
Gita saat ini sedang duduk didalam Kelasnya sesudah melaksanakan hukuman yang diberikan oleh Pak Wanto. Gita tidak sendiri ia ditemani oleh Bella dan juga Laura
Bel pulang memang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, namun Gita belum juga mau beranjak dari tempat duduknya. Gita sangat malas jika harus melihat wajah dari Melinda dan Rudi, meski entah Rudi sudah pulang dari kerjanya atau belum
"Mau sampe kapan lo di sini sih Git?" tanya Laura yang sudah muak melihat tingkah Gita
"Gue males pulang Laura!!" balas Gita yang kini menelusupkan kepalanya di atas meja
"Lo ada masalah?" tanya Bella yang sejujurnya juga sudah mulai capek. Bella ingin cepat-cepat pulang dan rebahan dikasur empuknya
"Gak ada" balas Gita acuh
Laura dan Bella hanya bisa mendesah pelan. Mungkin saja memang terjadi sesuatu dengan Gita, namun Gita engan untuk bercerita, mereka juga tidak akan memaksa untuk Gita bercerita sekarang
"Gita ini udah sore banget anjir!! Gue mau pulang, gue udah capek pengen rebahan dikasur!!" ucap Bella dramastis
"Yaudah kalo lo berdua mau pulang dulu ya silahkan. Gue masih mau di sini dulu" ucap Gita yang kini mulai menatap kearah Bella dan Laura
"Yakin nih kalo kita tinggal? Lo gak papa?" tanya Laura khawatir
"Iya gue gak papa, santai aja kali. Sono lo pergi noh pacar lo udah pengen pulang" ujar Gita dengan sedikit bercanda
"Pacar pala bapa kau!! Gue Sepupunya anjing!!" ujar Bella dengan menjitak kepala Gita pelan
"Akhh.. Sakit anjir" ucap Gita dengan tangan yang mengelus kepala yang sempat Bella jitak itu
"Udah lah jangan berantem mulu ih"
"Hehehe iya iya. Git kita pulang dulu yah, dadah" ucap Bella yang berjalan keluar kelas
"Gue duluan ya Git. Hati-hati loh Git, takutnya ntar setan yang ditantai atas nyamperin lo" ujar Laura dengan kekehan kecil sebelum pergi keluar, menyusul Bella dan meninggalkan Gita sendirian di dalam Kelas
"Cih Sialan emang si Laura. Dikira gue bakalan takut apa" ujar Gita pelan saat sudah tak melihat punggung Laura dipandangannya
__ADS_1
Kini Didalam kelas hanya ada Gita. Karna bosan akhirnya Gita membuka ponselnya untuk melihat pesan yang ia terima. Matanya tak sengaja melihat pesan yang dikirim Mamanya guna menanyakan di mana keberadaan Gita, bahkan beberapa kali panggilan telfon yang tak terjawab
Gita hanya acuh saja melihat pesan yang dikirim oleh Melinda, ia kembali memainkan ponselnya. Namun Gita yang awalnya sedang memainkan ponselnya kini Tiba-tiba tubuhnya merasa merinding, dan juga Gita merasa jika ia sedang diperhatikan dengan intens
Gita mengedarkan pandangannya berharap apa yang ia fikirkan tidak ada. Namun sepertinya Tuhan sedang tidak bersamanya. Gita bisa melihat dengan jelas sosok yang cukup menyeramkan namun anehnya sosok itu tidak seperti yang ia temui waktu hari pertama ia datang ke sini. Sosok yang cukup jauh dari pandangannya itu sedang menatap Gita dengan intens dengan kedua bola mata yang merah dan juga seperti kulit yang terbakar
Gita sudah mulai ketakutan saat ini. Apa lagi hari sudah mulai gelap dan Tiba-tiba saja lampu di dalam kelas Gita padam. Hal itu sontak membuat Gita berteriak kecil
Gita membuka ponselnya dan menyalakan senter yang ada didalam ponselnya dan ia arahkan kearah yang sempat sosok itu berdiri
Namun sialnya sosok itu sudah tidak ada didalam pandangannya dan ia pun memilih keluar dari kelas itu karna ia sendiri sudah ketakutan
Gita berjalan cepat keluar dari dalam kelas itu. Saat akan berbelok kearah kanan, sayup-sayup telinganya mendengar seperti ada dua orang yang sedang berbicara
"Kita harus bertindak segera, Sebelum mereka mereka semua gagalin rencana yang udah kita susun dari lama" ujar Orang itu yang tak di Gita kenal
"Gue setuju sama pendapat lo!! Megan sama Olivia udah bener-bener ngejaga dia dengan baik " balas yang lain
Gita mengerutkan keningnya bingung saat telinganya mendengar nama Megan dan juga Olivia. Memeangnya apa hubungannya dengan mereka berdua?
