
Dua puluh menit sudah Gita pingsan dan akhirnya Gita sudah sadar dari pingsannya itu. Gita yang sadar pun langsung mendudukan tubuhnya di lantai
Gita melihat sekelilingnya dengan wajah yang terlihat masih ketakutan itu, kemudian tatapanya beralih ke arah shower yang masih menyala itu. Tapi air yang tadi berwarna merah seperti darah itu kini sudah kembali seperti semula
"Perasaan tadi airnya warna merah kek darah kok sekarang udah berubah ya?" gumamnya
"Gak mungkin kan kalo gue salah liat? Atau gue emang salah liat?" lanjutnya yang masih bergumam
"Lebih baik gue selesain mandinya aja dari pada harus mikirin yang gak guna kek gini"
Gita melanjutkan mandinya, hanya sebentar saja lalu Gita segera keluar dari kamar mandi dan memakai bajunya
Tiba tiba saja ponsel Gita bergetar, Gita yang mendengar itu lantas melihat siapa yang menelponnya
Namun saat Gita melihat ponselnya itu ia di buat mengerutkan keningnya karna yang menelpon Gita adalah nomor asing. Langsung saja Gita mengangkat telpon itu dan segera
"Halo" panggilnya setelah terasambung
"-_-"
"Halo ini siapa ya?" tanyanya , namun tetap tak ada jawaban dari seberang sana
"Kalo gak penting gue matiin aja ya" tanyanya sekali lagi
Namun tetap saja orang yang menelpon Gita tetap diam dan tak bicara hanya satu kata saja
"Gue matiin aja ya kalo gitu, mungkin salah sambung" ucapannya
Langsung saja setelah mengatakan itu Gita mengakhiri telpon yang menurutnya salah sambung itu
Tapi tak selang beberapa lama ponsel Gita kembali berdering dan lagi lagi dari nomor yang sama
Gita mencoba mengabaikannya namun suara ponsel itu mengganggu Gita alhasil Gita pun mengangkat ponsel itu dan seperti sebelumnya bahwa orang yang menelponnya tak memberikan respon apa pun yang mana membuat Gita kesal
"Halo!!! Ini siapa sih kalo gak penting ya jangan nelpon nelpon dong, atau salah sambung" ucapannya dengan nada kesal
"Gue pastiin hidup lo gak akan tenang kali ini Anggita Rahma Sari" ucap orang di seberang sana
__ADS_1
"Hah!! Maksud lo?" tanyanya tak mengerti
"Gue tau lo gak sebodoh itu buat gak ngerti maksud gue apa" balasnya
"Gue beneran gak tau"
"Nanti juga lo bakal tau, tapi bukan sekarang dan juga hidup lo gak akan tenang"
"Sumpah lo gak jelas"
"Hahahahaha!! Gue gak jelas?" tanyanya
"Ya lo gak jelas"
"Ck... Terserah lo tapi apa yang gue omongin itu pasti bakalan terjadi ingat itu"
Tut... Tut... Tut...
Panggilan terputus sepihak. Gita masih mencerna apa maksud dari orang yang menelponnya itu
Krucuk... Krucuk...
Bunyi yang dihasilkan oleh perut Gita pun menyadarkan dirinya yang masih melamun itu
Gita beranjak pergi kedapur untuk membuat makanan yang akan ia makan tentunya
Saat sudah sampai di dapur Gita langsung mengecek isi kulkasnya itu apakah ada bahan makanan atau bahkan makanan yang sudah jadi
Namun ia tak menemukan makanan apa pun di dalam kulkas itu, yang ia temukan hanya telur dan beberapa sayur bayam dan cabe
"Ck!! Sialan gak ada bahan makanan yang lain gitu? masa Iya adanya cuma telor sama bayem terus cabe? ucapnya sembari mengambil telur itu
Setelah Gita mengambil satu butir telur langsung saja Gita menaruhnya si di atas meja pantry, sambil berfikir apa yang akan ia makan. Akhirnya setelah berfikir lama pun ia mengetahui apa yang akan dia makan
"Mending gue masak Mie aja ya campur telur sama bayem terus cabe behhh enak banget pasti" ujarnya
Ia pun lantas mengambil Mie Instan yang ada di rak atas dan mengambil salah satu rasa Mie yang akan ia makan
__ADS_1
Setelah mengambil Mie yang ingin ia makan Gita langsung mengambil panci dan ia isi dengan air lalu ia menaruhnya di atas kompor dan segera ia nyalakan
Sembari menunggu airnya mendidih Gita bermain ponsel namun ia di buat bingung dengan pesan yang entah dari siapa itu
085*********
Gue bakalan hancurin hidup lo sama kaya apa yang kakak lo lakuin ke keluarga gue
Kira kira seperti itu lah pesan dari orang yang sama sekali tak ia kenali itu. Namun ia di buat bingung dengan pesannya itu kakak? Kakak siapa? Gita adalah anak tunggal bagaimana bisa ia mempunyai kakak
"Kakak siapa coba, emangnya gue punya kakak? Perasaan gue anak tunggal deh" tanyanya pada diri sendiri
Blubuk... Blubuk...
Karna terlalu memikirkan tentang pesan yang sama sekali tak ia kenal itu ia sampai lupa jika ia sedang meruebus air untuk ia masak Mie itu
"Hadehhh gara gara mkirin hal yang penting gue jadi lupa kan kalo gue lagi ngerebus air"
Langsung saja Gita masukan Mie Instan itu kedalam panci dengan air yang sudah mendidih itu
Selagi menunggu Mienya matang Gita mengambil mangkok dan menuangkan bumbu Mienya itu ke dalam mangkok
Setelah Mienya telah matang Gita segera memindahkan Mienya ke dalam mangkok yang sudah ia sediakan
Gita makan Mie itu dengan lahapnya karna sejujurnya ia sudah lapar. Gita menyelesaikan makannya dan mencuci mangkok serta panci kotor itu
Setelah selesai mencuci mangkok kotor Gita langsung pergi ke kamarnya untuk tidur, namun ia tidak langsung tidur ia sedang memikirkan tentang pesan itu
"Gue kan anak tunggal ya gak mungkin gue punya kakak. Apa gue ngomong aja ya sama Mama Papa?" tanyanya
"Nanti deh gue tanya sama mereka berdua. Eh iya yah gue kan nanti besok malam bakalan ke ruangan itu ya. Gue harus buktiin kalo yang di omongin sama Bella tuh gak bener, iya gue harus buktiin" ucapnya yakin
Huam...
Gita yang sudah merasa mengantuk pun segera berbaring di atas kasurnya san langsung memejamkan matanya untuk tidur
Tak selang berapa lama akhirnya Gita sudah masuk ke dalam mimpinya itu
__ADS_1