KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
Chapter 43


__ADS_3

Andre begitu panik melihat Hera yang tiba-tiba datang menghampiri dirinya.


Tapi sepertinya kali ini Hera juga sudah nekat karena di dalam rahimnya ada seorang anak yang juga membutuhkan seorang Ayah.


"Untuk apa kamu ke sini, Hera? kamu jangan gila Hera." ujar Andre.


"Lalu bagaimana dengan pertanggungjawaban kamu, Dre?" tanya Hera.


"Pertanggung jawaban apa? Bukankah kamu sendiri yang mengatakan, jika kamu tidak ingin menikah? okay! Aku pasti akan membiayai anak itu, tapi aku tidak akan mau menikah kamu, " Tegas Andre.


"Ta-tapi aku butuh kamu, Andre. Anak kita membutuhkan kamu," rengek Hera.


"Aku mencintai Via. Dan aku tidak mau mengorbankan rumah tanggaku untuk wanita seperti kamu," ucap Andre.


Bruk..


Andre tersungkur ke lantai setelah di pukul Pak Handoko.


"Andre, " teriak Hera mencoba menolong Andre yang tersungkur ke lantai.

__ADS_1


"Laki-laki biad*p kamu, Andra! istri kamu belum sembuh dari operasi dan anak kamu sedang berjuang antara hidup dan mati. Tapi kamu malah di sini bersama selingkuh kamu! Laki-laki tidak tau diri. sebaiknya kamu segera ceraikan anak saya!" umpat Pak Handoko.


"Pah.. saya bisa jelaskan semuanya! ini tidak seperti apa yang Papa pikirkan. Andre mencintai Via, Pah. Andre tidak mau berpisah dari Via," ucap Andre.


"Pah, segera ke NICU Pah. Anak Kak Biar, Anak Kak Via," ucap Tia panik.


"Ada apa? Ada apa Tia?" tanya Pak Handoko panik.


"Tia, anakku kenapa?" sahut Andre Panik.


Tia diam dan air matanya terjatuh membahasi pipi.


Di sana Pak Handoko melihat Via sudah menangis histeris di pelukan mamanya.


"Hua.. Hua... " tangis Via histeris.


"Sabar sayang! sabar! jangan seperti ini Via. Anak kamu juga pasti tidak ingin kamu seperti ini." Bu Rini mencoba menenangkan Via.


"A-ada apa ini Mah," tanya Andre dengan mata berkaca-kaca melihat tim medis melepaskan alat-alat yang terpasang pada tubuh kecil putrinya.

__ADS_1


"Puas kamu! Puas kamu membuat anak aku meninggal?" teriak Via histeris.


"Me-meninggal? Ti-tidak mungkin, Tidak mungkin anak kita meninggal," ucap Andre tak percaya.


"Sayang ini Papa Nak, ini Papa! Bangun sayang! maafkan Papa. Maafkan Papa sayang! bangun anakku, bangun!" tangis Andre pecah memeluk tubuh kecil putrinya yang sudah tak bernyawa lagi.


Ini adalah pukulan terbesar dalam hidup hidup Andre. Karena kesalahan yang telah dilakukannya, sekarang dia harus kehilangan anak yang sangat dia cintai.


Semua orang dalam ruangan itu menangis. Bahkan Via sama sekali tidak merasakan sakit padahal luka bekas operasi yang telah di jalani belum kering.


***


Setelah acara pemakaman, Semua berkumpul di rumah Pak Handoko. begitu juga dengan Andre.


"Aku akan segera menguras perceraian kita, Dre." Dengan air mata yang seakan tidak bisa berhenti, Via mengatakannya.


"Via, aku tau aku salah. Mungkin aku tidak pantas untuk mendapatkan maaf dari kamu. Jika memang itu sudah menjadi keputusan Kamu. Aku pasrah Via. Aku memang pantas menerima semua ini," ucap Andre pasrah.


Pak Handoko hanya diam mendengar keputusan Via. Tak ada perkataan apapun yang keluar dari mulutnya. Rasa bersalah pada Via yang kini justru menyelimuti Pak Handoko. Selama ini Pak Handoko berpikir menikahkan Via dengan Andre adalah yang terbaik. Tapi ternyata justru di situlah awal mula penderitaan Via di mulai.

__ADS_1


__ADS_2