
"Kamu benar-benar akan kembali ke Solo?" Tanya Andre ketika Almira akan berangkat ke Solo.
"Iya Dre, aku harus kembali ke sana. Aku tidak bisa mengabaikan pekerjaanku begitu saja kan?"
"Via, sebenernya aku tidak ingin kamu kembali ken Solo tapi karena kamu tetap ingin kembali, Ya sudah aku bisa apa?" Andre mengangkat kedua bahunya.
"Biar aku pikirkan dulu ya, tapi sekarang aku harus kembali ke Solo," ucap Via menyakinkan Andre.
"Baiklah aku akan mengantarkan kamu ke stasiun," ucap Andre dan Via tersenyum senang.
Setelah menungu setengah jam Akhirnya keretanya pun datang, Via mencium tangan Andre dan segera masuk kedalam kereta. sepanjang perjalanan Via memikirkan nasib rumah tangganya. Via menyadari hubungan jarak jauh seperti ini mungkin bukan pilihan terbaik, apalagi di Solo terlalu banyak kenangan bersama Rian. Akan sulit baginya untuk bisa melupakan kenangan bersama Rian jika dirinya masih ada di kota di mana setiap sudut kota menginginkan dirinya dengan Rian.
"Baiklah, mungkin sudah saatnya aku benar-benar melupakan semua yang berhubungan dengan Rian." batin Via
Via pun akhirnya mengambil keputusan besar dalam hidupnya, setelah ujian akhir semester ini, Via akan mengundurkan diri dan kembali ke kota C, menjalani kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya bersama Rian.
Sesampainya di solo, Via beristirahat karena hari ini dirinya tidak mengajar, hanya saja nanti sore harus mengontrol stok obat yang ada di apotek.
Via mengambil benda pipih yang ada di tasnya dan menghubungi Andre, untuk memberi kabar kalau saat ini dirinya sudah sampai Solo.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum, Dre."
"Walaikumsalam, Iya ada apa Vi? Apa kamu sudah sampai Solo?" tanya Andre.
"Iya, aku baru saja sampai,"
"Kamu lagi dimana ini Dre? sepertinya rame sekali?" tanya Via.
"A-aku lagi makan siang bersama klien. Nanti aku hubungi lagi ya!" ucap Andre menutup telponnya.
"Andre kenapa sih? gak biasanya main tutup telpon," gumam Via menatap layar ponsel.
***
"Apa masalahnya? Dia kan memang istriku, wajarkan kalau dia menghubungi aku?" Andre sebenernya juga sudah males berhubungan dengan Hera tapi demi menutupi perselingkuhannya, Andre terpaksa tidak meninggalkan Hera Andre tau, Hera adalah wanita yang cukup nekat. Sementara saat ini Andre baru saja mendapatkan kepercayaannya dari Via, Andre tidak ingin Via kembali jauh darinya.
"Andre, Saat ini kamu sedang bersamaku. Dan aku tidak mau kamu membahas istri kamu itu di saat kita sedang bersama, satu lagi. Aku ingin kamu lebih mengutamakan aku dari pada wanita itu,"
"Ya gak bisa seperti itu dong, Via itu istriku! kamu jangan keterlaluan Hera. Aku masih bersama kami saat ini bukan berarti aku masih menginginkan kamu! Tapi karena aku tidak mau kamu merusak rumah tanggaku," Andre memberi peringatan pada Hera.
__ADS_1
"Bukan aku yang merusak hubungan rumah tangga kalian, tapi istri kamu sendiri. saat ini kamu tidak mungkin bersama denganku jika wanita itu perduli sama kamu! Dia tidak mencintai kamu Andre, aku yang mencintai kamu," Hera kembali mengingatkan malam di mana dirinya bertemu dengan Andre dan saat itu keadaan Andre sedang terpuruk karena Via.
"Kamu tidak lupa semua itu kan sayang?" Hera menggenggam tangan Andre.
"Saat itu kami memang sedang ada masalah, tapi yang namanya rumah tangga itu pasti ada masalah. Dan bodohnya aku harus jatuh kepelukan kamu," ucap Andre kesal.
"Kamu tidak perlu menyesalinya sayang, itu karena kita memang berjodoh," Hera menimpali dan tersenyum.
"Kamu tidak akan pernah mengerti masalah rumah tangga, percuma bicara sama kamu," ucap Andre kesal.
"Jangan pernah bicara seperti itu sama aku Andre, aku tidak mau tau masalah rumah tangga, yang aku mau saat bersama dengan ku, kamu tidak memikirkan wanita lain. meskipun itu istri kamu sendiri!" ucap Hera.
***
Di kantor Andre terus berpikir bagaimana caranya bisa lepas dari wanita ular seperti Hera.
Semakin Via baik, semakin Andre merasa bersalah karena sudah mengkhianatinya.
^Happy Reading^
__ADS_1