andre.


"Andre, apa yang mau kamu lakukan?" tanya Via panik.


"Aku hanya ingin memberikan hak kamu sebagai seorang istri dan aku akan meminta hakku sebagai seorang suami," ucap Andre dan tanpa basa basi Andre mencium bibir Via dengan lembut.


Via yang masih syok hanya diam tak memberi balasan ataupun penolakan. Via hanya diam dan pasrah dengan apa yang Andre lakukan. Saat ini dirinya akan menyerahkan mahkota yang selama ini dirinya jaga, awalnya dirinya mengira suatu saat nanti, Rian lah yang akan mendaptkan kesucian yang selama ini dia jaga, tapi ternyata kenyataan berkata lain, dirinya harus menyerahkan mahkota yang selama ini dia jaga untuk laki-laki yang tidak pernah dia cintai, namun laki-laki itu memang halal baginya.


Hingga saat penyatuan itu terjadi, Via memejamkan matanya, bulir-bulir air matanya membasahi pipinya, bukan hanya karena merasakan sakit saat penyatuan itu terjadi tapi juga merasakan hatinya yang begitu sakit, menerima kenyataan sekarang dirinya sudah menjadi milik Andre seutuhnya.


Cup..

__ADS_1


Sebuah kecupan mendaratkan di bibir Via, setelah mereka selama melakukan pergulatan panas.


Ada senyum puas dan bahagia yang nampak jelas di wajah Andre, lantaran sekarang dirinya sudah merasa memiliki Via seutuhnya, meskipun tidak dengan hatinya. Tapi Andre tidak mau ambil pusing masalah itu, bagi Andre yang terpenting Via sudah menjadi miliknya seutuhnya.


Via yang dari tadi hanya diam dan pasrah dengan apapun yang Andre lakukan, kini memejamkan mata dan berharap Andre tidak pernah tau, kalau saat ini pun yang ada di benaknya adalah Rian bukan Andre.


Andre mentap wajah Via dan menyeka air mata yang masih terus saja mengalir meskipun matanya terpejam.


"Apa begitu menyakitkan? Maafkan aku jika sudah menyakitimu!" ucap Andre dan kembali mencium kening Via.


Via hanya menggelengkan kepala tanpa membuka matanya.


Seluruh badannya memang terasa sakit, tapi yang lebih sakit bukan di badannya melainkan hatinya yang sakit.


Pagi hari, Andre membangunkan Via untuk sholat subuh berjamaah, Andre menjadi imam dan selepas sholat, Via kembali menitihkan air matanya.


"Ya Alloh, ampuni hambamu yang masih mencintai Rian, lindungi Rian di manapun Rian berada dan semoga Rian bisa menemukan pendamping hidup yang jauh lebih baik. Ya Alloh tumbuhkan juga rasa cinta di hati ini untuk suamiku, meskipun saat ini hamba belum mencintai Andre tapi hamba akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk Andre," Doa Via dalam hati setelah sholat.


Setelah sholat, Andre meberikan tangannya, Via mencium tangan Andre dan Andre mencium kening Via lembut.


Via hanya tersenyum dan menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Andre, hari ini aku berangkat ngajar ya?" tanya Via.


"Kamu yakin? Apa tidak sebaiknya kamu ijin dulu?" ucap Andre.


"Kasin mahasiswa kalau aku terlalu lama ijin, mereka ada praktek hari ini dan aku harus mendampingi mereka di laboratorium." jelas Via.


"Ya sudah, nanti ke kampusnya aku yang antar ya?" ucap Andre.


"Kamu masih mau di sini? Apa tidak apa-apa meninggalkan kantor berhari-hari? nanti jadi omongan karyawan kamu lho," ujar Via.

__ADS_1


"Ya, gak apa-apa dong. Perusahaan aku sendiri, mau masuk atau libur juga tidak masalah," jawab Andre.


"Eh.. gak boleh gitu dong, sebagai pimpinan perusahaan seharusnya kamu memberikan contoh yang baik untuk karyawan, bukan malah seenaknya sendiri," ucap Via menasehati Andre.


"Mau bagaimana lagi? salahkan istriku dong yang lebih memilih hidup berjauhan seperti ini," jawab Andre.


"Kan sudah kita bahas masalah ini, kenapa diungkit lagi? " tanya Via cemberut.


"Hehehe... bercanda sayang, maaf ya! iya, iya aku tidak akan bicara seperti itu lagi, " ucap Andre tersenyum.


Via segera melipat kembali mukena nya dan berjalan ke dapur.


Via yang kini sudah bisa masak, mencoba untuk membuatkan sarapan untuk Andre sebelum dirinya berangkat mengajar.


"Alhamdulillah, pagi ini aku bisa sarapan masakan istri," ucap Andre tersenyum saat melihat sarapan yang sudah siap di meja makan.


"Maaf ya, aku hanya bisa membuat ini. Telor ceplok, sosis dan juga memanggang roti." ucap Via tersenyum dan memperlihatkan gigi indahnya.


"Ini juga sudah Alhamdulillah, apa aja asal kamu yang bikin pasti enak." jawab Andre.


Andre yang sudah tidak sabar untuk mencicipi masakan istrinya segera melahapnya dan tiba-tiba ekspresi wajahnya dalam seketika berubah.


"Kamu kenapa Ndre? Tidak enak ya?" tanya Via saat melihat ekspresi wajah Andre.


"Enak kok, enak banget malah, ini karena saking enaknya sampai aku seperti ini," jawab Andre bohong dan berusaha untuk tetap melahapnya.


"Kenapa telurnya bisa seasin ini sih rasanya?" batin Andre.


"Memang rasa telur bisa seenak apa sih, sampai kamu seperti itu ekspresinya?" ucap Via yang penasaran dan ingin merasakan telur yang di bilang Andre enak itu.


Tapi dengan cepat Andre langsung menyambarnya.

__ADS_1


"Telurnya buat aku saja ya, kamu makan sosisnya saja! aku masih laper pengen telur lagi," ucap Andre tidak ingin Via tau kalau hasil masaknya sebenernya sangat asin.


^Happy Reading^


__ADS_2