KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
CH 23


__ADS_3

"Tapi itulah kenyataannya! kamu yang mengajak aku ke sini semalam, kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanya sama Satria," ucap Hera menyakinkan.


"Satria? kamu kenal Satria?" tanya Andre.


"Tentu saja kami saling mengenal. Satria temanku dan semalam kamu mengajak aku ke sini juga sepengetahuan Satria," ucap Hera.


Andre terdiam, kepada masih terasa pusing karena efek dari alkohol yang semalam di minumnya.


"Kamu tidak mungkin melupakan apa yang semalam kita lakukan kan?" tanya Hera menatap Andre.


"Sorry aku harus pulang," ucap Andre yang masih bingung harus berbuat apa.


"Andre..! Andre jangan pergi!" teriak Hera namun Andre tidak memperdulikannya.


Sepanjang perjalanan Andre merasa sangat berdosa, Bagaimana hanya karena rasa sakit hatinya pada ucapan Via, dirinya melakukan dosa yang selama ini tidak pernah dia lakukan.


Sesampainya rumah, Andre termenung memikirkan kesalahan yang telah dilakukannya. Andre mengambil ponsel dan melihat apakah ada notifikasi pesan dari Via. Ternyata sama sekali tidak ada pesan dari Via.


"Tampaknya Via benar-benar tidak perduli dengan perasaanku, Apa yang aku harapan dari Via? Sadar Andre! Sadar! kamu harus bisa menerima kenyataan kalau Via itu tidak akan pernah bisa mencintai kamu," Gumam Andre menyadari tubuhnya pada sofa Seraya memijit pelipisnya.


Andre mengambil ponselnya kembali dan menghubungi Satria.


"Ada apa bro? Ini itu masih pagi, kenapa kamu menghubungi aku? aku ini masih ngantuk Dre," jawab Satria mengangkat panggilannya dari Andre meskipun matanya masih terasa berat.


"Sebenarnya apa yang terjadi denganku tadi malam?" tanya Andre.


"Yang terjadi semalam? memang apa lagi yang terjadi? kenapa malah tanya sama aku? bukankah semalam kamu yang meninggalkan aku sendiri dan pergi dengan Hera?" jawab Satria.


"Aku serius Satria! Aku benar-benar tidak ingat, bagaimana bisa aku berakhir di hotel bersama dengan wanita itu?" tanya Andre tak mengerti.


"Hahaha.. kamu ini jangan pura-pura bego deh, Dre. Memang apalagi yang kamu lakukan bersama Hera? kalian sama-sama mabuk semalam, lalu kamu pergi bersama deui Hera." jawab Satria tertawa.


"Kenapa kamu malah tertawa, aku ini laki-laki yang sudah beristri, Sat. Dan aku sudah menghianati istriku, bagaimana bisa kamu menertawakan aku. Kamu ini teman aku tau bukan sih sebenernya?" Andre kesal.


"Hahaha.. Andre, Andre, istri macam apa yang tidak pernah mencintai suaminya? Apa selama ini, Via pernah menganggap kamu sebagai suaminya? Lalu untuk apa lagi kamu mempertahankan istri seperti itu?" ucap Satria kembali tertawa.


"Sudahlah," ucap Andre menutup telpon dan melemparkan ponselnya ke sembarang arah.


Apa yang dikatakan Satria memang tidak salah, selama ini. Via tidak pernah memperlakukan dirinya seperti layaknya seorang suami.


***


Satu bulan berlalu semenjak kejadian pertengkaran antara Via dan Andre, namun keduanya sama-sama keras kepala dan tidak ada yang berusaha untuk saling menghubungi.

__ADS_1


"Kenapa akhir-akhir ini aku sering merasa tidak enak badan? Aku juga sering banget merasa mual," Gumam Via.


"Via, apa kamu sudah makan siang?" tanya Bu Leni.


"Belum Bu," jawab Via.


"Kita cari makan ke kantin bagaimana?" Ajak Bu Leni.


"Ibu duluan saja, saya lagi tidak ingin makan," ucap Via.


"Kamu kenapa? Apa kamu sakit? Wajah kamu pucat sekali, Via," tanya Bu Leni.


"Iya Bu, sepertinya saya masuk angin. Saya mual banget," ucap Via.


"Wah, jangan-jangan Bu Via hamil," ucap Bu Leni tersenyum.


