
Gita kini sedang terduduk dibangku taman belakang Sekolah sambil menangis. Ia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang ia dengar tadi. Gita masih tidak percaya jika dirinya mempunyai seorang Kakak dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah jika Gita bukan Anak kandung dari Rudi
"Jadi selama ini gue Anak siapa?" tanya Gita pada dirinya sendiri
"Gue harus cari tau sendiri. Lagian juga pasti bisa cari tau siapa gue sebenarnya karna semua udah ada dibuku itu" lanjut Gita
Gita pun segera berdiri dari duduknya dan mengusap air matanya pelan, setelahnya Gita berjalan pergi meninggalkan taman tersebut
Gita berjalan menyusuri koridor Sekolah untuk mencari seseorang yang menurut Gita bisa membantunya, dan ternyata orang yang ia cari-cari saat ini sedang berada dilapangan dengan teman-temannya. Gita berjalan menghampiri orang tersebut, saat sudah sampai didepannya Gita langsung menarik tangan orang itu yang membuat kedua temannya bingung
"Ikut gue!!" ucap Gita menggenggam tangan orang itu
"Eh bentar!! Lo siapa ya kok datang-datang langsung tarik tangan temen gue?" tanya salah satu dari teman orang yang kini Gita genggam
"Gue pinjem temen lo dulu. Gue mau ngomong penting" balas Gita dengan tangan yang masih menggenggam orang itu
"Pinjem-pinjem lo kira temen gue barang apa?" ujar teman yang lainnya
"Ya terus gue harus ngomong apa? Ini gue mau ngomong sama Olivia karna ada hal penting yang harus gue sampein sama Olivia" ucap Gita. Dan ya orang yang Gita genggam adalah Olivia. Gita akan bertanya kepada Olivia yang sepertinya sangat tau tentang kehidupannya
"Tunggu dulu!! Lo kelas berapa sih? Gue kayanya gak pernah liat Anak kelas 12 kaya lo deh" ucap temen Olivia
Gita yang mendengar itu memutar bola matanya malas. Untuk apa teman Olivia ini menanyakan dirinya kelas berapa!! "Emang penting?" tanya Gita
"Ya iya lah bego!! Sekarang gue tanya sekali lagi.. Lo kelas berapa dan nama lo siapa?" tanyanya sekali lagi
"Gue Gita dan gue kelas 11 MIPA 3" balas Gita
"Dihh si anjir!! Lo masih kelas 11 tapi gak ada sopan santun banget sama kita yang kelas 12" ujar teman yang satu
Olivia yang melihat itu sontak menghentikan pertengkaran yang mungkin saja akan terjadi
"Udah-udah jangan pada ribut!! Gita ini temen gue jadi gue gak masalah kalo dia manggil gue pake nama gue dan gak ada embel-embel Kak atau apa" ujar Olivia yang membuat kedua temannya hanya menatap dirinya seolah-olah tidak percaya
"Sejak kapan lo punya temen dari kelas lain selain kita!? Apalagi itu Adik kelas" ucap teman Olivia
"Ya ada!! Buktinya ini" ucap Olivia sambil menunjuk ke arah Gita
"Maksud gu-
"Udah lah perdebatan ini itu gak penting, lebih penting lagi yang bakalan gue omongin ke Olivia bye" ucap Gita memotong ucapan temen Olivia. Dan Gita pun langsung menarik tangan Olivia pergi meninggalkan lapangan
Gita membawa Olivia ke atas rooftop. Setelah sampai di atas rooftop Gita melepaskan cekalan tangannya pada Olivia dan Gita segera beralih menatap Olivia
"Gue mau ngomong sama lo" ucap Gita setelah melepaskan cekalan tangannya pada Olivia
"Yaudah kalo mau ngomong mah ngomong aja kali" balas Olivia
__ADS_1
"Ck.. Gue heran sama lo. Kenapa lo bisa tau banyak tentang gue?" tanya Gita lagi
"Kalo lo narik gue ke sini buat nanyain itu mending gue pergi" balas Olivia yang siap-siap akan pergi. Namun sebelum Olivia benar-benar pergi, tangannya dicekal kembali oleh Gita
"Tunggu dulu napa sih!! Gue belum selesai ngomong sama lo" ujar Gita
"Mau ngomong apa lagi emang? Lagian kenapa lo Tiba-tiba nanyain ini?" balas Olivia yang kini menatap Gita
Gita yang mendengar itu pun tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya begitu saja sontak membuat Olivia terkejut dan juga panik
"E-eh lo kenapa Tiba-tiba nangis gini sih?" tanya Olivia yang kini mengusap air mata Gita yang masih mengalir dipipinya
"Gue ngerasa kalo lo itu tau banyak tentang gue Liv!! Itu sebabnya gue nanya sama lo" balas Gita yang kini sudah tidak menangis lagi. Meski air matanya kadang masih menetes
"Lo kenapa Tiba-tiba nanyain tentang ini? Ada apa sebenernya yang terjadi sama lo?" tanya Olivia
Akhirnya Gita pun memilih untuk mengatakan yang sebenarnya saja kepada Olivia. Lagian sepertinya Olivia adalah orang yang baik
"Gue tadi gak sengaja dengar sesuatu" ucap Gita mencoba menjelaskan awal yang terjadi
"Terus!!" ujar Olivia
