KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
Chapter 41


__ADS_3

"Jangan bilang kalau wanita itu hamil anak.. " Tia menutup mulut dengan tangannya dan membulatkan matanya seolah tak percaya dan Via semakin terisak.


"Ja-jadi benar, wanita itu hamil anak kak Andre?" ucap Tia tercengang.


"Anak Andre? Apa maksud kalian?" sahut Pak Handoko.


Via hanya menangis tak menjawab pertanyaan Pak Handoko.


"Kenapa kalian diam? katakan yang sebenarnya! Apa maksud kalian anak Andre? dan siapa wanita yang kalian maksud?" tanya Pak Handoko meradang.


"Andre selingkuh Pah dan saat ini wanita selingkuhan Andre sedang hamil anak Andre," jawab Via terisak.


Bagai tersambar petir, hati Pak Handoko hancur mendengar menantu yang selama ini sangat dia banggakan sudah melukai hati putrinya


"Apa yang kamu katakan itu benar? Apa kamu sudah menyelidiki kebenarannya?"cerca Pak Handoko.


Via hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban. Tia memeluk kakaknya dengan erat.


"Tia tidak menyangka jika kak Andre tega melakukan ini sama kakak," ucap Tia.

__ADS_1


"Apa sekarang papa puas dengan menantu pilihan Papa?" sahut Bu Rini.


"Kenapa Mama berkata seperti itu? Papa juga sama terkejutnya seperti kalian semua. Papa juga kecewa dengan Andre. Papa tidak menyangka jika Andre tega melakukan semua ini," ujar pak Handoko.


***


"Assalamu'alaikum," ucap Andre masuk ruang rawat Via.


Bug..! Bug..!


Pak Handoko memukul wajah Andre.


"Kurang ajar! menantu tidak tau diri. Berani-beraninya kamu menghianati putri saya!" ucap Pak Handoko berapi-api.


"Pah, saya jelaskan semuanya," ucap Andre memegang wajahnya dan sudut bibirnya berdarah.


"Apa yang ingin kamu jelaskan? kamu ingin menjelaskan jika kamu sudah berselingkuh dan wanita selingkuhan kamu saat ini juga sedang hamil anak kamu? Apa itu yang ingin kamu jelaskan?" ucap Pak Handoko.


"Pah, Andre melakukan itu bukan karena Andre sengaja ingin berselingkuh dari Via. Andre melakukan semua itu benar-benar karena tidak sengaja pah, ini hanya kecelakaan! Andre tidak mencintai wanita itu," jelas Andre.

__ADS_1


Bug..!


Pak Handoko kembali memukul Andre.


"Papa tenang pa, jangan gegabah seperti ini," cegah Bu Rini.


"Kecelakaan kamu bilang? Tidak sengaja kamu bilang? Kamu pikir saya ini bodoh percaya dengan ucapan laki-laki yang sudah menyakiti hati anak saya seperti kamu ini?" Pak Handoko benar-benar kehilangan kepercayaan dengan Andre.


"Via! saya mohon! tolong maafkan saya!" rengek Andre.


Via yang sejak tadi hanya diam melihat perdebatan antara Andre dan ayahnya, kini membuka suara dan mengatakan jika dirinya ingin berpisah.


"Tidak Via, jangan berkata seperti itu! Anak kita membutuhkan kita berdua, tolong jangan katakan itu! Aku janji, aku akan melakukan apapun asal kamu mau memaafkan aku!" rengek Andre.


"Anak kita tidak membutuhkan seorang ayah seperti kamu! Anak kita akan malu jika mengetahui kelakuan ayahnya yang menjijikkan seperti itu! Sekarang pergi dari sini. Aku akan mengurus surat perpisahan kita!" ucap Via.


"Via kamu tidak bisa melakukan semua ini padaku. Biar bagaimana aku punya hak atas anak kita. Dan aku ingin membesarkan anak kita bersama," ucap Andre.


"Andre! apa kamu tidak mendengar apa barusan Via katakan? Pergi dari sini!" ucap Pak Handoko.

__ADS_1


"Pah tolong maafkan Andre. Andre salah tapi Andre mencintai Via. Andre tidak bisa kehilangan Via," Andre mencoba menyakinkan semua orang yang ada di sana tapi tak ada satupun yang menggapainya.


__ADS_2