
Bagai tersambar petir di siang hari, mendengar Hera sedang hamil. Andre bingung harus seperti apa, di saat dirinya akan memulai kehidupan bahagia dengan Via dan menyambut kelahiran putra mereka, tapi kini Hera juga hamil. Anak di dalam kandungan Hera juga anaknya yang berhak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya.
Andre memegangi kepalanya karena pusing dan tidak tau harus bersikap seperti apa.
"Andre," panggil Hera lirih ketika dirinya sadar.
"Aku bahagia sekali, kamu ada di sini," ucap Hera.
"Kamu tidurlah! Aku harus segera kembali. Karena Via menunggu ku di rumah," ucap Andre.
"Dre, apa kamu sudah tau kalau aku hamil? aku hamil anak kamu! anak kita," ucap Hera dengan mata berkaca-kaca.
"Iya aku tau," jawab Andre singkat.
"Apa kamu juga akan menyayangi anak ini sama seperti kamu menyayangi anak yang saat ini di kandung Via?" tanya Hera.
"Sudahlah, Jangan terlalu banyak berpikir. Kamu harus banyak istirahat. Aku harus segera pulang. Tidurlah! besok pagi aku akan ke sini lagi," ucap Andre pergi meninggalkan Hera yang masih terlihat lemah.
Hera menatap kepergian Andre dan meneteskan air matanya. Hera sadar posisinya seperti apa, meski begitu, Hera tidak bisa memungkiri jika dirinya mencintai Andre.
****
Sesampainya rumah dengan pelan Andre membuka pintu agar tidak mengganggu tidur Via.
Perlahan Andre membaringkan tubuhnya di samping Via dan menatap wajah cantik istrinya.
__ADS_1
Dan kini bulir-bulir air mata Andre terjatuh membasahi bantalnya.
"Maafkan aku Via, maafkan aku. Karena kebodohan yang telah aku lakukan. Sekarang aku terjebak dalam situasi yang rumit seperti ini, aku bingung harus bagaimana Via," gumam Andre lirih.
Setelah cukup lama tidak mendengar suara Andre dan merasa jika Andre sudah tidur, Via kini membuka matanya.
"Entah apa yang saat ini kamu sembunyikan dari ku, Dre. Tapi aku tau saat ini ada hal besar yang sepertinya belum bisa kamu ceritakan ke aku," gumam Via lirih.
Via sudah merasakan ada kejanggalan cukup lama pada diri Andre. Tapi Via memilih untuk pura-pura tidak menyadari apa-apa. Via tidak ingin membuat Andre merasa bingung, Via hanya mencoba bersabar samapai Andre sendirilah yang nantinya akan menceritakan masalah apa yang sebenarnya terjadi.
Keesokannya harinya, setelah sarapan Andre segera pamit untuk pergi bekerja.
"Sayang, aku berangkat kerja dulu. Kamu baik-baik di rumah! jika ada apa-apa segera hubungi aku!" ucap Via.
"Iya Mas, nanti rencananya aku mau le rumah Mama. Apa boleh mas?" tanya Via.
"Iya mas," jawab Via.
Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah Via pergi ke rumah Mama nya dengan menggunakan taxi online.
"Assalamu'alaikum," ucap Via tapi tidak mendaptkan jawaban.
Via segera masuk ke dalam rumah karena rumah dalam keadaan tidak terkunci.
"Ma, Mama," Panggil Via karena tidak ada sautan, Via mencoba mencari Mama di kamar.
__ADS_1
"Mama..!" teriak Via
"Ma, Mama kenapa? Bagun ma," ucap Via mengguncang tubuh Mamanya yang sedang pingsan.
Via segera mengambil benda pipih yang ada di dalam tasnya dan memanggil ambulans.
Sesampainya di rumah sakit Bu Rini segera mendapatkan penanganan dari Dokter di IGD.
"Dok, bagaimana keadaan Mama saya?" tanya Via cemas.
"Kondisi pasien saat ini sudah baik-baik saja, pasien hanya terlalu capek dan tekanan darahnya sedikit rendah. Setelah istirahat beberapa hari, pasien akan baik-baik saja," jelas Dokter.
"Alhamdulillah," Via merasa lega kondisi Mamanya tidak terlalu serius.
"Ini silahkan anda tebus dulu obatnya, di bagian farmasi. Nanti setelah infus habis pasien bisa di bawa pulang, saya sarankan selama beberapa hari ini pasien harus banyak istirahat dan jangan melakukan aktivitas berat lebih dulu." ucap Dokter
"Baik Dok, Terima kasih," jawab Via menerima resep.
Via berjalan menuju tempat Farmasi, dan sekilas Via melihat Andre yang juga dari tempat Farmasi.
"Andre, kenapa Andre ada di sini? Bukankah seharusnya saat ini Andre ada di kantor? Lalu siapa yang sakit?" gumam Via penasaran, hingga diam-diam Via memutuskan untuk mengikuti Andre.
Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment, Vote, bunga dan kopinya ya sayang๐
__ADS_1
Dan jangan lupa klik favorit ๐ ya๐๐
Terima kasih๐๐