
Mendengar perkataan Rian, kini Via tau kalau Rian memang sudah tidak lagi mengharapkan dirinya, terlebih Via sadar saat ini dirinya sudah bersuami.
Dan mulai sejak saat itu, Via bertekad untuk melupakan Rian dan memulai lembaran baru dengan menerima Andre dalam hidupnya.
Via sadar, mau sekeras apapun dirinya mencoba menolak jika Alloh sudah mentakdirkan dirinya dan Andre berjodoh, pasti mereka akan tetap bersatu.
Via meletakkan ponselnya dan mencoba memejamkan matanya, Meski berat tapi Via harus bisa melupakan Rian.
***
Keesokan harinya
Dret.. dret..
Panggilan masuk di ponsel Via.
"Assalamu'alaikum, " jawab Via dengan suara perau bangun tidur.
"Waalaikumsalam, Jangan bilang kalau kamu masih tidur?" ucap Andre.
"Huum, ini jam berapa memangnya?" tanya Via.
"Ini sudah hampir jam tujuh, Via. bukankah hari ini ini kamungajar kelas pagi?" tanya Andre.
"Jangan berapa?" Via kaget.
"Jam tujuh, Via." jawab Andre yang saat ini juga sedang bersiap masuk kantor.
"Astaghfirullah, aku kesiangan. Sudah dulu ya, Assalamu'alaiku," ucap Via panik dan menutup telpon.
Via segera berlari ke kamar mandi, setelah mandi Via mengendarai sepeda motor menuju kampus tempat dirinya mengajar yang juga tempat di mana dirinya dulu bertemu dengan Rian, Karena di kampus ini juga dulu Via menimba Ilmu dan mengejar cinta Rian.
"Huuft..!" Via menghela nafas setiap kali mengingat Rian.
__ADS_1
"Selamat pagi, Bu Via." Sapa mahasiswa.
"Selamat pagi," jawab Via tersenyum manis.
Via sudah bertekad akan melupakan Rian dan mencoba membuka lembaran baru.
"Bagaimanapun bisa dengan mudah melupakan Rian, jika di setiap sudut kampus ini mengingtkan aku pada Rian," gumam Via menghela nafas.
"Ehem.. wah pengantin baru kok bengon," goda Bu Leni teman dosen Via.
"Ah, Iya. Bu Leni, sejak kapan Bu Leni ada di sini? tadi sepertinya saya lihat Bu Leni ada di laboratorium," ucap Via kaget dengan kedatangan Bu Leni secara tiba-tiba.
"Iya tadi saya sedang menguji anak-anak di sana, tapi sudah selesai. Mau makan siang ke kantin, malah melihat Bu Via ada di sini," jawab Bu Leni.
"Saya sudah selesai ngajar juga Bu, jadi cari angin di sini," jawab Via.
"Bu Via, boleh saya bertanya?" tanya Bu Leni memberanikan diri.
"Mau tanya apa Bu?" ucap Via.
"Maaf lho Via, kalau saya di anggap ingin tau urusan orang, kalau Via tidak mau jawab tidak apa-apa. Dulu Via memang mahasiswa Ibu, tapi sekarang kan kita rekan kerja, jadi mungkin tidak pantas saya bertnya seperti ini," ucap Bu Leni.
"Tidak apa-apa Bu Leni, saya juga paham mungkin saat ini banyak orang yang bertanya-tanya kenapa tiba-tiba saya menikah, apalagi bagi yang tau seperti apa hubungan saya dan Rian. Tapi yang bisa saya katakan, mungkin kami memang tidak di takdir berjodoh." jawab Via.
"Sabar ya Bu Via, saya dulu berpikir Bu Via ini pasti nantinya akan menikah dengan Rian, karena saya lihat Bu Via pacaran dengan Rian sejak awal kuliah kan? tapi kalau bukan jodoh mau selama apa menjalin hubungan pasti tidak akan bersatu, tapi kalau jodoh, walaupun tidak pacaran pasti akan bersatu. sama seperti Bu Via dan suaminya sekarang," ujar Bu Leni.
