
"Andre, seharian ini kamu di mana saja?" tanya Via.
"Aku di mana? maksud kamu apa tanya aku di mana? tentu saja seharian ini aku kantor. mau di mana lagi?" jawab Andre.
"Apa kamu yakin, hari ini hanya di kantor?" tanya Via lagi.
"I-iya sayang! seharian ini aku ada di kantor. Kamu kenapa tiba-tiba tanya seperti itu,"
"Apa kamu yakin, jika hari ini kamu tidak ke rumah sakit?" tanya Via dengan wajah tenang meskipun hatinya bergemuruh, namun Via berusaha untuk tetap tenang.
"Ru-rumah sakit? Ke- kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Andre mulai panik dan bertanya-tanya kenapa Via bisa mengetahui jika hari ini dirinya pergi ke rumah sakit.
"Vi-Via kamu_?" ucap Andre terputus.
"Iya, aku sudah tau semuanya! Aku tau kamu berbohong! Aku tau kamu tidak jujur!" ujar Via menggebu-gebu.
__ADS_1
"Vi-Via, aku bisa menjelaskan semuanya! Kamu jangan marah dulu! Tolong dengarkan penjelasanku!" ucap Andre memohon.
"Baik aku akan dengar apa yang ingin kamu katakan!" ucap Via tanpa melihat Andre.
"Sepertinya aku memang harus jujur dengan kamu Via, aku mohon tolong maafkan aku! Sungguh aku juga tidak ingin seperti ini! Tapi nasi sudah menjadi bubur, aku sudah melakukan suatu keslahan yang mungkin tidak akan pernah bisa kamu maafkan. Aku.. aku sudah menghianati kamu, Via!" ucap Andre penuh penyesalan, air matanya pun tak mampu dirinya bendung. Andre sungguh menyesal dengan apa yang pernah dia lakukan. Tak ada sedikitpun niat di hatinya untuk selingkuh, Andre benar-benar menyayangi Via dengan tulus. Namun karena keslahan yang sudah terjadi, Andre harus menanggung akibatnya.
Mendengar pernyataan Andre, seluruh tubuh Via serasa lunglai. Tak pernah menyangka sebelumnya jika di saat dirinya sudah memantapkan hati untuk bisa menerima Andre dalam hidupnya, justru Andre tega melukai hatinya seperti ini.
Tak ada kata yang keluar, hanya air mata yang terus membasahi pipinya cukup menjadi jawaban seperti apa hati Via saat ini.
"Jadi kalian melakukan hal menjijikkan seperti itu juga?" tanya Via terisak.
"Aku khilaf, Via. aku terpengaruh alkohol! itu bukan kemauan ku, tolong maafkan aku Via!" rengek Andre.
"Setelah apa yang sudah kalian lakukan, kamu masih mengharapkan maaf dari ku?" Via menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Via, aku harus bagaimana? aku ingin menebus semua kesalahan yang sudah aku lakukan. aku mau melakukan apa saja asalkan jangan kehilangan kamu," rengek Andre.
"Sudah berapa bulan?" tanya Via asal menebak jika wanita yang berada di rumah sakit itu juga sedang mengandung anak Andre.
Andre tercekat dan menatap Via lekat.
"Vi-Via, kamu_?" Andre tidak bisa berkata-kata lagi.
"Berapa bulan?" Tanya Via lagi.
"Via, aku mohon maafkan aku!" Andre bersimpuh di kaki Via. menyadari dirinya sudah sangat melukai hati Via.
"Andre, setelah anak dalam kandungan ku lahir. ceraikan aku!" ucap Via.
Terima kasih readerku sayang! mohon maaf banget jarang update! Karena keterbatasan waktu author🙏🙏
__ADS_1