
Hari ini Via akhirnya bisa meninggalkan kota yang penuh kenangan ini dengan Rian, Iya hari ini Andre menjemput Via untuk kembali ke kota C.
Sebenarnya ini keputusan yang berat untuk Via. Meski begitu Via harus mengambil keputusan ini demi rumah tangganya. Terlebih ada anak yang tidak berdosa yang membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
"Via Terima kasih kamu sudah mengambil keputusan ini!" ucap Andre.
"Iya, Andre. Aku ingin kita memulai semuanya dari awal. Aku, kamu dan calon anak kita. Aku lepaskan semua ini demi kita. Agar kita bisa hidup bersama dengan bahagia. Aku ingin membuang semua masa lalu dan kembali menata semuanya dari awal bersama dengan kamu dan anak kita," ucap Via tersenyum.
Sesampainya di rumah, Via merebahkan tubuhnya di ranjang, Andre yang juga capek ikut merebahkan tubuhnya di samping Via dan memeluk Via dengan erat.
Dan entah kenapa tidak seperti biasanya yang menerima pelukan andre dengan terpaksa, justru saat ini Via merasa nyaman berada di pelukan Andre.
Mencium aroma tubuh Andre benar-benar membuatnya merasa bahagia dan nyaman.
"Kamu, pakai parfum apa sih?" tanya Via.
"Kenapa? aku bau ya?" jawab andre mengendus baunya sendiri.
"Tidak kok, kamu tidak bau. Justru rasanya bau kamu enak banget," ucap Via.
__ADS_1
"Aku pakai parfum yang biasanya aku pakai kok, tidak pernah ganti parfum," jawab Andre.
"Masak sih? tapi kenapa baunya enak sekali ya?" ucap Via terus mencium bau tubuh suaminya.
"Bawaan bayi apa ya?" ucap Via lagi.
"Bilang saja, kamu yang suka biar bisa dekat-dekat sama aku," seloroh Andre tersenyum.
"Ya enggak lah, beneran ini itu sepertinya bawaan anak kita," ucap Via.
"Ngaku aja kenapa sih kalau kamu yang ingin dekat-dekat dengan ku?" Andre bahagia bisa melihat Via tertawa lepas, terlihat dengan jelas jika saat ini Via memang menikmati kebahagiaan bersama Andre, tidak seperti sebelumnya.
Andre yang merasa sangat bahagia tiba-tiba mencium kening Via.
"Iya Andre, aku yakin dan aku percaya! Kamu akan menjadi ayah dan suami yang baik!" jawab Via.
Dret.. dret..
Ponsel Andre berdering.
__ADS_1
Andre sekilas melihat ponselnya yang ada di nakas dan sedikit panik saat melihat nama orang yang sedang memanggil.
"Kenapa malah bengong Dre? Gak di angkat dulu? siapa tau penting," ucap Via.
"Udah gak apa-apa, orang kantor kok. Paling juga mau bahas kerjaan," jawab Andre berusaha tenang agar Via tidak curiga.
"Tu lihat, ponsel kamu berdering lagi! Kalau penting bagaimana? angkat saja dulu?" ucap Via, karena sudah dua kali ponselnya berdering.
"Aku Terima telpon dulu ya!" ucap Andre mengambil ponsel di atas nakas dan berjalan ke luar.
Andre melihat sekitar, memastikan jika saat ini Via tidak mengikutinya.
"Hallo Hera! ada apa sih? kenapa kamu terus saja menghubungi aku? Aku kan sudah bilang hari ini aku sedang bersama dengan istriku," ucap Andre kesal saat menerima panggilan dari Hera.
"Andre, aku sakit! perutku sakit, tolong bawa aku, bawa aku kerumah sakit!" rengek Hera dari sebrang telpon.
Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment, Vote, bunga dan kopinya ya sayang๐
__ADS_1
Dan jangan lupa klik favorit ๐ ya๐๐
Terima kasih๐๐