KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
CH 20


__ADS_3

Pagi ini Via berangkat ke kampus tak seperti biasnya, karena pagi ini Via datang bersama dengan Andre.


"Kamu mau langsung pulang atau mau menunggu di sini?" tanya Via.


"Boleh aku jalan-jalan di sekitar sini saja?" tanya Andre.


"Boleh saja sih, kalau kamu tidak jenuh. Hari ini aku ada kelas sampai siang," jawab Via.


"It's okay, tidak apa-apa. Aku akan menunggu. Lagipula kapan lagi bisa menunggu kamu seperti ini," jawab Andre tersenyum.


"Ya, terserah kamu saja, aku masuk dulu ya," ucap Via berlalu.


***


"Selamat pagi semua, seperti yang sudah saya janjikan tempo hari. Kalau hari ini kita akan mengadakan praktek di laboratorium farmakologi untuk menguji pra klinis suatu obat atau bahan dari tanaman maupun hewan dan nanti kita akan mengujikannya pada hewan kelinci." ucap Via.


"Apa semuanya sudah membawa bahan dan alat yang akan kita gunakan untuk praktek?" tanya Via.


"Sudah, Bu." jawab Mahasiswa.


"Baik, karena semua sudah membawa bahan dan alatnya. Sekarang kita menuju laboratorium Farmakologi untuk mulai uji cobanya." ucap Via berlalu dan semua mahasiswa mengekori.


Saat Via berjalan dengan rombongan mahasiswa menuju Laboratorium, tak sengaja Andre yang sedang duduk di serambi masjid melihat Via yang melintas di depan masjid, karena kebetulan jalan untuk menuju Laboratorium melewati depan masjid.


Tampak Via melemparkan sedikit senyum untuk Andre.


"Bu Via kasihan ya, denger-dengar sekarang Bu Via sudah menikah tapi bukan dengan Kak Rian," ucap Mahasiswa yang kebetulan ada di sana dan mereka tidak ada yang mengetahui kalau Andre adalah suami Via.


"Yang benar? Lalu dengan siapa Bu Via menikah?" tanya mahasiswa yang lain.


"Entahlah, aku juga tidak paham dengan siapa Bu Via menikah, tapi yang jelas bukan Kak Rian, kasihan banget nasib percintaan mereka. Kita taulah Bu Via dan Kak Rian itu pasangan yang sangat serasi, keduanya berpacaran dengan saling memberi motivasi agar bisa menjadi mahasiswa terbaik di kampus ini,"


"Benar banget itu, jika kebanyakan mahasiswa pacaran justru akan membuat nilai kuliah hancur, tidak dengan mereka. mereka justru memberikan contoh bagaimana pacaran yang bisa saling memotivasi untuk menjadi lebih baik,"


"Tapi sayangnya mereka tidak berjodoh. pasti sakit banget jadi Bu Via. Bayangkan saja tujuh tahun mereka bersama tapi harus kandas begitu saja," ujar mahasiswa tingkat akhir yang mengetahui bagaimana perjalanan cinta Via dan Rian. Karena Via dan Rian dulunya memang pasangan yang sangat di idolakan di kampus ini, gaya pacaran mereka yang tidak pernah lebay dan condong lebih saling memberikan motivasi positif, menjadikannya mereka banyak di kagumi adik tingkat.


"Iya lah, pasti sedih banget,"


"Berarti Bu Via menghianati Kak Rian atau bagaimana sih cerita yang sebenarnya?" sahut mahasiswa yang lain.


"Kabar yang aku dengar, Bu Via di paksa nikah oleh orang tuanya, karena itu terpaksa Bu Via meninggalkan Kak Rian, karena Kak Rian juga tidak mau jika melanjutkan hubungan tanpa restu dari orang tua Bu Via."

__ADS_1


"Sungguh tragis nasib Bu Via dan Kak Rian, di jaman modern seperti sekarang, masih aja ada orang tua yang kolot seperti itu dan memaksakan kehendaknya pada anak."


Andre yang mendengar obrolan para mahasiswa ini merasa semakin bersalah.


"Ternyata semua orang di kampus ini sepertinya tau hubungan antara Via dan Rian," batin Andre.


