LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 6


__ADS_3

Saat akan memasuki kelasnya Gita merasa jika ia sedang di perhatikan dan ketika dia akan berbelok ke arah kanan jalan untuk menuju kelasnya ia di kejutkan dengan seseorang yang tiba tiba muncul di hadapanya


"Eh anjir!!" kaget Gita


"Lo ngapain sih ngagetin gue hah!! Kalo gue jantung gimana!! Kalo gue mati gimana!! Lo mau tanggung jawab?" cerocosnya


Orang yang di depannya hanya menatap datar Gita dan tak lama orang itu pergi begitu saja meninggalkan Gita yang masih terus saja mengoceh


"Harusnya kalo lo mau lewat Itu permisi dulu kek atau salam dulu kek jangan ngagetin gue!! lagian nih jalanan luas. Dan jug- eh lo mau pergi kemana hah!!" ucapanya saat melihat orang yang di kagetkannya akan sudah pergi menjauh


Gita pergi ke kelas dengan menghentakan kakinya itu sampai masuk ke dalam kelas, Bella serta Laura pun di buat kebingungan dengan sikap Gita yang tiba tiba masuk dengan wajah cemberut serta kaki di hentakan


Gita tak menyadari jika guru tersebut sudah meninggalkan kelas dan juga sudah berganti ke pelajaran berikutnya


"Eh pak Budi udah pergi ya?" tanyanya saat sadar jika Pak Budi sudah tidak ada di dalam kelas


"Hooh udah pergi dari tadi sebelum lo balik ke kelas" balas Bella yang saat ini sedang menyandarkan kepalanya di bahu Laura dan memejamkan matanya


Laura hanya tersenyum dengan sifat sepupunya itu dan mengelus kepala Bella agar dia bisa tertidur nyaman


"Habis ini pelajaran apa Lau?" tanyanya pada Laura yang sekarang masih mengelus kepala Bella


"Fisika" balasnya singkat


"Damn!! Fisika? lo serius? tadi baru aja pelajaran MTK dan sekarang di lanjut Fisika? bisa pecah kepala gue kalo gini caranya" kaget Gita, sungguh Gita merasa jika kepalanya akan pecah jika nanti setelah pelajaran MTK di lanjut dengan Fisika.


"Lo tadi kenapa kok balik dari kamar mandi muka lo di tekuk gitu sama jalannya ngehentakin kaki" tanya Laura pada Gita


"Oh... ini tadi waktu gue habis dari kamar mandi dan mau balik ke kelas gue di kagetin sama orang tapi yang bikin gue kesel itu dia bukanya minta maaf malah pergi gitu aja tanpa ngucapin apa gitu buat basi basi karna udah ngagetin gue" jawabnya yang sepertinya kembali kesal dengan kejadian beberapa menit yang lalu


"Oh..." balas Laura singkat


"Eh tadi waktu gue mau ke kamar mandi gue denger ada yang ngomongin tentang ruangan yang ada di lantai atas deh kayanya" ucapnya ketika ia tidak sengaja mendengar pembicaraan siswa tersebut, meskipun ia tidak bisa mendengar dengan jelas tapi Gita masih bisa mendengar apa yang sendang mereka bicarakan


Laura yang mendengar itu pun lantas menatap Gita dan mengerutkan keningnya tanda ia tidak mengerti, memang Laura sering mendengar tentang ruangan yang ada di atas lebih tepatnya di lantai tiga itu


"Ruangan atas? maksud lo yang di lantai tiga?" tanyanya


"Gak tau gue cuma denger ruangan yang di atas doang tapi gue gak tau tuh ruangan letaknya di mana" balasnya


Saat Gita akan mengatakan sesuatu kembali pun tiba tiba saja guru Fisika yang sangat tidak di harapkan Gita masuk ke dalam kelas dengan wajah yang terlihat garang


Selain Pak Budi guru yang memang terkenal akan kegalakannya Pak Yono pun bisa di bilang cukup galak sama seperti Pak Budi

__ADS_1


Gita yang melihat kedatangan Pak Yono pun hanya berdecak kesal sungguh mengganggu acara mengobrolnya saja lagi pula Gita berharap jika Pak Yono tidak masuk ke dalam kelas namun apa lah daya Pak Yono malah masuk ke dalam kelas


Pelajaran pun kembali di mulai dengan Gita yang terlihat kesal dengan pelajaran ini yang mana membuatnya pusing sekaligus ingin muntah melihat rumus rumus itu


Tak terasa jika jam istirahat pun akhirnya datang, gita yang mendengar bel istirahat pun seketika langsung tersenyum seneng