"Hamil?" gumam Via


***


"Apa iya aku hamil? tapi sepertinya sudah dua bulan ini aku memang tidak pernah datang bulan, jangan-jangan aku benaran hamil?" Gumam Via memegang perutnya.


Sepulang dari kampus Via membeli test peck di apotek, Via sebenarnya merasa sedikit takut kalau dirinya benar-benar hamil. Sejujurnya Via belum siap untuk hamil anak Andre.


Pelan-pelan Via membuka matanya dan badannya terasa lemas saat mengetahui kalau dirinya benar-benar positif hamil.


Seketika bulir-bulir kristal menggenangi sudut matanya.


Ketakutannya terjadi, dua garis merah terlihat dengan jelas pada test peck nya.


"Ya Alloh, apalagi ini? kenapa aku harus hamil anaknya Andre. Apa memang ini pertanda kalau aku benar-benar harus mengikhlaskan Rian?"


Saat ini perasaan Via di selimuti rasa bimbang, Apakah dirinya harus memberitahu Andre perihal kehamilannya? Tapi Via juga masih mengingat bagaimana kemarahan Andre saat terakhir mereka bertemu.


Bahkan sejak saat itu, Andre juga tidak pernah lagi datang mengunjungi dirinya ataupun sekedar mengirim pesan.


Via mengambil ponselnya, awalnya dirinya ingin menghubungi Andre tapi segera di urungkan niatnya.


"Assalamu'alaikum, Ma." ucap Via dari sebrang telpon, Via yang awalnya ingin menghubungi Andre tapi karena egonya, Via mengurungkan niatnya dan menghubungi Mama nya.


"Walaikumsalam, Via. Kenapa kamu tidak pernah main ke rumah? Kamu baik-baik saja kan sama Andre?" cerca Bu Rini.


"Iya, Ma. Ka-kami baik-baik saja," jawab Via bohong.

__ADS_1


"Syukurlah, Mama sedikit cemas dengan hubungan kalian. Mama takut kalau kamu masih belum bisa melupakan Rian," ucap Bu Rini.


"Ma, Via mau memberikan kabar, kalau Via.. Via.." ucap Via terputus. Kekhawatiran mamanya memang tidak salah, karena sampai saat ini pun, Di hati Via hanya ada Rian.


"Kamu kenapa, Via?"


"Via, Via hamil ma," jawab Via.


"Kamu hamil? Alhamdulillah, Sebentar lagi Mama akan punya cucu, Papa pasti senang mendengar kamu hamil," ucap Bu Rini.


"O, iya. Apa kamu sudah memberitahu Andre?" tanya Bu Rini.


"Be-belum, Ma," jawab Via singkat.


"Kenapa belum, Via? Kamu harus segera memberitahu Andre! Andre pasti juga senang kalau tau kamu hamil," ucap Bu Rini.


"I-Iya ma, ya sudah Via tutup dulu telponnya ya Ma," ucap Via mengakhiri panggilan.


"Apa aku telpon Andre saja ya? biar bagaimana dia harus tau kan, kalau aku hamil?" Gumam Via.


***


Dret... dret...


Panggilan masuk di ponsel Andre.


"Via? tumben Via telpon?" Gumam Andre tersenyum menyeringai.


"Ada apa?" tanya Andre di sebrang telpon.


"Dre, kamu kenapa tidak pernah menghubungi aku? Apa kamu masih marah sama aku?" tanya. Via.


"Apa penting aku menghubungi kamu atau tidak? bukankah kamu juga tidak pernah mengharapkan aku untuk menghubungi kamu?" ucap Andre.


"Andre, okay! aku akui aku salah, tapi kamu tau kan, dari awal_" ucap Via terputus.


"Tidak perlu kamu ingatkan lagi, aku sudah tau apa yang akan kamu katakan. kamu mau bilang kalau kamu tidak pernah mencintai aku kan? sudahlah Via, aku juga sudah tidak mengharapkan kamu untuk mencintaiku," ucap Andre yang sudah sakit hati dengan Via.


^Happy Reading^


Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang💕


Dukungan kalian sangat berarti bagi thor, Terima kasih😘💕

__ADS_1


Sambil menunggu thor up, kalian Bisa baca karya thor yang lain ya, klik akun Qurottaayun.


__ADS_2