"Iya Bu Leni, InsyaAlloh saya sudah iklas." jawab Via.
"Bu Leni, Via. Kalian ada di sini?" tanya Pak Surya paman Rian yang juga bekerja di sini.
"Via bisa kita bicara sebentar?" tanya Pak Surya.
Via pun tau, Pak Surya pasti akan membicarakan perihal pernikahannya.
__ADS_1
"Iya Pak Surya, apa ini ada Hibiki dengan Pernikahan saya?" tanya Via.
"Via, Pak Surya. kalian silahkan bicara saya ke kantin dulu," ucap Bu Leni pamit.
"Iya, Bu." jawab Via dan pak Surya.
"Sebenarnya apa yang terjadi, Via? Jujur mendengar dari para dosen tentang pernikahan kamu, saya terkejut!" ucap Pak Surya yang mengira Via dan Rian baik-baik saja.
"Apa Rian tidak menceritakan apa-apa sama Om Surya?" tanya Via.
"Tidak, Rian tidak cerita apa-apa. Bahkan sampai saat saya mendengar berita pernikahan kamu, saya coba menghubungi Rian, tapi tidak di jawab. mungkin Rian tau apa yang akan saya bicara, karena itu dia tidak menjawab telpon dari saya," ucap Pak Surya.
"Saya leleh Pak Surya, selama ini sepertinya saya sendiri yang berjuang untuk Rian. Tapi Rian tidak ada keseriusan untuk memperbaiki saya!" jawab Via dengan mata berkaca-kaca.
Hari ini dirinya sudah bertekad untuk melupakan Rian, tapi bagaimana dirinya bisa melupakan Rian jika semua orang menanyakan perihal hubungannya dengan Rian.
"Maksud kamu, Rian tidak serius sama kamu?" tanya Pak Surya.
"Iya seperti itu kenyataannya , Pak. Saya terus yang berjuang mengejar cinta Rian. Tapi Rian tidak pernah ada usaha untuk mempertahankan cinta kita. sebelum hari pernikahan Saya, saya sempat kabur dari rumah dan meminta Rian untuk menikahi saya, tapi Rian malah mengantarkan saya kembali ke rumah. Padahal, Rian tau. Papa menentang hubungan kami," jelas Via.
"Jadi Papa kamu tidak memberikan restunya untuk Rian?" tanya Pak Surya.
"Iya, Pak Surya. Papa memang tidak merestui hubungan kami, karena itu Mama menyuruh Via untuk pergi saja dengan Rian, tapi Rian tidak mau, dari awal memang saya yang mengejar Rian. bahkan setelah tujuh tahun kami bersama. Via tidak menyangka kalau Rian juga tidak berubah, dan sepertinya Rian cintanya belum sebesar cinta Via untuk Rian." keluh Via.
"Mungkin, Rian melakukan itu karena pertimbangan restu dari papa kamu Via, bukan karena tidak mencintai kamu." jelas Pak Surya.
"Tapi bukanlah kalau memang cinta seharusnya di perjuangkan ya Pak?" tanya Via.
"Kamu benar, tapi Rian juga tidak salah. Kamu seorang perempuan, untuk menikah butuh wali dari Papa kamu, jadi Rian tidak bisa membawa kamu pergi begitu saja. Bahkan Rian bisa di laporan polisi jika membawa pergi anak gadis orang," ucap Pak Surya.
"Tapi bagaimana, Pak? untuk mendapatkan restu dari Papa jelas tidak mungkin. Papa itu orang keras kepala. hanya dengan pergi jauh kami bisa bersama." sahut Via.
"Tapi apa pernikahan tanpa restu seperti itu, akan menjamin kebahagiaan untuk kalian? Saya rasa setelah mengetahui pokok permasalahannya, Ini sudah benar. mungkin kalian memang tidak berjodoh. Saya kenal kamu dan bahkan menganggap kamu seperti keponakan saya sendiri sejak kamu bersama dengan Rian. jadi saya do'akan semoga Via bahagia dengan suami Via." ujar pak Surya.
__ADS_1
^Happy Reading^