LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 38


__ADS_3

Jam bel masuk telah berbunyi lima belas menit yang lalu, dan saat ini Gita yang sedang berada didalam kelasnya sedang termenung dengan pikiran-nya sendiri. Sesekali juga Gita juga melirik kearah Laura


"Apa yang sebenernya disembunyiin sama Laura sih?" ujar Gita dalam hati, yang mana masih dengan menatap Laura


Laura yang merasa jika ditatap terus oleh orang disamping-nya pun menoleh kearah Gita, dengan alis yang terangkat, tanda ia sedang bertanya


"Kenapa lo liatin gue mulu?" tanya Laura menatap Gita


Gita menggelangkan kepalanya, hal itu pun semakin membuat Laura kebingungan. Tapi, Laura yang tak ingan ambil pusing pun kembali menatap Guru yang sedang menjelaskan pelajaran itu


Ting...


Ponsel Laura berbunyi dari balik laci meja-nya. Laura pun mengambil ponsel-nya dan melihat siapa yang mengirimi-nya pesan. Saat sudah melihat siapa yang mengiriminya pesan, Laura pun membalas pesan itu dengan cepat


Gita yang melihat itu semakin dibuat curiga dengan tingkah Laura. Belum lagi, Laura yang meminta izin untuk pergi kekamar mandi


Gita masih menatap kepergian Laura dengan pandangan curiga milik-nya. Gita pun juga memilih untuk izin keluar kelas, dengan alesan sakit perut


Gita mengikuti Laura dari belakang, sesekali Laura berhenti yang membuat Gita juga ikut berhenti. Laura melihat kebelakang, yang sepertinya merasa jika ia sedang diikuti. Gita pun buru-buru bersembunyi agar tidak ketahuan Laura


"Kenapa gue ngerasa kaya diikuti ya!!" gumamnya saat melihat kebelakang, dan Laura tak mendapati seseorang yang sedang mengikuti dirinya


"Mungkin cuma perasaan gue aja kali ya!!" setelah mengatakan itu, Laura kembali melanjutkan langkah-nya dengan Gita yang berjalan dibelakang


Ternyata setelah Gita mengikuti Laura dari belakang, sekarang Gita tau, ke mana arah Laura akan pergi. Rooftop! Yah Laura pergi kerooftop dengan siapa Gita tak tau


Gita masih mengikuti Laura sampai kedalam Rooftop. Namun Gita malah dibuat bingung dengan kehadiran Olivia di sana. Gita memilih bersembunyi dibelakang meja yang sudah tak terpakai itu. Dirinya akan benar-benar menguping pembicaraan Laura dan juga Olivia


"Jauhi Gita!!" ujar Olivia saat tampa menoleh kebelakang

__ADS_1


Laura terkekeh pelan saat mendengar ucapan dari Olivia "Lo gak ada hak buat ngatur gue Olivia!!" ucapan dari Laura membuat Olivia mengepalkan tangannya dengan kuat


Olivia pun langsung berbalik badan menghadap kearah Laura dengan sorot mata yang tajam, seperti pisau yang siap menghunus seseorang


"Jelas gue ada hak tentang itu!! Karena Gita adik gue!! Jadi mending lo jauh-jauh dari Gita!!" ucap Olivia yang masih dengan menatap tajam Laura


Ucapan yang terlontar dari bibir Olivia pun semakin membuat Laura tertawa dengan kencang


"Hah apa?! Gue gak salah denger nih?! Gita adik lo? Sejak kapan Gita jadi adik lo? Setau gue dia adik dari seseorang yang bernama Katrina Angelika Pungus, kok bisa jadi adik lo sih?" tanya Laura dengan wajah yang menjengkelkan menurut Olivia


"Gimana Laura bisa tau nama lengkap Kakak gue? Sedangkan gue aja baru tau kemaren!! Itu pun karna Kak Megan yang kasih tau nama gue!" ucap Gita dalam hati


Gita semakin dibuat bingung dengan Laura yang tau nama lengkap dari Kakak Perempuan-nya itu. Sedangkan dirinya saja baru mengetahui kemaren saat ia sedang dirumah Megan


"Gue harus nyelidiki ini semua!! Termasuk Laura. Jelas banget gerak-geriknya mencurigakan banget" lagi-lagi Gita hanya bisa berucap dalam hati-nya saja


"GUE BILANG JAUHI GITA LAURA!! Sebelum lo tau akibatnya apa!!" ucap Olivia dengan nada penuh penekanan dan juga ancaman


