KUTINGGALKAN CINTA

KUTINGGALKAN CINTA
Chapter 29


__ADS_3

"Assalamu'alaikum,"


"Walaikumsalam, kak Andre. masuk aja kak! sudah ditunggu kak Via di dalam," ucap Via membuka pintu untuk kakak iparnya.


"Assalamualaikum, Ma, Pa," Andre mencium tangan Bu Rini dan Pak Handoko.


"Walaikumsalam, Menantu kesayangan Papa ada di sini," ucap Pak Handoko menepuk bahu Andre.


"Bagaimana bisnisnya lancar? Papa dengar dari ayah kamu, katanya sekarang sudah mulai ekspor ke cina juga produk kamu," Pak Handoko memang selalu mengagumi kemampuan berbisnis Andre.


"Alhamdulillah Pa, memang sekarang produk dari pabrik Andre lumayan di minati di Cina, Do'a kan semoga bisa semakin maju ya Pah, Mah," ucap Andre.


"Tentu saja kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk usaha kamu," sahut Bu Rini.


"Via, sekarang ini kan kamu sedang hamil. Apa tidak sebaiknya kamu berhenti dari pekerjaan kamu? mengingat kamu sedang hamil dan sendirian di luar kota. jujur saja Papa dan Mama ini tidak tenang kalau kamu sendiri di sana," Pak Handoko dan Bu Rini memang mengharapkan agar Via mau kembali ke kota C, menjali kehilangan rumah tangga yang normal dengan Andre.


"Bagaimana menurut kamu, Dre?" pak Handoko melihat ke arah Andre.


"Kalau Andre, pasti akan bahagia banget seandainya Via mau tinggal di sini. Tapi Andre juga tidak bisa memaksa Via, semua keputusan Andre serahkan pada Via." Andre memang sangat mengharapkan Via selalu berada di sisinya tapi Andre juga tau watak Via seperti apa, Andre tidak ingin keinginannya membuat Via kembali marah pada dirinya.


"Via, menjalani rumah tangga jarak jauh itu memang tidak baik dan akan ada banyak sekali cobaannya. Kalau Mama boleh sarankan sebaiknya kamu berhenti dari pekerjaan kamu yang sekarang, kamu bisa membuka apotek sendiri di sini, percayalah ilmu yang kamu dapatkan tidak akan rugi meskipun kamu tidak bekerja di tempat yang sekarang,"


"Nanti akan Via pikiran dulu, Ma, Pah, sekarang Via dan Andre pulang dulu," Via berdiri dan mengucap salam untuk untuk kedua orang tuanya.


***


Sesampainya di rumah Andre, Via merebahkan tubuhnya di ranjang. Dan berkali-kali menghela nafas.

__ADS_1


"Kamu kenapa? memikirkan permintaan Papa dan Mama tadi?" Andre bertanya karena melihat Via yang tampak tidak senang setelah kembali dari rumah papa dan Mama nya.


"Kenapa sih, mereka selalu saja menentukan apa yang harus Via lakukan," gerutu Via.


"Sayang, jangan bicara seperti itu! sebentar lagi kamu itu akan menjadi seorang ibu. Nanti kamu pasti mengerti kenapa orang tua kamu bersikap seperti itu. pada dasarnya semua orang tua menginginkan kebahagiaan untuk anak-anak mereka," jelas Andre.


"Iya aku tau, tapi apa aku tidak punya hak untuk menentukan jalan hidupku sendiri?" keluh Via.


"Via, Apa yang Papa dan Mama katakan sebenarnya juga tidak salah. Jujur aku juga sebenarnya khawatir jika harus membiarkan kamu sendiri di solo dalam keadaan hamil seperti ini," ucap Andre.


"Andre, aku baik-baik saja. Aku akan menjaga anak kita dengan baik. percaya kan kamu sama aku?" Via menatap Andre penuh harap.


"Iya sayang, aku percaya kamu bisa menjaga anak kita dengan baik,"


Andre memilih mengalah dari pada harus berdebat dengan Via.


Panggilan masuk dari Hera.


"Sayang, aku ke ruang kerja dulu ya!" Andre bergegas ke ruang kerja untuk mengangkat panggilan dari Hara.


"Halo, ada apalagi sih?" Ucap Andre mengangkat telpon.


"Kenapa galak gitu sih? aku hanya ingin memastikan kalau kamu tidak akan mengabaikan aku lagi," jawab Hera dari sebrang telpon.


"Bukankah aku sudah bilang, saat ini Via ada di sini. Kamu jangan telpon-telphon aku kalau Via ada di sini!"


"Iya, iya maaf. Jangan marah ya! aku hanya mau bilang, aku merindukanmu kamu." ucap Hera.

__ADS_1


"Iya, sudah ya! jangan hubungi aku lagi, tunggu aku yang menghubungi kamu!" ucap Andre menutup telpon.


"Andre," panggil Via sontak membuat Andre gugup lantaran takut Via mendengar percakapannya dengan Hera.


"I-Iya ada apa? sejak kapan kamu ada di sana?" tanya Andre gelisah.


"Barusan, ada apa memangnya? kenapa kamu gugup seperti itu? memang siapa yang tadi menghubungi?" tanya Via.


"Ti-tidak kok, bukan siapa-siapa. Hanya orang kantor! biasa masalah bisnis. O, iya. ada apa kamu mencariku?" ucap Andre mengalihkan pembicara.


"Andre, besok pagi aku kan pulang ke Solo, mau tidak kalau sekarang kamu temani aku saja, tapi kalau kamu sibuk, ya sudah kamu lanjutkan pekerjaan kamu saja,"


"Tidak kok, aku tidak sibuk. aku akan temani kamu. Kamu mau ke mana?" tanya Andre.


"Aku lagi pengen banget makan ketupat sayur," Via sedang nyidam ingin makan ketupat sayur.


"Ketupat sayur? malam-malam seperti ini?" Andre tampak berusaha berpikir mencari ketupat sayur sesuai keinginan Via.


"Iya, aku lagi pengen banget makan ketupat sayur, "


"Ya sudah, kita cari saja dulu, bagaimana?" Via pun menganggukan kepala sebagai jawaban.


Via dan Andre, berkeliling mencari penjual ketupat sayur, beruntung setelah cukup jauh mereka mencari. Akhirnya mereka menemukan penjual ketupat sayur sesuai apa yang Via harapkan.


Andre bahagia bisa menuruti keinginan apa yang Via inginkan.


Andre memandang wajah Via yang sedang asyik menikmati ketupat sayurnya, dalam hati Andre sangat merasa bersalah karena sudah mengkhianati Via. Namun saat ini Andre juga tidak bisa meninggalkan Hera lantaran takut Hera akan membongkar hubungan mereka.

__ADS_1


^Happy Reading^


__ADS_2