KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
CH 28


__ADS_3

Hera mulai kesal lantaran dua hari ini di abaikan oleh Andre. Dan Hera bukan tipe wanita yang suka dipermainkan.


"(Jika kamu tidak segera menghubungi aku, aku kan datang ke rumah kamu)," Seketika wajah Andre memucat setelah membaca pesan yang Hera kirim untuk dirinya.


"Andre kamu kenapa? Apa kamu sakit" Via cemas melihat wajah Andre yang tampak pucat, Via memegang kening Andre.


"Tidak panas," ucapan Via seraya membandingkan dengan dirinya.


"Apa mau aku buatkan minum?" tawar Via.


"Ti-tidak usah Via. A-aku tidak apa-apa, tapi aku harus ke kantor, ada hal penting yang harus aku selesaikan di kantor," pungkas Andre berdiri dan menyambar kunci mobil di meja.


"Andre," Via memangil dan Andre menghentikan langkah melihat Via.


"Aku boleh ikut kamu ke kantor? Selama kita menikah, sepertinya aku belum pernah ke kantor kamu," Via menyadari selama ini terlalu acuh dengan suaminya, bahkan belum pernah sekalipun menginjakkan kakinya di kantor suaminya.


"Bukan tidak boleh tapi sebaiknya kamu di rumah saja. Hari ini sepertinya aku sibuk sekali, takutnya kamu bosan kalau aku tinggal-tinggal. Apalagi kamu kan lagi hamil harus banyak istirahat. Kamu di rumah saja ya?" bujuk Andre.


Andre panik mendengar Via yang tiba-tiba ingin ikut ke kantor, karena sebenarnya Andre bukan ingin ke kantor melainkan Andre akan menemui Hera. Andre tau, Hera wanita yang cukup nekat.


Andre tau, jika dirinya tidak segera menemuinya, bisa saja Hera benar-benar datang mencarinya ke rumah.


"Baiklah, tapi jangan lama-lama! besok aku sudah kembali ke Solo,"


Via sekarang ingin memulai hubungan yang baik dengan Andre.


"Iya tidak akan lama, bagaimana kalau kamu aku antar ke rumah Mama dulu, mereka juga pasti merindukan kamu kan? dari pada kamu di rumah sendirian,"


"Iya, aku mau ke rumah Mama.Kalau begitu aku ganti baju dulu," pungkas Via berlalu.


Via tersenyum bahagia, sudah cukup lama Via tidak bertemu dengan Mama dan adiknya.Apalagi sejak berdebat dengan Papa nya beberapa waktu yang lalu, Via memang jarang menghubungi orang tuanya.


***

__ADS_1


"Sayang, kamu masuk sendiri dulu ya. Sampaikan salam ku untuk Mama dan Papa," Andre tampak buru-buru karena pikirannya sudah kacau takut Hera nekat di saat hubungannya dengan Via sudah mulai membaik.


"Gak masuk sebentar dulu Mas?" tanya Via tapi Andre tetep menolak.


"Nanti saja setelah urusan kantor selesai aku jemput kamu,"


"Baiklah, aku masuk dulu Mas," via pamit dan mencium tangan Andre.


Via berjalan dan mengetuk pintu rumahnya.


"Kak Via," teriak Tia memeluk kakaknya.


"Ya Alloh kak, Tia kangen banget sama kakak, kenapa sejak nikah kakak gak pernah pulang ke rumah?" cerca Tia tanpa melepaskan pelukannya.


"Tia, pulang kenapa tidak bilang-bilang," Bu Rini menghampiri Via dan melihat sekitar


"Andre mana? kamu datang sendiri?" tanya Bu Rini yang tidak menemukan keberadaan menantunya.


"Papa di mana Ma?" tanya Via.


"Papa sedang pergi mancing sama temannya tadi, Papa pasti seneng kalau tau kamu datang. Papa kamu itu memang keras kepala, tapi percayalah Via. Papa itu menyayangi kamu," Via pun sebenarnya menyadari semua itu, sejak Via kecil Papa nya selalu ingin memberi yang terbaik untuk Via dan Tia.


