KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
CH 22


__ADS_3

"Via, jadi ini yang selama ini ada di dalam pikiran kamu? jadi kamu hanya berpikir kalau aku hanya menginginkan tubuh kamu?" ucap Andre mengangkat dagu Via dan menatap matanya.


"Kalau bukan lalu apa? Sejak awal aku sudah mengatakan, kalau di hatiku sudah ada orang lain, tapi kamu sama sekali tidak menghiraukan hal itu dan kamu tetap ingin melanjutkan pernikahan ini, lalu apa kalau bukan hal ini yang kamu inginkan?" tanya Via dengan derai air mata.


"Sekarang ini kamu adalah istriku, kita ini suami istri. Wajarkan aku menginginkan hak ku sebagai seorang suami. Bagaimana bisa kamu berkata seperti itu? Aku tidak menyangka Via, ternyata pikiran kamu selama ini seperti itu," ucap Andre berdiri dan menyambar kunci mobil yang ada di atas meja.


Jauh-jauh Andre datang menemui istrinya lantaran merindukan istri yang di cintainya. Namun bukan sambutan manis yang dia dapatkan melainkan ucapan menyakitkan yang terlontar dari bibir manis istrinya.


Kecewa, marah, itulah yang Andre rasakan saat ini. Meskipun tubuhnya capek, tapi Andre yang sedang sakit hati memilih untuk kembali pulang ke kota C.


"Hik.. hik.. " Via menangis tersedu-sedu. Hatinya pun merasa sakit, karena memang dirinya tidak mencintai Andre. Sampai saat ini meskipun raganya terpisah dari Rian, tapi hati dan pikirannya hanya untuk Rian.


"Rian, aku merindukan kamu." gumam Via dengan bulir-bulir air mata menggenangi sudut matanya.


Tak sedikitpun Via menyesali perbuatan pada Andre.


Justru Via merasa hatinya tenang karena sudah berkata jujur pada Andre, karena Via sudah merasa lelah bersandiwara. Sekeras apapun usahanya untuk bisa menerima Andre dan melupakan Rian, rasanya semua sia-sia. Hatinya sudah terukir nama Rian.


***


Andre yang merasa sakit hati pergi ke clubbing di sana di meneguk beberapa gelas minuman keras, Andre sebenarnya bukan laki-laki peminum ataupun laki-laki yang doyan clubbing. Hanya saja mendengar perkataan Via membuatnya tertekan dan akhirnya Andre menerima ajakan teman-temannya untuk menghibur diri di clubbing.


"Udahlah Ndre, istri durhaka seperti itu kenapa kamu pikirkan seperti itu? lupakan Via kita happy-happy saja malam ini," ucap Satria sahabat Andre.


"Kamu tidak tau bagaimana rasanya di hina wanita yang kita cintai, Sakit..! Sakit..! di sini sakit," oceh Andre menunjuk dadanya.


"Karena itu aku bilang, lupakan wanita seperti itu! dia tidak pantas mendapat cinta dari laki-laki seperti kamu, wanita model apa berani terang-terangan mengatakan cinta pada laki-laki lain di depan suaminya," ucap Satria.


"Tapi aku mencintainya! Aku mencintai Via!" teriak Andre yang sudah mulai kehilangan akal sehatnya lantaran pengaruh alkohol.


"Jangan jadi laki-laki lemah hanya karena seorang wanita! kamu itu laki-laki, tunjukkan kalau kamu itu seorang suami yang harus di hormati! bukan di injak-injakinjak-injak!" ucap Satria.


"Hai.. Satria, ini siapa kok aku belum pernah lihat teman kamu yang ini?" ucap Hera.

__ADS_1


"Andre, ini kenalin teman aku! Hera namanya." ucap Satria pada Andre


"Hera.. !" ucap Hera mengulurkan tangannya.


"Andre," jawab Andre singkat dan kembali meneguk minumannya.


"Kamu sepertinya sedang ada masalah ya?" tanya Hera.


"Aku? Kata siapa? aku baik-baik saja, " jawab Andre menyeringai.