"Maaf kalian kenal sama Rian yang dulu pacaran sama Bu Via?" tanya Andre memotong pembicaraan para mahasiswa.


"Iya kami kenal, karena Kak Rian kan dulu kakak tingkat kami dan sekarang sepertinya sudah bekerja di kota K," jawab mahasiswa.


"Sepertinya Bu Via dan Rian terkenal sekali ya di sini? sampai adik tingkat pun mengetahui hubungan mereka," ucap Andre.


"Iya, karena mereka itu idola kami, tapi sayang mereka tidak bersatu karena pergi yang dilakukan orang tua Bu Via."


"Oiya, anda siapa? kenal juga sama Bu Via dan Kak Rian?"


"Saya? bukan siapa-siapa. Hanya mendengar kalian berbincang sepertinya seru sekali," ucap Andre tersenyum dan berlalu.


Andre yang awalnya ingin menunggu Via hingga selesai kuliah, mengurungkan niatnya.


Andre memilih untuk pergi dari kampus dan kembali ke rumah Via yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kampus.


"Huffftt.. " Andre menghempaskan tubuhnya di sofa dan menghela nafas menenangkan hati dan pikiran.


Dari awal memang Andre tau, kalau Via sudah memiliki kekasih tapi sekarang ketika mendengar banyak yang memuji pasangan ini, seperti ada rasa tidak rela tapi juga seperti ada perasaan bersalah, karena telah memisahkan kedua insan yang saling jatuh cinta.


Dret.. dret...


Panggilan masuk dari Via.


"Assalamu'alaikum," ucap Via dari sebrang telpon.


"Walaikumsalam," jawab Andre.


"Kamu dimana? tadi katanya mau nungguin? Ini aku sudah selesai mengajar," ucap Via.


"Okay, tunggu sebentar. Aku jemput," ucap Andre menutup telpon.


Andre segera mengmbil motor Via dan berangkat ke kampus lagi untuk menjemput Via.


Ketimbang membawa mobilnya, Andre lebih memilih membawa motor agar bisa lebih mesra dengan Via.

__ADS_1


Via yang sudah menunggu di depan kampus, langsung memakai helm dan naik ke motornya saat Andre berhenti di depannya.


"Kita jalan-jalan dulu, mau tidak?" tanya Andre.


"Boleh, mau kemana memangnya?" tanya Via.


"Aku ingin lihat taman yang sering kamu kunjungi setiap pulang dari kampus," ucap Andre.


"Em.. kamu yakin mau ke sana?" tanya Via.


"Kenapa tidak yakin? bukankah kamu juga sudah berjanji dulu waktu telpon, kalau mau mengajak aku kesana," ucap Andre menagih janji.


"Okay," jawab Via singkat.


Kini keduanya menuju taman kota yang biasanya dikunjungi Via dan Rian untuk mengerjakan tugas kuliah.


Sesampainya di taman mereka berkeliling taman.


"Ternyata tempatnya asyik ya? Pantas saja kamu senang di sini," ucap Andre.


"Iya, tempatnya memang enak. Biasanya saat masih kuliah dulu, aku sering mengerjakan tugas kuliah di sini," ucap Via.


"Eh.. itu ada yang jual Batagor dan siomay ya? Kamu mau tidak?" tanya Andre mengalihkan pembicaraan karena Andre ingat masa kuliah Via hampir seluruhnya ada kisahnya dengan Rian.


"Boleh," jawab Via singkat.


"Mau batagor atau siomay?" tanya Andre.


"Batagor saja," jawab Via.


"Pak, batagor dua ya!" ucap Andre.


"Eh.. Mbak Via, kirain tadi sama Mas Rian," ucap penjual batagor.


"Ah, iya. Tidak Pak, saya bersama dengan suami saya," jawab Via menjaga hati Andre.


"Oh... Maaf, saya tidak tau, Mbak Via sudah punya suami sekarang," ucap penjual merasa menyesal.


Andre hanya tersenyum seolah baik-baik saja, meskipun saat ini hati Andre, benar-benar terasa sakit, bagai ada yang menusuk. Bahkan penjual batagor pun, tau hubungan antara Via dan Rian.


"Ternyata kamu dan Rian cukup terkenal ya di sini," ucap Andre.

__ADS_1


^Happy Reading^


__ADS_2