
"Tapi apa pernikahan tanpa restu seperti itu, akan menjamin kebahagiaan untuk kalian? Saya rasa setelah mengetahui pokok permasalahannya, Ini sudah benar. mungkin kalian memang tidak berjodoh. Saya kenal kamu dan bahkan menganggap kamu seperti keponakan saya sendiri sejak kamu bersama dengan Rian. jadi saya do'akan semoga Via bahagia dengan suami Via." ujar pak Surya.
"Mungkin apa yang Pak Surya katakan benar, mungkin kami memang tidak berjodoh. Saya akan berusaha melupakan Rian, Pak surya. Dan saya mohon, tolong sampaikan pada Rian, kalau saya mendoakan semoga Rian bertemu dengan wanita yang baik dan tulus menyayangi Rian." ucap Via.
"Kamu juga Via, bukalah hati kamu untuk suami kamu dan lupakan Rian, Terima takdir kalian dengan Iklas agar kalian bisa menjalani semua ini tanpa ada penyesalan lagi." nasehat pak Surya untuk Via.
Setelah berbicara dengan Pak Surya, Via memutuskan pulang ke rumah lantaran hari ini sudah tidak ada lagi jadwal mengajar.
Sesampainya di rumah, Via membuka galeri di ponselnya, melihat foto-foto Rian bersama dengan dirinya. Tanpa terasa kini, genangan-genangan kristal di sudut matanya telah mencair dan membasahi wajah cantiknya. meskipun berat tapi Via mengambil langkah untuk membersihkan semua foto Rian yang ada di ponselnya.
Kini Via bertekad untuk melupakan Rian dan membuang semua kenangan tentang Rian, mulai dari menghapus foto hingga membuang semua barang yang berhubungan dengan Rian.
"Hoam.. " Via menguap, matanya terasa berat karena mengantuk.
Via yang sudah sangat kelelahan tanpa sadar tertidur dan melewatkan jam makan malamnya. Bahkan Via juga tidak sempat mandi dan ganti baju.
"Hoam.. " Via terbangun tengah malam dan melihat jam di ponselnya menunjukkan pukul satu malam, bahkan ada puluhan pesan masuk dari Andre dan juga puluhan panggilan tidak terjawab dari Andre.
"Astaghfirullah, sepertinya aku ketiduran. Bagaimana ceritanya, aku tidur sampai tidak mendengar ponsel bunyi. Kasian Andre, pasti kepikiran aku," gumam Via dan menghubungi Andre balik.
"Assalamu'alaikum, Via. Apa kamu baik-baik saja? tidak terjadi apa-apa kan?" cerca Andre dari sebrang telpon.
"Walaikumsalam, Dre. Aku baik-baik saja, Maaf sudah membuat kamu cemas, Aku ketiduran dan tidak mendengar ponselku bunyi," jelas Via.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja, aku hanya khawatir kalau terjadi ada apa-apa, karena aku mencoba menghubungi kamu sejak habis magrib tapi tidak terjawab terus. Ini tadi rencananya kalau malam ini kamu tidak membalas pesankku, besok pagi-pagi sekali aku akan ke Solo," ujar Andre.
"Maafkan aku ya, Ndre." ucap Via terisak.
"Via, kamu kenapa? apa kamu sedang menangis? Ada apa Via? Apa yang sedang terjadi?" Tanya Andre cemas.
"A-aku tidak apa-apa, Ndre. Aku hanya merasa bersalah sama kamu, sudah satu bulan kita menikah, tapi aku tidak pernah menjalankan tugasku sebagai seorang istri dengan baik." ucap Via terisak.
"Via, Kamu..?" Ucap Andre terputus mendengar perkataan Via.
__ADS_1
Andre bertanya-tanya apa mungkin sekarang , Via sudah bisa menerima dirinya?
"Iya, Dre. Aku, aku ingin memulai membuka lembaran baru bersama kamu, karena mau tidak mau, suka tidak suka, kamu adalah imamku sekarang, maafkan aku jika selama ini aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu," ucap Via.