Gita yang melihat Laura akan pergi keluar pun buru-buru semakin merapatkan dirinya ditengah-tengah tumpukan meja, agar tidak ketahuan oleh Laura


Saat Laura sudah meninggalkan Rooftop. Kini terdapat Olivia yang sepertinya sedang menahan emosi setelah berbicara dengan Laura. Terlihat jelas dikedua matanya yang menatap tajam, dan rahang yang mengeras, serta tangan yang terkepal kuat


"Gue gak akan biarin lo sentuh Gita sedikitpun Laura!!" gumam Olivia sebelum dirinya juga ikut meninggalkan Rooftop, menyisakan Gita yang masih berada di Rooftop


Setelah kepergian Laura dan juga Olivia. Gita keluar dari tempat bersembunyian-nya. Saat Gita telah keluar dari teman pensembunyian-nya itu, Gita menatap nanar pintu Rooftop, dirinya masih bingung dengan alesan Laura


Akhirnya Gita pun memilih untuk keluar dari tempat Rooftop. Saat ditengah perjalanan menuju kelasnya. Gita tak sengaja bertemu dengan Zergan yang sepertinya sedang dihukum dilapangan


Gita mendekati Zergan yang saat ini sedang berlari mengelilingi lapangan, namun saat dirinya akan ketempat Zergan. Dari arah yang bwrlawanan, terdapat seseorang yang sedang berjalan cepat Menghampiri Zergan

__ADS_1


Orang itu memberikan air minum untuk Zergan. Namun Zergan tak mengambil minuman pemberian Perempuan, melainkan hanya menatap datar minuman tersebut


Bukan-nya mengambil minuman itu. Zergan malah menatap keselilingnya seperti sedang mencari sesuatu. Dan saat sudah mendapatkan orang yang dicarinya, Zergan menatap Gita lama, yang mana hal itu membuat orang yang memberikan minuman kepada Zergan berdecak kesal


"Ihh Zergan kamu ngapain sih liatin ***** itu mulu!!" ujar Perempuan itu, yang membuat Zergan menatap tajam kepada Perempuan itu


"Jaga ya mulut lo itu!! Sebelum lo ngomongin dia *****!! Mending lo ngaca deh. Lo juga gak beda jauh sama ***** diluaran sana!!" balas Zergan dengan menatap raja Perempuan itu, yang membuat nyalinya seketika menciut


"Kok kamu malah bela dia sih!!" ujarnya dengan mengentakan kakinya kesal


Namun Zergan tak menanggapi ucapan Perempuan itu, Zergan lebih memilih berjalan mendekati Gita yang masih berdiri diujung sana


Saat sudah sampai dihadapan Gita. Zergan langsung mengacak-acak rambut Gita pelan, yang membuat Gita berdecak kesal dengan menatap Zergan tajam


"Ngapain lo di sini?!" ujar Gita yang merasa tak senang dengan kehadiran Zergan


Zergan malah terkekeh dan semakin mengacak-acak rambut Gita, hingga membuat rambut Gita yang sudah rapi menjadi berantakan


"Zergan sialan!! Rambut gue jadi berantakan lagi anjing!!" ucap Gita yang mencoba melepaskan tangan Zergan yang masih berada diatas kepalanya


"Lo kalo lagi marah gini jadi imut deh!!" ucap Zergan dengan jujur


Entah mengapa saat Zergan mengatakan itu, Gita merasa jika kedua pipinya memanas. Hal itu tentu saja disadari oleh Zergan


Zergan tertawa pelan dan menggoda Gita yang pipinya merah, hingga semakin memerah


"Ciee yang pipinya merah!! Blushing ya?" goda Zergan


"Ihh apaan sih lo!!" elak Gita. Keduanya tertawa yang membuat pasang mata menatap kearah mereka dengan berbagai pandangan. Ada yang iri, kagum, serta sinis terhadap Gita

__ADS_1


"Sialan!! Gue gak akan pernah biarin Zergan jatuh ketangan lo Gita!! Karena Zergan punya gue!! Zergan is mine"


"Saat ini lo masih asik ketawa. Tapi gak setelah gue hancurin hidup lo Gita!! Saat lo bener-bener hancur dan lo cuma punya dua pilihan, bertahan dengan rasa sakit yang akan lo rasain seumur hidup lo, atau lebih memilih untuk mati!!"


__ADS_2