
"Rian, ka-kamu. Bagaimana kamu bisa ada di sini?" ucap Via dengan mata berkaca-kaca, tidak pernah menyaka kalau dirinya akan bertemu dengan Rian.
Seketika Andre yang sedari tadi duduk dengan bermain ponsel berdiri ketika mendengar Via menyebut nama Rian.
Andre menatap ke arah laki-laki yang di kenalkan sebagai calon suami Eni.
"Bu Via kenal Mas Rian?" tanya Eni tersenyum.
"Oow.. Eni lupa, kalian seharusnya satu angkatan kan? Mas Rian kan juga kuliah di Universitas yang sama. Bagaimana aku bisa melupakan itu," ujar Eni.
"Kalian?" Via melihat ke arah Eni dan Rian.
"Eni, ayo kita pulang!" ucap Rian tanpa menghiraukan pertanyaan Via.
"Rian! Apa maksud semua ini? jawab Rian!" pekik Via kini tak bisa lagi membendung bulir-bulir kristal yang menggenangi sudut matanya.
"Bu Via, Mas Rian. Ini ada apa? kenapa Bu Via menangis?" tanya Eni tak mengerti dengan sikap Via.
"Via, kamu jaga emosi kamu! ingat kamu sedang mengandung! emosi berlebihan seperti ini tidak baik untuk anak kita," ucap Andre berjalan mendekati Via.
"Mengandung," gumam Rian menoleh ke arah Via.
Via berdiri menatap Rian dengan derai air mata, sedangkan Rian menatap ke arah perut Via yang masih rata. Dan entah apa yang sekarang ini ada di dalam pikiran Rian.
"Rian," gumam Via.
"Selamat Via, semoga kalian bahagia. Dan selamat sebentar lagi kalian di anugrah seorang anak." ucap Rian tersenyum walapun hatinya remuk.
"Rian, apa kamu dan Eni akan menikah?" tanya Via.
"Iya, do'akan kami, agar kami juga bisa bahagia seperti kalian, Assalamu'alaikum" ucap Rian berlalu. Eni segera menyusul dan naik di mobil Rian.
__ADS_1
Iya, sekarang Rian yang awalnya hanya laki-laki miskin yang tidak punya apa-apa sekarang telah mampu membeli mobil walaupun dengan mencicil. Tapi kehidupan Rian sekarang memang sudah jauh berubah di bandingkan dengan kehidupannya di masa lalu.
"Mas, kamu dan Bu Via sebentar ada apa? kenapa Bu Via seperti itu? padahal ada suaminy di sana," tanya Eni.
"Kami dulu pernah bersama," jawab Rian jujur tak ingin menutupi kebenarannya. Karena Rian tidak ingin memulai hubungan dengan Eni dengan kebohongan. meskipun sampai saat ini Rian sebenarnya juga belum mencintai Eni. Tapi Rian yakin untuk menikah dengan Eni lantaran keluarga Eni yang sangat menerima dirinya dan menghargai dirinya. Rian sudah pernah di rendahkan oleh keluarga Via kini Rian tidak ingin lagi di rendahkan orang lain.
"Jadi Mas Rian dan Bu Via dulunya pacaran?" Eni tercengang.
"Iya," jawab Rian singkat.
"Astaghfirullah, pantas saja sikap Bu via tadi seperti itu. Tapi kenapa Eni merasa kalau Bu Via masih memendam rasa sama kamu ya Mas? bahkan di depan suaminya Bu Via tidak ragu untuk memperlihatkan perasaannya itu," ucap Eni tak habis pikir.
"Perasaan kamu saja itu, mana mungkin Via masih menyimpan rasa untuk ku? kamu juga dengar sendiri kan, kalau Via sedang hamil. jadi mungkin itu hanya pengaruh hormon kehamilan saja," kilah Rian. Meskipun Rian tau, mungkin Via memang masih memiliki rasa untuk Rian, tapi segera Rian tepis perasaan itu, sangat mengingat Via sudah hamil.