"Iya mah, Via tau itu kok,"


"Kakak, di sini ada keponakan Tia ya?" Tia menyentuh perut Via dan tersenyum. Via pun menganggukan kepalanya.


"Hamil itu rasanya gimana kak? Tia jadi membayangkan kalau nanti Tia hamil, ada bayi di dalam perut," Tia tersenyum geli saat memikirkan semua itu.


"Hus, anak kecil membayangkan yang tidak-tidak. Kuliah saja yang benar. Ingat jangan macam-macam!" sahut Bu Rini.


"Igh.. Mama apa sih, Tia juga gak akan macem-macem kok. Maksudnya nanti kalau Tia sudah menikah," jelas Tia.


****

__ADS_1


Andre mendatangi Hera di rumahnya. rumah yang hanya di tempati Hera sendiri lantaran keluarga Hera yang broken home, membuat Hera tidak betah tinggal di rumah bersama orang tuanya dan memilih untuk hidup sendiri.


"Sayang akhirnya kamu datang juga. Aku merindukan kamu," Hera memeluk Andre yang baru datang.


"Hera jangan seperti ini," Andre berusaha melepaskan pelukan Hera, namun Hera semakin mempererat pelukannya.


"Apa kamu tidak merindukan aku? kenapa kamu mengabaikan aku?" cerca Hera.


"Kita duduk dulu, ada yang mau aku bicarakan sama kamu, Hera." ucap Andre


Hera pun akhirnya melepaskan pelukannya, Hera duduk di samping Andre dan mendengarkan apa yang akan Andre katakan.


Andre mengatakan kalau dirinya tidak bisa melanjutkan hubungan terlarang ini. Dan hal ini membuat Hera murka. Hera merasa di buang begitu saja setelah tidak di butuhkan lagi.


"Aku tidak akan tinggal diam Dre, jika kamu benar-benar meninggalkan aku. Aku akan memberitahu istri kamu tentang hubungan kita. Jangan kamu pikir aku tidak tau istri kamu kerja di mana?" Hera mengatakan hal itu agar Andre tidak meninggalkan dirinya.


"Hubungan kita ini salah Hera, kamu carilah laki-laki yang belum menikah, aku sudah punya istri," tegas Andre.


"Cari laki-laki yang belum menikah kamu bilang? kenapa kamu menyuruh aku mencari laki-laki yang belum menikah setelah semua yang sudah kita lakukan? kamu pikir, kamu bisa membuang aku begitu saja setelah istri kamu kembali? tidak Andre! kamu bermain dengan orang salah!"


"Tapi aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini, aku punya istri dan istriku sedang hamil saat ini!" Andre berbicara dengan nada tinggi namun Hera justru tersenyum menyeringai.


"Andre,Andre! kamu pikir aku ini wanita bodoh yang bisa kamu permainkan begitu saja? Aku tidak akan mau pisah dari kamu, aku mencintai kamu, Andre!" Andre mengacak-acak rambutnya frustasi, Hera benar-benar wanita yang cukup nekat.


Hera tiba-tiba saja memeluk dan mencium Andre dengan brutal. Andre berusaha melepaskan diri tapi Hera tidak memberikan kesempatan bagi Andre untuk bisa menolak ajakan Hera.


Setelah keduanya melakukan hubungan terlarang itu lagi, Andre kembali menyesali perbuatannya.


"Andre, aku tidak mau kamu mengabaikan aku! aku tidak meminta kamu untuk menceraikan istri kamu, aku juga tidak meminta kamu untuk menikahiku, tapi tolong jangan abaikan aku!"


Hera memang tidak ingin status resmi dari andre. Hera tidak mempercayai adanya pernikahan, karena selama ini Hera tumbuh di keluarga yang broken home, hampir setiap hari kedua orang tuanya bertengkar. itu sebabnya Hera lebih memilih untuk menjalini hubungan seperti ini, tapi lain halnya dengan Andre, dirinya merasa sangat berdosa telah menghianati Via.


^Happy Reading^

__ADS_1


__ADS_2