KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
CH 8


__ADS_3

Di ruang keluarga, Tia. berusaha membujuk Pak Handoko untuk mengijinkan Via keluar menemui Rian, dan menceritakan keadaan Rian yang sedang sakit dan membutuhkan kak Via. Tapi semuanya percuma. Pak Handoko sama sekali tidak mau tau soal Rian.


"Kamu tidak usah ikut campur Tia, ini semua Papa lakukan demi kebaikan kakak mu, saat ini mungkin kalian menganggap Papa ini kejam, tapi suatu saat nanti kalian akan sadar, kalau apa yang Papa lakukan, semua untuk Via," jalas Pak Handoko.


Pada dasarnya, Pak Handoko memang sangat menyayangi anak-anaknya dan ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Hanya saja begitulah cara menyayanginya.


***


Via mengirim pesan pada Rian dan meminta maaf bahwa dirinya tidak bisa menjenguk Rian untuk saat ini.


"( Maafkan aku Yan, aku ingin sekali berada di sisi kamu, tapi aku belum bisa ke sana. Saat ini Mama juga sedang sakit )," chat Via bohong.


Sampai saat ini, Via belum berani jujur tentang perjodohannya dengan Andre. Via juga belum berani jujur perihal Papa nya yang tidak setuju dengan hubungan mereka.


Dret.. dret...


Pesan masuk di ponsel Via.


Via segera meraih ponselnya dah membuka pesan dari Rian.


"( Tidak apa-apa, aku sudah jauh lebih baik. Kamu fakus sama Mama kamu saja. Semoga Mama kamu cepat sembuh), " balasan dari Rian.


Membaca balasan dari Rian, Via tau kalau Rian bohong. Saat ini dirinya pasti sedang tidak baik-baik saja seperti apa yang dia katakan.


Tok.. tok.. tok..


"Via, di luar ada Andre. Sebaiknya kamu segera berganti pakaian dan temui Andre." ucap Pak Handoko.


"Tapi Pa_, " ucap Via terputus karena Pak Handoko langsung menutup pintunya kembali. Itu artinya tidak ada tawar menawar.


Via menghela nafas kasar, dan lagi-lagi hanya bisa menuruti perkataan Papa nya.

__ADS_1


Via meraih jilbabnya dan dengan malas keluar menemui Andre.


"Hai.. Via, sudah berapa lama ya kita tidak bertemu?" tanya Andre.


"Sudah sangat lama dan akan lebih baik, kalau kita tidak pernah ketemu," jawab Via dengan wajah malasnya.


"Hahaha..ini yang aku suka dari kamu, sikap galak dan terus terang kamu. Sayangnya selama di Bandung. Aku tidak pernah menjumpai wanita yang kalau bicara suka terus terang seperti kamu," ujar Andre tertawa.


Via semakin kesal dan melipat kedua tangannya di depan dada.


"Bertahun-tahun tidak pernah bertemu ternyata kamu tidak berubah, masih aja galak kalau sama aku. Kalau aku pikir-pikir, kasihan mahasiswa kamu. Punya dosen galak kayak kamu pasti membuat mereka tersiksa."


Andre tertawa karena memang seperti itulah sifat Via, terutama kalau dengan Andre. Bertahun-tahun, Andre menyimpan perasaan untuk Via. Namun tidak pernah terlihat oleh Via.


"Dre, tolong tolak acara perjodohan kita. Aku tidak bisa menikah dengan kamu. Aku sudah memiliki laki-laki yang aku cintai. Jadi tolong tolak perjodohan kita, aku mohon," ucap Via menyatukan kedua tangannya di depan dada memohonnya.


"Maaf Via, kali ini aku tidak bisa mengabulkan permintaan kamu. Perjodohan kita ini sudah diatur orang tua kita sejak lama."


"Maafkan aku Via, bagaimana bisa kamu memintaku untuk membatalkan perjodohan kita? Sejak dulu, aku mencintai kamu. Bagaimana bisa aku melihat kamu dengan laki-laki lain? meskipun saat ini kamu tidak mencintai aku, tapi aku yakin suatu saat nanti. Aku pasti bisa membuatmu jatuh cinta padaku Via," batin Andre.