Gita, Bella serta Laura saat ini sedang berjalan menuju kantin, saat di perjalanan menuju kantin lagi lagi mereka bertiga menjadi pusat perhatian semua orang namun mereka hiraukan saja


Saat sudah sampai di dalam kantin langsung saja mereka mencari meja untuk mereka duduki dan setelah mendapatkannya langsung saja mereka duduk di meja tersebut


"Ini yang mau pesen makanannya siapa?" tanya Bella kepada Gita maupun Laura


"Gue aja yang pesen makanannya, lo pada mau apa?" balas Gita


"Gue mau- Lau lo mau pesen apa?" tanyanya pada sang sepupu


"Gue pesen nasi goreng aja sama jus jeruk" balasnya


"Ok... Kalo gitu gue juga sama kaya Laura ya Git" ucapnya


Gita hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban lalu segera pergi ke struk makanan yang akan mereka pesan


Dua puluh lima menit sudah Laura dan Bella menunggu pesanan mereka datang dan tak lama Gita pun datang dengan membawa makanan yang mereka pesan dengan di bantu anak kelaa 10


"Sama sama kak, kalo gitu aku permisi dulu ya kakak kakak" balas adik kelas tersebut


"Iya..." balas ketiganya


Setelah sepeninggalnya adik kelas mereka yang membantu Gita membawakan makanannya pun lantas mereka langsung makan makanan yang sudah mereka pesan itu


Gita menyelesaikan makannya terlebih dahulu lalu di susul oleh Laura, Gita yang teringat akan pembicaraannya dengan Laura pun lantas kembali bertanya kepada Laura maupun Bella


"Bell lo tau tentang ruangan yang di lantai atas kelas kita gak?" tanyanya pada Bella yang sudah menyelesaikan makanya tersebut


"Hah!! Ruangan lantas atas? Gue gak terlalu tau sih" balasnya sambil meminum minumnya


"Jadi lo lumayan tau dong"


"Bisa di bilang gitu, kenapa emangnya?" tanyanya


"Enggak gue cuma penasaran aja soalnya waktu gue mau pergi ke kamar mandi tadi pagi gue denger ada anak kelas sebelah lagi ngomongin ruangan atas" balasnya


"Yang gue tau sih katanya tuh ruangan angker anjir"

__ADS_1


"Angker gimana dah" ujarnya Gita tidak mengerti


"Ya angker lah, katanya sih pernah ada yang bunuh diri di ruangan itu"


"Ha-hah bunuh diri?" kaget Gita, sungguh Gita terkejut dengan kebenaran ini apakah yang di katakan Bella itu benar


Tak jauh berbeda dengan Gita, Laura pun sama terkejut dengan apa yang barusan dia denger dari mulut Bella


"Bunuh diri gara gara apa?" tanya Gita kembali


"Mana gue tau orang yang gue ngerti cuma ada yang bunuh diri di ruangan itu"


Gita yang mendengar itu pun hanya termenung dengan apa yang di katakan Bella, ia jadi ingin mengetahui lebih lanjut lanjut tentang ruangan itu


"Besok malam gue mau ke ruangan itu buat mastiin apa yang di omongi sama lo itu bener apa gak"


"Lo gila!! Kalo lo kenapa kenapa gimana Gita" kaget Bella saat mendengar ucapan dari mulut Gita


"Ya gue cuma pengin mastiin aja emang salah?" tanyanya


"Ya gak sih tapi kalo lo kenapa kenapa gimana?"


" Lo tenang aja gue gak bakalan kenapa kenapa kok" balasnya memastikan


Laura yang mendengar kata itu dari mulut Gita pun merasa jika memang yang di katakan oleh Bella memang aneh, hingga ia memutuskan untuk ikut dengan Gita


"Gue ikut!!" ucapnya


"Hah!! Lo serius Lau mau ikut?" tanya Bella memastikan jika ia tidak salah dengar


"Gue serius Ella lagian yang di katain sama Gita emang agak bener sih lagian aneh aja kalo ada yang bunuh diri di situ"


"Yaudah deh kalo lo ikut gue juga ikut"


"Nah gitu dong Bell"


"Jadi besok malam kita ke sini kan" tanya Bella yang di angguki oleh keduanya


"Iya besok malam kita ke sini" balas Gita


"Udah udah ayo kita ke kelas ini bentar lagi bel" ujar Laura


"Yaudah ayo" balas keduanya lalu segera berdiri dan pergi dari kantin

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan mereka, sedari tadi ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka bertiga dan tersenyum penuh misteri lalu segera pergi meninggalka kantin juga


__ADS_2