KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
CH 31


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian usia kehamilan Via sudah memasuki bulan delapan, itu artinya tidak lama lagi dirinya akan melahirkan. Mahasiswa juga sudah melakukan ujian semester akhir. Dan kini keputusan Via untuk mengundurkan diri dari kampus semakin bulat. Mengingat dalam kondisi perut besar seperti itu, harus tinggal sendiri jauh di luar kota, Via pun akhirnya memilih untuk kembali ke kota C. Tak hanya itu, Via juga sudah membulatkan tekat untuk menjadi seorang istri yang baik untuk Andre. Hal ini tentu saja di sambut bahagia oleh keluarga Via, namun kini Andre justru merasa gelisah.


Ada kekhawatiran jika Via berada di kota C, dirinya akan mengetahui perselingkuhannya dengan Hera. Meskipun Andre tidak menginginkan Hera tapi melihat sifat Hera yang selalu nekat membuat Andre takut mengakhiri hubungan yang tidak seharusnya itu.


Hatinya merasa bersalah dengan Via, nularinya menolak tapi ketakutan akan Via mengetahui segalanya juga terus menghantui dirinya. Akibat dari kesalahan sesaat, harus menanggung penyesalan yang lebih mendalam.


Ini sebabnya kenapa kita sebaiknya tidak mengambil keputusan di saat sedang Kalut dalam permasalahan. Adanya masalah itu untuk di selesaikan dan di renungi dengan cara-cara yang sudah Rasulullah contohkan.


Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ketika sesuatu sudah terjadi kepada kalian, maka katakanlah 'Allah telah mentakdirkan dan Allah telah melakukan apa yang diinginkan-Nya'.”


Kecuali jika memang takdir itu belum terjadi, maka seorang muslim harus melakukan ikhtiar untuk mengubah takdirnya. Tapi jika memang sudah terjadi, maka jangan jadikan masalah itu berlarut, tapi cobalah untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

__ADS_1


Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallah bersabda, “Dan janganlah seseorang di antara kalian mengatakan 'kalau seandainya'. Karena kalimat 'kalau seandainya' itu membuka pintu bagi setan.”


"Astaghfirullah, seharusnya ini semua tidak akan terjadi jika saat itu aku tidak pergi ke tempat laknat seperti itu," gumam Andre memegang kepalanya yang terasa pening dengan permasalahan yang akhir-akhir ini menyelimutinya.


"Sudah lama aku menanti Via kembali ke sini dan menjalani rumah tangga seperti pada umumnya, tapi saat semua akan terwujud. Semua jadi seperti ini. Agh.. sial! kenapa bisa jadi begini!" teriak Andre mengacak-acak meja kerjan. hingga dokumen-dokumen berserakan di lantai.


"Maaf Pak, apa bapak tidak apa-apa? " Sita sekertaris Andre segera masuk ke ruang kerja Andre ketika mendengar suara teriakan dari dalam ruang kerja atasannya tersebut.


"Saya tidak apa-apa, saya mau keluar. Tolong bereskan ruangan saya!" ucap Andre berlalu dan mengambil kunci mobil yang ikut terjatuh ke lantai.


Andre mengemudikan mobilnya menuju kantor Satria sahabat yang memperkenalkan dirinya dengan Hera.

__ADS_1


"Hai.. Bro, tumben datang gak bilang-bilang?" sapa Satria ketika melihat Andre masuk ruang kerjanya.


Andre tidak menjawab dan langsung duduk di sofa yang ada di ruang kerja Satria.


"Sepertinya sedang ada masalah ya? Satria melihat Andre menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa dan memejamkan matanya.


"Kenapa dulu kamu bisa mengenalkan aku sama Hera? Kamu tau tidak sekarang hidupku rasanya seperti di neraka karena ulah Hera. tak henti-hentinya dia gangguin hidupku." keluh Andre.


"Memang ada lagi dengan kalian? Bukankah semua baik-baik saja? Dan satu lagi! Aku tidak mengenalkan kamu sama Hera tapi kalian sendiri yang berkenalan ya! jadi jangan bilang aku yang mengenalkan," sanggah Satria, karena sebenarnya memang bukan Satria berniat mengenalkan tapi tidak sengaja mereka bertemu di clubbing saat itu.


"Aku bingung bagaimana caranya mengusir Hera dari hidupku, Satria tolong bantu aku! Cari kan cara agar Hera tidak lagi mengganggu hidupku,"

__ADS_1


Andre saat ini benar-benar ingin menjadi suami yang setia pada Via.


^Happy Reading^


__ADS_2