"Kalian berdua ngobrol saja dulu, aku mau turun ke bawah untuk happy-happy," ucap Satria yang ingin berjoget dengan wanita-wanita di bawah.


Saat Andre akan menuangkan botol minuman ke gelas, Hera meraihnya dan menuangkannya untuk Andre.


"Boleh aku temani kamu minum?" tanya Hera.


"Bukankah dari tadi kamu sudah ada di situ?" jawab Andre cuek.


Andre selama ini memang selalu cuek dengan kaum hawa. Di hatinya hanya ada Via, jauh sebelum Via mengetahui perasaannya. Tapi faktanya Andre memang tidak pernah mencintai wanita lain selain Via.


Harga dirinya hancur di hadapan Via, karena itu juga malam ini Andre berada di tempat yang tidak seharusnya dan belum pernah di kunjunginya selama ini.


"Kamu sudah menikah?" tanya Hera melihat cincin yang melingkar di jari manis Andre.


"Sudahlah tidak usah bertanya tentang pernikahan yang tidak berarti apa-apa itu," jawab Andre dengan berat lantaran terpengaruh alkohol.


"Okay, aku paham! sepertinya kamu sedang ada masalah dengan istri kamu," ucap Hera yang juga meneguk segelas minuman.


Malam ini keduanya minum hingga kehilangan kesadaran.


Dan keesokan harinya saat Andre terbangun, ternyata Andre sudah berada di sebuah kamar hotel.


Andre memijit pelipisnya yang terasa pusing dan seketika Andre terlonjak ketika melihat di sampingnya ada wanita yang tidak dikenal tidur tanpa menggunakan busana.

__ADS_1


"Astaghfirullah," guama Andre seketika ketika menyadari ternyata dirinya juga tidak menggunakan pakaian sehelai pun.


"Apa yang sudah aku lakukan?" gumam Andre memijit pelipisnya dan mencoba mengingat kejadian tadi malam.


Namun Andre yang semalam kehilangan kesadaran karena pengaruh Alkohol tidak bisa mengingat kejadian yang sudah terjadi tadi malam.


Andre segera bangun dan menyambar pakaiannya ke kamar mandi.


Andre mengguyur tubuhnya dengan shower air hangat, untuk mengembalikan kesadarannya dan berusaha mengingat kembali kejadian tadi malam hingga dirinya bisa berkahir di dalam sebuah kamar hotel bersama dengan seorang perempuan yang tidak di kenalnya.


"Sial, kenapa aku bisa melupakan apa yang sebenarnya terjadi padaku tadi malam? Apa aku benar-benar melakukannya?" umpat Andre memukul tembok.


Setelah selesai mendi Andre kembali mengenakan pakaian dan berniat segera pergi dari sana.


"Kamu sudah bangun, Hany?" tanya Hera saat Andre keluar dari dalam kamar mandi


"Siapa kamu? bagaimana bisa kamu tidur satu kamar denganku?" tanya Andre.


"Apa kamu tidak ingat siapa aku? setalah apa yang sudah kita lakukan, kamu melupakan aku begitu saja? cerca Hera.


"Apa kita saling mengenal? aku bahkan tidak ingat kamu siapa?" tanya Andre.


"Bukankah semalam kita sudah kenalan? Kamu juga yang mengajak aku ke sini dan semalam kita juga melakukannya," ucap Hera.


"Aku? aku yang mengajak kamu ke sini? tidak mungkin! aku tidak mungkin mengajak wanita yang tidak aku kenal untuk melakukan hal seperti itu, aku ini laki-laki beristri! dan aku sangat mencintai istriku jadi tidak mungkin aku melakukannya sama kamu," ucap Andre.


"Tapi itulah kenyataannya! kamu yang mengajak aku ke sini semalam, kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanya sama Satria," ucap Hera menyakinkan.


"Satria? kamu kenal Satria?" tanya Andre.


"Tentu saja kami saling mengenal. Satria temanku dan semalam kamu mengajak aku ke sini juga sepengetahuan Satria," ucap Hera.


^Hapoy Reading^

__ADS_1


Jangan lupa like, coment dan Vote ya sayang, Terima kasih😘💕


__ADS_2