"Gue ngedenger orang lagi ngomongin gue!! Tapi gue hapal betul sama suara itu dan pas gue cek ternyata itu bokap gue sendiri. Dan bahkan gue sempet ngedenger bokap gue ngomong kalo gue bukan Anak kandungnya sama orang yang gue gak tau siapa Liv. Tapi dia kaya masih seumuran sama gue" ujar Gita menjelaskan
Olivia yang mendengar Gita mengatakan hal itu pun dibuat terkejut. Apakah Gita sudah mulai mengetahui rahasia satu per satu yang disembunyikan oleh kedua orang tuanya. itu adalah kata-kata yang ada difikiran Olivia
"Gita udah mulai ngerti rahasia yang disembunyiin satu demi satu!! Apa gue kasih tau sekarang aja ya?" ucap Olivia dalam hati
"Lo kenapa malah ngelamun sih?" ucap Gita
Olivia yang tersadar pun langsung menggelengkan kepalanya pelan
"Lo kenapa?" tanya Gita lagi
"Gue gak papa kok" balas Olivia
"Jadi gimana? Lo pasti tau semua tentang gue kan?" ujar Gita lagi
Olivia pun menghela nafasnya pelan sebelum dirinya berkata "Kalo lo pengen tau lebih dalam lagi tentang hidup lo!! Lo bisa dateng ke sini" ujar Olivia seraya memberikan alamat rumah kepada Gita yang mana langsung diterima oleh Gita
"Alamat apa ini?" tanyanya lagi
"Lo bakalan tau sendiri Git. So gue pergi dulu bye" balas Olivia sebelum dirinya melangkah pergi meninggalkan Gita sendiri di atas rooftop itu
Setelah kepergian Olivia, Gita memandang alamat rumah yang entah milik siapa itu. Namun Gita dibuat bingung dengan tingkah Olivia
"Kenapa Olivia ngasih gue alamat?" tanya Gita pada dirinya sendiri
Karna tak ingin ambil pusing, Gita pun memasukan alamat yang diberikan oleh Olivia kedalam sakunya dan berjalan keluar dari rooftop karna ternyata jam bel istirahat telah berbunyi
__ADS_1
Saat sedang menuruni tangga Gita tak sengaja berpapasa dengan seseorang yang entah bagaimana Gita merasa jika orang itu menatap Gita dengan tatapan yang seperti ingin membunuh
Karna Gita tak ingin ambil pusing pun Gita melanjutkan langkahnya menuju kantin untuk mengisi perut dan juga untuk bertemu dengan Laura dan Bella
Saat sudah sampai dikantin Gita melihat sekeliling untuk mencari Laura dan juga Bella. Saat sudah ketemu Gita berjalan pelan menghampiri meja yang diduduki oleh Laura dan Bella
Gita duduk disamping Bella langsung merebut makanan yang ada ditangan Bella yang membuat Bella seketika menatap tajam Gita
"Siala itu makanan gue woy!!" ucap Bella saat melihat Gita merebut makanannya
"Gue laper Bella" balas Gita dengan memasukan kembali makanan Bella kedalam mulutnya
"Ya kalo lo laper beli makanan lah! Nagapain lo ngambil makanan gue?" tanya Bella saat sudah berhasil merebut makanannya kembali dari Gita
"Males jalan ke sana. Beliin dong Bel" ucap Gita yang kini malah meminum minuman Bella
"ITU MINUMAN GUE GITA!!" ujar Bella dengan berteriak yang mana membuat atensi semua orang manatap ke arah meja mereka
"Berisik bego jangan teriak-teriak bisa gak sih!! Lo gak liat semua orang natap kita gini?" ucap Gita
"Ya habisnya lo ngeselin sih" ujar Bella
"Yaudah sini gue minta lagi makanan lo" ujar Gita yang berniat akan mengambil kembali makanan Bella
Bella yang melihat jika Gita akan merebut makanannya pun langsung mengamankan makanannya agar tidak diambil oleh Gita
"Ets gak boleh" ujar Bella dengan menyembunyikan makanannya kebelakang
"Bagi anjir kok lo pelit banget sih" ujar Gita yang masih mencoba merebut makanan Bella
"Gak boleh!! Ini punya gue" balas Bella yang masih mengamankan makanannya
"Lo tadi abis kemana aja Git? Kok ke kamar mandi lama banget?" ucap Laura yang membuat perdebatan antara Gita dan Bella terhenti
"Nah iya tuh lo tadi kemana aja.. Lo bolos kan?" tuduh Bella kepada Gita
"Gak ya njirr enak aja lo nuduh gue sembarangan" ucap Gita yang tak terima Jika dirinya dikira membolos
"Ya terus lo kemana aja dong?" tanya Bella
"Gue itu tadi ada urusan mendadak jadi gue gak sempet balik lagi ke kelas" balas Gita dengan menjelaskan
"Urusan apa?" tanya Bella dengan kepo
"Kepo amat sih lo!! Lo gak usah tau" balas Gita yang membuat Bella kesal
Akhirnya mereka bertiga pun kembali melanjutkan makannya dengan diiringi canda dan tawa dari mereka yang dihasilkan oleh tingkah Bella maupun Gita hingga bel masuk pun berbunyi. Mereka bertiga pun akhirnya memilih pergi masuk kedalam kelas mereka
Sepeninggalan ketiganya kini terdapat seseorang yang masih menatap kepergian Gita, Laura dan juga Bella dengan pandangan yang sulit diartikan
__ADS_1
"Untuk saat ini lo masih bisa ketawa-ketawa Gita!! Tapi gak buat kedepannya. Gue Pastiin lo bakalan menderita" ucap orang itu sebelum dirinya ikut pergi meninggalkan kantin juga dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan itu