KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
CH 27


__ADS_3

Hari ini Via untuk pulang ke rumah suaminya yang tidak jauh dari rumah orang tuanya yang ada di kota C.


Meskipun tak yakin kali ini Andre akan memaafkannya, tapi Via tetap akan ke meminta maaf karena Via menyadari apa yang dia lakukan sudah sangat keterlaluan. Sebagai seorang istri, Via memang belum mencintai suaminya, tapi Via sekarang sadar, meskipun tak mencintai bukan berarti Via bisa menyakiti dan menjatuhkan harga diri suaminya seperti waktu itu.


"Assalamu'alaikum" ucap Via mengetuk pintu. Setelah menikah dengan Andre, ini kali pertamanya Via menginjakkan kakinya di rumah suaminya. yang berarti juga rumahnya sekarang. Karena Andre membeli rumah itu memang tujuannya untuk di tempati dengan keluarga kecilnya.


"Sepertinya Andre tidak di rumah, tapi Andre pergi kemana? ini kan hari libur?" gumam Via yang tak menemukan adanya tanda-tanda kehidupan di rumah suaminya.


Via seharusnya bisa saja pulang ke rumah orang tuanya, karena jarak rumah Andre dan orang tuanya tidak begitu jauh. Tapi Via tidak melakukan itu semua dan Via bertekad akan tetep menunggu Andre sampai pulang, karena Via sudah menyadari dirinya bersalah.


Apalagi mengingat Rian yang sebentar lagi juga akan menikah dengan Eni. Membuat Via berpikir untuk mulai benar-benar bisa menerima Andre sebagai suaminya.


Via mengambil ponselnya dan menghubungi Andre tapi tidak di angkat, sehingga terpaksa Via harus menunggu Andre di luar hingga malam hari.


"Via, kenapa kamu ada di luar?" tanya Andre saat baru datang dan melihat Via sedang tidur di kursi depan.


"Emm.. kamu sudah pulang Ndre? sudah gelap ya ternyata?" ucap Via saat membuka matanya.


Via merentangkan tubuhnya yang terasa capek karena tidur di luar.


"Kamu kenapa tidur di sini?" tanya Andre lagi.


"Tadi aku sudah berusaha menghubungi kamu, tapi sepertinya kamu masih marah sama aku sampai tidak mau mengangkat telpon dariku," ucap Via membuat Andre merasa bersalah.


Karena sebenarnya Andre memang sengaja tidak mau mengakat telpon dari Via.


"Ya sudah kita bicara di dalam," ucap Andre membuka pintu dan membawa masuk tas Via ke dalam.


Via melihat sekeliling rumah Andre yang cukup besar.


"Kamu sudah makan?" tanya Andre


Via hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.


"Ya Ampun Via, kamu tidak kasiha dengan anak kita? membiarkan dia kelaparan di dalam perut kamu, seharusnya kalau aku tidak bisa di hubungi, kamu bisa kan pulang ke rumah Mama dulu," ucap Andre mengusap wajahnya.


Via tidak menjawab tapi memeluk Andre dari belakang.


"Maafkan aku, aku salah! aku mohon dre maafkan aku," ucap Via meneteskan air matanya.


Melihat Via bersikap seperti itu, hati Andre justru menjadi sedih dan merasa bersalah. pasalnya Andre juga sudah menghianati Via. seharian ini Andre pergi bersama Via di saat istrinya sudah menyadari kesalahannya bahkan Via rela menunggu dirinya selama berjam-jam di luar rumah, di saat dirinya sedang bersenang-senang dengan wanita lain.

__ADS_1


Andre melepaskan tangan Via yang memeluk dirinya dan berputar melihat Via.


Andre memeluk erat tubuh Via dan mengecup pucuk kepala Via.


"Maafkan aku juga, Via. Aku bukan suami yang baik," ucap Andre tulus dari hatinya, karena Andre merasa sangat bersalah pada Via.