***
Di rumah
"Maaf Andre, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku." jawab Via.
"Lalu mau sampai kapan kamu akan seperti ini? aku sudah capek menghadapi kamu Via. Aku sudah berusaha sabar, tapi kamu tetep saja tidak pernah menghargai perasaanku sebagai seorang suami, sekarang semua terserah kamu. Jika kamu masih ingin mempertahankan rumah tangga ini, kamu bisa mencari aku di rumah tapi jika tidak terserah kamu, aku tidak akan lagi merendahkan harga diriku seperti ini," ucap Andre berlalu.
Andre kembali ke kota C dan menghubungi Hera.
Andre yang awalnya merasa menyesal karena telah menghianati Via sekarang tidak lagi, karena merasa harga dirinya sebagai seorang laki-laki sudah benar-benar di rendahkan oleh istrinya sendiri.
"Tumben, menghubungi aku? apa kamu tau, aku ini sudah lama sekali menunggu saat-saat seperti ini, saat di mana kamu menghubungi aku dan membutuhkan aku," ucap Hera tersenyum menyeringai.
"Temani aku minum," ucap Andre tanpa basa-basi.
"Okay sayang," jawab Hera menuangkan minuman untuk Andre.
__ADS_1
"Hai.. bro, ada apa lagi ini? kenapa minum sama Hera? pasti ini karena istri kamu lagi ya?" tanya Satria yang kebetulan melihat Andre di clubbing.
"Sialan wanita itu, bisa-bisanya dia menjatuhkan harga diriku di depan mantan pacarnya," gerutu Andre dan meneguk kembali minuman yang sudah di tuangkan Hera.
"Sudahlah sayang, wanita seperti itu tidak pantas mendapatkan laki-laki hebat seperti kamu, dari pada bersama wanita seperti itu, lebih baik kamu sama aku saja," sahut Hera meletakkan tangannya di atas paha Andre, berusaha menggoda.
"Sudahlah Hera, aku meminta kamu ke sini hanya untuk menemani aku minum. Hanya minum! ingat itu!" ucap Andre yang sudah mulai terpengaruh alkohol.
"Sekarang boleh saja, hanya menemani kamu minum. Tapi suatu saat kamu harus jadi milikku Andre." batin Hera.
***
Sementara malam ini, Via kembali tak bisa memejamkan matanya. Hanya menangis yang bisa Via lakukan. setelah menahan rindu sekian lama tidak bertemu dengan Rian, sekarang sekalinya bertemu harus mengetahui kenyataan kalau Rian akan menikah dengan Eni.
"Yan, kenapa sikap kamu seperti itu? apa kamu benar-benar sudah tidak mencintai aku? Apa kamu benar mencintai Eni? Apa kamu yakin akan bahagia dengan Eni?"
"Astaghfirullah, kenapa perutku terasa sakit?" gumam Via lagi memegang perutnya.
"Sayang, maafkan Mama ya. Karena Mama terlalu bersedih sampai Mama lupa ada kamu di perut Mama. Kamu pasti lapar ya? kita coba cari yang bisa di makan di dapur ya," ucap Via mengelus perutnya yang terasa perih karena lapar.
Via membuka kulkas dua pintu yang ada di dapur dan hanya menemukan telur saja di sana.
Via memasak telur goreng dan membuat segelas susu untuk mengganjal perutnya yang terasa lapar.
Via yang sebenarnya tidak nafsu makan, memaksakan diri untuk tetep makan demi anak yang ada di perutnya.
Sekilas Via ingat kalau dirinya sudah menyakiti Andre dan Via berenang minggu ini dirinya akan pulang ke kota C untuk meminta maaf pada suaminya. Karena hari ini dirinya memang sudah sangat keterlaluan.
^Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang
__ADS_1
Jangan lupa juga klik Qurrotaayun untuk melihat karya-karya thor yang lain ya. Terima kasih😘💕