
"Andre, okay! aku akui aku salah, tapi kamu tau kan, dari awal_" ucap Via terputus.
"Tidak perlu kamu ingatkan lagi, aku sudah tau apa yang akan kamu katakan. kamu mau bilang kalau kamu tidak pernah mencintai aku kan? sudahlah Via, aku juga sudah tidak mengharapkan kamu untuk mencintaiku," ucap Andre yang sudah sakit hati dengan Via.
Andre memutus sambungan telepon. Via merasa tertimpa reruntuhan dan membuatnya sesak untuk bernapas. Via memang tidak mencintai Andre, tapi melihat kemarahan Andre, sebagai seorang istri sekarang Via merasakan tidak suka dengan sikap Andre.
***
"Assalamualaikum, ma" Andre menjawab panggilan di telpon dari Bu Rini.
"Walaikumsalam, Andre. Kenapa sudah lama kamu tidak pernah main ke rumah Mama sama Via? Tiap akhir pekan Via pulang kan?" tanya Bu Rini.
"Maaf Ma, Andre teralu sibuk akhir-akhir ini. Dan Via tidak pernah pulang," jawab Andre.
"Via tidak pernah pulang? Lalu kamu juga tidak ke Solo?" tanya Bu Rini.
"Andre sibuk banget Mi, tidak bisa ke sana. Banyak pekerjaan yang tidak bisa Andre tinggalkan," jawab Andre.
"Kalian ini pengantin baru, bagaimana ikatan kalian bisa cepat terjalin jika kalian saja jarang bertemu," ucap Bu Rini.
"Andre, mulai sekarang kamu harus lebih perhatian dengan Via, Apalagi di saat kondisi Via sedang hamil seperti ini, dia pasti sangat membutuhkan perhatian lebih dari kamu, Orang hamil itu bawaannya ingin lebih di perhatikan," ucap Bu Rini.
"Hamil? maksud Mama, Via hamil?" tanya Andre tercengang.
"Memang kamu juga belum tau kalau Via hamil?" tanya Bu Rini tak habis pikir.
"Belum Ma, Via kemarin telpon juga tidak bilang apa-apa," jawab Andre.
"Sebenarnya hubungan kalian itu seperti apa sih? kenapa bisa Via hamil kamu tidak tau? Pernikahan itu bukan suatu permainan, harus saling memahami, saling mengerti. kurangi ego masing-masing," ucu Bu Rini.
"Iya ma, maafkan Andre. Andre akan belajar untuk bisa menjadi suami yang lebih baik untuk Via." ucap Andre.
Setelah menutup panggilan, Bu Rini menghela nafas kasar.
__ADS_1
"Ada apa sih Ma? kenapa kesal seperti itu?" tanya Pak Handoko.
"Itu Via sama Andre, mama tidak habis pikir hubungan seperti apa yang saat ini mereka jalani. Andre bilang Via tidak pernah pulang ke rumah, Bahkan Via hamil Andre juga tidak tau, bagaimana tidak keterlaluan mereka itu," keluh Bu Rini.
"Ini pasti yang salah Via, Mama tau kan? bagaimana keras kepalanya Via." ucap Pak Handoko.
"Iya, sama seperti Papa keras kepalanya." ujar Bu Rini.
"Kenapa jadi bawa-bawa Papa," ucap Pak Handoko.
"Iya, kalau pernikahan mereka tidak bisa berjalan dengan baik, itu semua salah Papa. Dari awal Mama sudah bilang, Via itu tidak mencintai Andre. Tapi Papa memaksakan kehendak Papa, sekarang Papa lihat hasilnya. Pernikahan macam apa yang saat ini Via jalani?" ucap Bu Rini.
"Via saja, yang tidak bisa menghargai suami, sebagai seorang wanita yang sudah bersuami, harusnya Via bisa lebih menghargai suaminya dan Papa juga tidak mengerti dengan pemikiran Via, untuk apa sih dia memaksakan diri untuk bekerja di Solo sementara suaminya bisa menghidupi dia di sini," ucap Pak Handoko.
"Kalau pemikiran Papa seperti itu, untuk apa Papa dulu menyekolahkan Via tinggi-tinggi? Lebih baik Papa nikahkan saja Via dari dulu," jawab Bu Rini.