"Kamu tidak pernah salah, Dre. Aku yang salah. berkali-kali aku menyakiti hati kamu. Tapi aku janji, mulai sekarang aku akan menjadi istri yang baik untuk kamu. Aku janji, kali ini aku bersungguh-sungguh ingin memperbaiki hubungan kita, Dre." ucap Via terisak.


Andre menyeka air mata Via, Andre bisa melihat ketulusan di mata istrinya, tapi itu semua justru disaat Andre sudah menjalani hubungan dengan Hera.


Di saat mereka sedang berpelukan tiba-tiba saja perut Via bunyi membuat mereka berdua tertawa di tengah tangisnya.


"Anak papa lapar ya?" tanya Andre seraya mengusap perut Via yang masih rata.


"Kamu mandi saja dulu, biar aku masak buat kamu," ucap Andre tersenyum dan menunjukkan kamarnya pada Via.


"Ini kamar kita, sebelah sana walk in closet, taruh saja baju-baju kamu di sana," Andre menunjukkan tatanan kamarnya.


"Aku masak dulu ya," ucap Andre berlalu.


"Andre," panggil Via menghentikan langkah Andre.


"Iya, ada apa?" tanya Andre menoleh ke arah Via.


"Sudah jangan di pikirkan lagi!" jawab Andre tersenyum.


Andre turun ke dapur dan melihat isi kulkasnya.


Andre mengeluarkan sayuran dan juga beberapa daging untuk di masak.


"Sudah jadi ya masakannya?" tanya Via yang baru selesai mandi dan turun ke bawah.


"Iya, ini baru saja matang." jawab Andre seraya menata makanannya di meja.


"Wah.. sepertinya enak-enak semua. Boleh aku makan sekarang?" tanya Via yang sudah tidak sabar untuk mencoba masakan suaminya.


"Tentu saja boleh, ini nasinya," Andre mengambilkan nasi untuk Via.


Andre tersenyum ketika melihat Via makan dengan sangat antusias.


"Pelan-pelan makannya! tidak ada yang mau minta Via," ucap Andre tersenyum.

__ADS_1


"Habisnya ini enak banget," jawab Via.


"Sepertinya ini kemauan anak kita, anak kita sangat seneng dengan masakkan papa nya," ucap Via lagi.


"Kalau begitu, besok aku akan masak lagi buat kamu, biar anak kita senang," jawab Andre merasa bahagia, meskipun di dalam lubuk hatinya merasa bersalah.


"Apa kamu tidak makan, Dre?" tanya Via melihat Andre yang hanya melihat dirinya makan.


"Tidak, aku sudah makan. masih kenyang," jawab Andre.


Ya, Sebelum pulang ke rumah, Andre dan Hera memang sudah makan malam bersama.


"Alhamdulillah, kenyang," ucap Via berdiri hendak mencuci piringnya.


"Mau ngapain?" tanya Andre mengambil piring yang ada di tangan Via.


"Mau mencuci piring lah, mau apa lagi?" jawab Via.


"Jangan! kamu kembali saja ke kamar! biar aku saja, yang mencuci piringnya." ucap Andre membawa piring bekas makan Via ke dapur.


Dret.. dret..


Panggilan masuk. dari Hera.


"Hera," gumam Via melihat ponsel suaminya.


"Mas hape kamu bunyi," ucap Via memberikan ponselnya.


"Dari siapa?" tanya Andre seraya mencuci piring.


"Hera," jawab Via menyodorkan ponsel Andre.


"Sudah biarkan saja," jawab Andre seketika wajahnya pucat.


"Hera siapa mas? kenapa gak di angkat saja? siapa tau penting," ucap Via.


"Bu-bukan siapa-siapa, dia hanya rekan kerja. Nanti biar aku telpon balik saja, soalnya ini kan aku juga masih nyuci," kilah Andre.


Via pun membiarkan ponsel Andre bunyi berkali-kali tanpa menaruh curiga pada Andre, sedangkan Andre sudah mulai panik dengan sikap Hera yang semakin menjadi.


Happy Reading^

__ADS_1


Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang


Jangan lupa juga klik Qurrotaayun untuk melihat karya-karya thor yang lain ya. Terima kasih😘💕


__ADS_2