Gita yang masih bergulat dengan fikirannya pun tersadar saat ia mendengar suara langkah kaki dan suara knop pintu yang akan dibuka. Gita pun panik hingga akhirnya ia memilih bersembunyi dibalik tong sampah
Kedua Orang itu keluar dari ruang kelas dan berjalan menjauh. Gita yang berusaha mengintip siapa Orang itu, namun Gita tidak dapat melihat dengan jelas siapa Orang itu, karna posisinya yang membelakangi Gita
Saat Kedua Orang itu sudah mulai menjauh dari pandangan Gita, akhirnya Gita bisa bernafas lega. Gita pun keluar dari persembuyiannya dan melangkah pergi dari tempat itu menuju parkiran. Saat sudah sampai diparkiran, Gita segera masuk kedalam mobil dan segera melajukan mobilnya meninggalkan area Sekolah
Saat ditengah perjalanan Gita teringat dengan ucapan dari kedua Orang yang tak Gita kenali itu. Gita masih berfikir, kenapa mereka membawa nama Megan dan Olivia? Apa yang mereka lakukan hingga harus terseret seperti ini?
Gita melihat jam yang ada diponselnya dan ternyata jam menjukan pukul 18:30. Gita pun berfikir sejenak, apakah ia akan langsung pulang sekarang atau pergi ketempat lain? Hingga akhirnya ia pun memilih pergi kerumah Megan
"Masih jam segini. Gue kerumah Kak Megan dulu deh sekalian nanya-nanya sama dia tentang Kak Katrina dan Bokap kandung gue" ujarnya dan segera melajukan mobilnya menuju rumah Megan
Akhirnya Gita telah sampai didepan gerbang rumah Megan. Gita keluar dari mobil terlebih dahulu dan berjalan mendatangi Penjaga rumah Megan
__ADS_1
Penjaga itu yang sudah mengetahui Gita pun langsung membuka pagar rumah Megan dan mempersilahkan mobil Gita masuk
Gita pun akhirnya kembali kedalam mobilnya dan membawa mobil itu masuk kedalam area rumah Megan yang memang cukup besar
Gita keluar dari dalam mobilnya dan satu Penjaga menghampiri Gita
"Nona mau menemui Nona Megan?" tanya Penjaga itu kepada Gita
"Iya saya ingin bertemu dengan Kak Megan. Kak Megannya ada?" tanya Gita balik
"Ada Nona. Mari saya antarkan Nona kedalam menemui Nona Megan" balas Penjaga itu dan diangguki oleh Gita
Gita berjalan dibelakang Penjaga itu saat memasuki rumah Megan. Penjaga itu membawa Gita kedalam ruangan yang sama seperti kemarin
Tok... Tok... Tok...
Penjaga itu mengetuk pintu ruangan tiga kali sebelum dipersilahkan untuk membuka ruangan itu
Penjaga itu juga membukakan pintu untuk Gita masuki. Saat didalam Gita melihat jika Megan sedang berbicara kepada dua Orang yang pasti salah satunya adalah Olivia, namun untuk yang satunya lagi sepertinya Gita tidak mengenali. Tapi jika dilihat dia seperti laki-laki
"Loh Gita!! Sini Masuk" ujar Megan mempersilahkan Gita agar masuk
Kedua Orang lain yang ada didalam ruangan itu pun ikut menoleh kearah Gita. Gita pun sontak melebarkan matanya saat melihat dengan jelas siapa laki-laki itu yang berada di ruangan Megan
"L-lo!! Lo bukannya Zergan?" tanya Gita pada laki-laki itu
"Kalian udah saling kenal?" tanya Megan bingung
"Iya lah Kak gara-gara dia aku harus dihukum sama Kepala Sekolah" balas Gita yang masih kesal dengan kejadian tadi Siang saat di Sekolah
"Lo dihukum karna kesalahan lo sendiri, ngapain lo bawa-bawa gue" ujar Zergan sinis
"Ngapain lo ke sini? Dan kenapa lo masih pake Seragam? Lo gak pulang dulu kerumah lo?" tanya Olivia dengan tangan yang ia taruh didada
__ADS_1
"A-anu!!"