"Kenapa sekarang kamu suka membantah Papa sih Ma? perasaan dulu Mama tidak seperti itu?" tanya Pak Handoko.
"Papa yang membuat Mama kesal. Mama kasihan pa, dengan kehidupan yang Via jalani sekarang, bayangkan saja. Anak kita hamil mengurus dirinya sendiri di sana," ucap Bu Rini.
"Terus saja bela Andre" ucap Bu Rini dan berlalu.
Pak Handoko mengambil ponselnya dan menghubungi Via.
"Assalamu'alaikum, Pa." jawab Via dari sebrang telpon, yang sedang berada di kampus.
"Walaikumsalam, Apa kamu sibuk? Papa mau bicara!" ucap Pak Handoko
"Via sedang di kampus, ini baru selesai mengajar. Ada apa memangnya pa?" tanya Via.
"Apa benar kamu tidak pernah pulang ke rumah suami kamu?" tanya Pak Handoko.
"Iya Pah, Via sibuk akhir-akhir ini," jawab Via.
__ADS_1
"Kamu itu seorang istri, Via. Bagaimana bisa kamu bersikap seperti ini pada suami kamu. Via belajarlah jadi seorang istri yang baik. Belajar menghargai Andre!" ucap Pak Handoko.
"Pah, Via sudah mengikuti semua yang Papa katakan. Apa itu masih kurang?" tanya Via.
"Kamu! berani sekarang kamu bicara seperti itu sama Papa?" Pak Handoko murka.
"Lalu Via harus bicara bagaimana Pah? Via ini juga punya hati. Apa Papa pikir ini mudah untuk Via, menjalani kehidupan dengan laki-laki yang tidak pernah Via cintai? Sementara ruang di hati Via hanya ada Rian," ucap Via.
"Rian lagi! Rian lagi! Sadar Via kamu itu sudah bersuami, kenapa kamu belum juga melupakan Rian," teriak Pak Handoko.
"Via tau Pah! Via tau! Tapi Papa juga tau, seluruh ruang di hati Via sudah di penuhi Rian, bagaimana bisa Via mencintai Andre," ucap Via.
"Tapi Andre itu sekarang sudah menjadi suami kamu dan kamu juga sedang mengandung anaknya Andre. Jadi Papa ingatkan kamu, segera lupakan Rian dan baik-baiklah dengan Andre. Jangan sampai kamu menyesal, Via." ucap Pak Handoko menutup telpon.
Via menangis sesenggukan, tidak tau lagi harus bagaimana.
"Via, kamu kenapa? Kenapa menangis seperti ini?" tanya Pak Surya pamannya Rian yang kebetulan melintas.
"Pak Surya, Maaf Pak! saya tidak seharusnya menangis di sini, tapi entahlah Pak, tiba-tiba saja, hati saya sakit," ucap Via.
"Via, sepertinya kehidupan yang kamu jalani juga tidak mudah. Sama halnya dengan Rian," ucap Pak Surya.
"Rian? Rian kenapa Pak? Apa yang terjadi dengan Rian?" cerca Via.
"Semenjak kamu menikah, Rian sepertinya juga kehilangan arah dan tujuan hidupnya. Dia berusaha mencari pengganti kamu, dengan berpacaran dengan beberapa wanita tapi tidak satu pun yang bisa membuat dia melupakan kamu," ucap Pak Surya.
"Astaghfirullah, kenapa cinta kami harus seberat ini Pak? Kenapa begitu sulit melupakan perasaan ini," ucap Via.
"Via, bair bagaimana kalian harus bisa saling melupakan. Sekarang kamu sudah menikah, Hargai suami kamu, dosa hukumnya bagi seorang istri yang masih memikirkan laki-laki lain," ucap Pak Surya.
"Via tau itu, Pak Surya. memang tidak pantas bagi saya untuk memikirkan Rian, tapi untuk melupakan Rian juga terlalu sulit, Pak." ucap Rian.
^Happy Reading^
__ADS_1
Jangan lupa like, coment dan Vote ya sayang💕
Dukungan kalian sangat berarti bagi thor. Terima kasih😘💕