
"Aaww.. " Via menahan sakit yang tak tertahan dan memegangi perutnya.
"Via.. kamu kenapa," Andre panik.
"Aww.. sakit! Sakit..!" ucap Via berusaha menahan sakit.
"A-apa kamu mau melahirkan?" tanya Andre.
"Tapi perkiraan lahirnya masih lama, harusnya bulan depan," ucap Via kesakitan.
"Ya sudah kita ke rumah sakit sekarang," Andre memapah Via menuju mobil.
"Andre..! sakit..!" ucap Via kesakitan saat berada di dalam mobil.
"Sabar sayang, sebentar lagi kita sampai," ucap Andre memegang perut Via berusaha menenangkan.
Sesampainya di rumah sakit, Andre segera membopong Via menuju IGD.
"Sus.. Suster..! Dokter..! Tolong istri saya..! Tolong istri saya!" teriak Andre.
Seseorang perawat berlari membawakan brankar, dan membawa Via untuk masuk ke dalam IGD.
"Bapak tunggu di sini! Dokter akan segera datang untuk memeriksa istri bapak. Sekarang sebaiknya Bapak segera mengurus administrasi lebih dulu," ucap perawat.
__ADS_1
"Baiklah saya akan segera mengurus administrasinya," jawab Andre berlalu.
Setelah mengurus administrasi Andre kembali ke IGD dengan perasaan cemas dan takut. Andre menghubungi Bu Rini dan Pak Handle.
"Maaf dengan suami Bu Via," panggil perawat dan keluar seorang Dokter wanita.
"Iya saya, Sus. Bagaimana keadaan Via?" Tanya Andre cemas.
"Dokter akan menyimpan sendiri pada bapak mengenai kondisi Bu Via.
"Begini Pak, Saat ini kondisi Bu Via sedang tidak baik dan kami harus segera mengambil tindakan untuk melahirkan bayi yang ada di dalam kandungan Bu Via," jelas Dokter.
"Tapi bukankan belum waktunya untuk Via melahirkan Dok?" tanya Andre.
"Baiklah Dok, lakukan saja yang terbaik untuk Via. Saya mohon selamatkan istri saya, Dok!" ucap Andre.
"Kami akan melakukan semaksimal mungkin, silahkan bapak tanda tangan persetujuan operasi," ucap Dokter memberikan dokumen persetujuan.
Dengan mengucapkan Bismillah, Andre menandatangani surat persetujuan. Andre sangat menyesal dengan apa yang sudah terjadi. Via seperti ini tidak lain karena dirinya yang sudah menyakiti hati Via.
"Saya tidak akan bisa memaafkan diri saya sendiri jika sampai terjadi apa-apa pada Via," gunam Andre.
"Andre, bagaimana keadaan Via? Apa yang sebenarnya terjadi? tadi pagi Via masih baik-baik saja? kenapa tiba-tiba bisa masuk rumah sakit?" cerca Bu Rini.
__ADS_1
"Via sedang berada di ruang operasi Mah, pah. Dokter mengatakan jika anak kami harus segera di lahirkan untuk menyelamatkan hidup keduanya." jelas Andre.
"Ya Alloh, kenapa bisa terjadi seperti ini. Semoga via dan bayinya baik-baik saja! mama takut terjadi apa-apa dengan mereka," ucap Bu Rini.
"Sebaiknya kita berdoa yang baik-baik saja! Jangan berpikir terlalu jauh Ma," sahut pak Handoko.
Andre terlihat mondar-mandir di depan pintu operasi.
Disaat seperti ini, ponsel andre terus saja berbunyi.
Andre yang mengetahui panggilan itu dari Hera memilih untuk segera mematikan ponselnya.
"Di angkat saja dulu telpon nya nak Andre. Kami akan menjaga Via," ucap pak Handoko.
"Tidak Pah, hanya masalah pekerjaan! Saya tidak mau meninggalkan Via." jawab Andre.
Semua orang tampak panik dan tegang. setelah beberapa jam barulah Dokter keluar dari ruang operasi dan memberitahu jika saat ini keadaan Via baik-baik saja, namun karena bayi lahir dalam keadaan prematur. Saat ini bayi masih harus menjalani perawatan di inkubator.
Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment, Vote, bunga dan kopinya ya sayang๐
Dan jangan lupa klik favorit ๐ ya๐๐
__ADS_1
Terima kasih๐๐