"Alhamdulillah, Terima kasih, kamu sudah bersedia membuka hati kamu untuk ku," ucap Andre.
"Andre, mungkin saat ini aku memang belum mencintai kamu, tapi aku akan berusaha agar aku bisa mencintai kamu, Dre." ucap Via.
"Dengan kamu, mau berusaha membuka hati kamu saja, aku sudah sangat berterima kasih, Via. sampai kapanpun aku akan bersedia menunggu kamu jatuh cinta padaku. Karena aku mencintaimu, Via." ucap Andre.
"Kamu mencintaiku? sejak kapan kamu mencintai ku?" tanya Via heran dengan pengakuan Andre, karena setau Via, Andre mau menikah dengan dirinya juga karena perjodohan yang sudah di atur oleh keluarganya.
"Sudah sejak lama aku mencintai kamu, Via. Mungkin sejak SMA atau mungkin sejak SMP, entahlah. Yang pasti sudah sejak lama aku mencintai kamu," ucap Andre mengakui isi hatinya.
"Kenapa kamu tidak pernah mengatakan, kalau selama ini kamu mencintaiku?" tanya Via.
"Jika aku mengatakannya dari dulu, apa kamu akan membalas perasaan ku? Aku memilih diam, karena aku tau kamu tidak mencintaiku." jawab Andre.
"Apa jangan-jangan perjodohan ini juga keinginan kamu sendiri ya? bukan karena orang tua kita?" tanya Via menghakimi.
"Kenapa Via? apa sekarang kamu membenciku karena ternyata aku mencintai kamu?" tanya Andre.
"Mungkin jika kemarin-kemarin aku mendengarnya, iya aku akan sangat marah sama kamu, tapi karena sekarang aku sudah betekad untuk memulai lembaran baru bersama dengan mu, aku tidak akan bisa marah, karena sekarang kamu adalah suamiku." terang Via.
"Maafkan karena egois, tapi aku lakukan semua ini karena aku mencintaimu." jelas Andre.
"Ya sudah, ini sudah hampir pagi, aku mau melanjutkan tidurku sebentar, karena pagi ini aku ada jam mengajar," ucap Via menutup telpon.
Setelah berbincang dengan Andre, Via melanjutkan tidurnya kembali dan saat paginya Via segera melakukan aktivitas seperti biasanya. setelah sholat subuh Via akan menyiapkan materi untuk bahan mengajar.
Dret... dret...
Pesan masuk dari Andre.
__ADS_1
"(Selamat pagi istriku, semoga harinya menyenangkan dan semoga selalu dalam lindungan Alloh. Sebelum berangkat mengajar biasakan sarapan dulu, aku yang mencintaimu suamimu Andre.)" chat dari Andre.
"Astaghfirullah, apaan sih? kok. jadi lebay gini si Andre hahaha.." ucap Via tertawa.
"(Iya, Aamiin)" balas Via.
Dret.. dret...
Panggilan masuk
"Assalamualaikum,"
"Walaikumsalam, balas pesannya cuma gitu doang?" tanya Andre dari sebrang telpon.
"Terus harus balas bagaimana?" tanya Via.
"Ya, tanya apa gt. Apa kasih perhatian ke suami," ucap Andre.
"Andre, aku ini bukan orang yang bisa basa-basi. lagian kamu itu lebay banget, tau gak sih?" ucap Via.
"Lebay dari mana nya? orang cuma mau merayu istri sendiri di bilang lebay," ujar Andre.
"Aneh tau, udah agh.. tidak usah lebay, lebay an gitu, aku tutup dulu telponnya ya, mau segera berangkat ke kampus," ucap Via.
"Iya, Hati-hati. Sabtu aku ke sana ya?" tanya Andre.
"Mau ngapain?" tanya Via
"Mau ketemu istri lah, mau ngapain lagi? pertnyaan aneh," gerutu Andre.
"Hehehe.. iya, iya. ya sudah aku tutup telponnya. Assalamu'alaikum," ucap Via menutup telpon.
"Walaikumsalam," jawab Andre.
__ADS_1
^Happy Reading^