"Aku tidak punya pacar Via, bagaimana bisa aku bilang kalau aku sudah punya pacar," jawab Andre.


"Ya pura-pura aja kan bisa Dre, yang penting perjodohan kita batal. Aku sudah punya pacar Dre, tolong aku. Aku sangat mencintai pacarku. Aku tidak mau berpisah dengan Rian, tolong Dre."


Via merengek, dengan harapan Andre mau bekerjasama dengannya. Namun ternyata Andre tidak mau berkerjasama.


"Atau jangan-jangan, kamu memang mengharapkan perjodohan kita ya? Jangan bilang kalau kkamu mencintai aku? Tidak kan? Kamu tidak mencintai aku kan?" tanya Via melihat kearah Andre.


"Mungkin saat ini belum, tapi siapa yang tau hari esok. Bisa jadi besok aku benar-benar jatuh cinta sama kamu," jawab Andre santai.


"Andre.. tolong dong serius, kita tidak mungkin menikah tanpa ada cinta."

__ADS_1


Via berusaha menyakinkan Andre, bahkan berkali-kali Via memohon. Tapi Andre tetep tidak mau bekerjasama dengannya.


Dan sekarang tiba-tiba, Via memikirkan cara untuk bisa bertemu dengan Rian.


"Andre, bisa tolongin aku tidak?" tanya Via


"Tolong apa?"Andre mengerutkan keningnya.


"Saat ini, Aku jadi tahanan rumah. Karena perjodohannya kita. Aku tidak boleh pergi dari rumah dan aku tidak punya alasan untuk pergi, karena saat ini libur semester kan? Aku jadi tidak ada alasan untuk pergi," ujar Via


"Jadi Bu Dosen yang cantik ini mau minta tolong apa?" tanya Andre memicingkan matanya.


"Tolong antarkan aku pergi menemui Rian, pacarku. Saat ini Rian sedang di rumah sakit. Tolong bantu aku untuk bertemu dengan Rian," ucap Via.


"Via, kamu tidak salah? Aku ini calon suami kamu, bagaimana bisa kamu minta tolong, untuk di antar bertemu dengan pacar kamu? Apa ini tidak aneh?" tanya Andre.


"Calon suami apa sih? Kita juga tidak saling mencintai. Aku sudah mencintai laki-laki lain Andre." Via berusaha menegaskan kalau hatinya hanya untuk Rian.


"Suka tidak suka kita pasti akan tetep menikah Via," ucap Andre.


"Andre, saat ini aku sedang tidak bisa berpikir apa-apa. Aku janji nanti setelah aku bertemu dengan Rian, kita akan membahas masalah pernikahan kita. Tapi sekarang tolong aku, bantu aku bertemu dengan Rian. Aku mohon, Andre." Via sangat berharap Andre mau menolongnya.


"Andre, kita tidak mungkin menikah saat aku masih punya pacar kan? aku harus menyelesaikannya dulu, Rian harus tau dan aku tidak ingin Rian tau masalah ini dari orang lain." ucap Via kembali memohon dan menyakinkan Andre.


"Baiklah, aku bantu kamu bertemu dengan laki-laki itu, tapi janji. Jangan macem-macem, aku tidak mau kalau sampai Om Handoko marah, gara-gara ini." ucap Andre yang bersedia membantu Via. Karena Via memang sebaiknya menyelesaikan hubungannya dengan Rian sebelum mereka menikah. itulah yang ada dipikiran Andre.


"Aku janji tidak akan macam-macam. Papa tidak akan marah sama kamu," ucap Via tersenyum.


"Baiklah, besok pagi aku jemput kamu jam 8," ucap Andre.


Via terlihat begitu bahagia pasalnya besok dirinya akan bertemu dengan Rian, laki-laki yang sangat dicintainya.

__ADS_1


^Happy Reading^


Jangan lupa, like, coment dan Vote ya🙏Dukungan kalian sangat berarti bagi Thor🙏


__ADS_2