LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 46


__ADS_3

Setelah sampai dikediaman Laura. Olivia keluar dari dalam mobil Laura dan melihat sekelilingnya. Mobil yang ditumpangi Megan dan Zergan pun sampai ditempat Laura.


Zergan dan Megan turun dari dalam mobil dan menyusul Laura serta Olivia.


"Sekarang tunjukin ke kita kalo yang lo omongin itu emang bener!" Ujar Zergan dengan tak sabarnya


Laura memutar bola matanya mals mendengar ucapan dari Zergan. Sungguh tidak sabaran sekali Zergan.


"Lo bisa sabar gak sih?" Tanya Laura kepada Zergan yang membuat Zergan mengepalkan tangannya kuat.


"Sekarang lo pada ikut gue." Ucap Laura dan berjalan terlebih dahulu. Disusul oleh Megan, Olivia, dan juga Zergan yang di belakangnya.


Saat memasuki rumah yang terbilang besar itu. Megan, Olivia, dan Zergan sempat terpana dengan keindahan rumah itu.


Laura membawa ketiganya keruangan bawah tanah yang ada di rumahnya.


Dan saat mereka memasuki ruangan tersebut, dapat mereka liat jika didalam ruangan itu terdapat beberapa foto Gita dan juga banyak sekali foto Sandra dan Bella. Bukan hanya itu, disebelah kanan laci pun terdapat sebuah foto tiga orang yang sedang tersenyum manis.


Megan pun perlahan mendekati bingkai foto itu dan mengambilnya. Di balik topeng itu, Megan tersenyum dan tanpa sadar air mata mengalir dipipinya.


"Bentar! Jangan bilang kalo lo Megan? Temen dari Kak Sandra, dan lo juga kan yang suka sama Kakak Gita?" Tanya Laura kepada Megan.


Laura awalnya bingung, kenapa dia memperhatikan foto Kakak Sepupunya itu, akhirnya Laura memberanikan dirinya untuk bertanya.


Megan membalikan badannya dan mengangguk pelan sebagai jawaban dari pertanyaan Laura.


Laura sempat terkejut dengan jawaban dari Megan. Laura fikir Megan telah meninggal karna Katrina orang yang dia cintai pergi meninggalkan dirinya sendiri.


"Gue fikir lo udah mati karna orang yang lo suka itu udah mati dan ninggalin lo." Ucap Laura santai.


Tanpa disadari Olivia dan Zergan menatap Laura tajam, namun tak dihiraukan oleh Laura.


"Saya tidak sebodoh itu untuk mengakhiri hidup saya hanya karna orang yang saya suka telah tiada." Jawab Megan dan kembali berjalan ke arah di mana Olivia dan Zergan berada.


"Lagian ngapain sih lo suka sama yang segender sama lo? Kaya gak ada Cowok aja di dunia ini sampe-sampe lo suka sama Cewek juga." Lagi dan lagi pertanyaan itu membuat Olivia dan Zergan semakin menatap Laura dengan begitu tajamnya, bak sebuah silet yang akan menggores lengan seseorang.

__ADS_1


"Namanya juga cinta!! Lagian Cinta gak mandang gender Laura." Ucap Megan


"Kenapa malah jadi bahas orientasi Kakak gue sih hah? Mending sekarang tunjukin ke kita kalo lo beneran gak salah." Ucap Olivia yang sudah muak dengan percakapan tentang orientasi seseorang.


"Ok karna lo pada gak sabaran, jadi gue bakalan mulai ceritain." Ucap Laura dan mengambil album foto yang ada di laci tersebut.


"Seperti yang kalian tau, kalo Kak Sandra meninggal itu karna kecelakaan yang dibuat oleh Kak Katrina. Kakak kandung dari Gita." Ucapnya dengan menatap ketiga orang itu.


"Dan lo juga pasti tau kan kenapa hal itu bisa terjadi?" Tanya Laura kepada Megan, dan diangguki oleh Megan.


"Setelah kematian Kak Sandra, Bella berniat bales dendam dengan nyari tau di mana keluarga Katrina apa masih ada yang hidup atau udah gak ada semua. Dan Bella gak sengaja buka buku Diary Kak Sandra, yang ternyata itu tentang kisah persahabatan antara kalian bertiga. Hingga Bella gak sengaja nemu tulisan tentang Adik Kandung Katrina, yaitu Gita." Jelas Laura


Megan, Olivia, dan Zergan mendengarkan-nya dengan baik.


"Waktu Bella tau ternyata Katrina punya Adik yang masih ada. Bella akhirnya mau bales dendam ke-Gita." Ucap Laura dengan tangan yang mengelus salah satu foto Sandra yang sedang tersenyum.


"Bentar-bentar tadi lo bilang kalo Bella tau kalo Katrina punya Adik dari buku diary Kakak lo? Gimana caranya?" Tanya Olivia saat dirinya sadar bahwa ada kejanggalan di saat Laura bercerita.


"Kak Sandra suka ngungkapin perasaan-nya dengan cara nulis dibuku diary. Nah Kak Sandra nulis tentang Katrina. Kak Sandra ngerasa kasian sama Katrina yang ternyata dia punya Adik tapi gak pernah ketemu sama sekali." Penjelasan dari Laura membuat Olivia menganggukkan kepalanya.


"Sekarang gue tanya, lo tau di mana Bella nyembunyiin Gita?" Tanya Zergan yang dibalas gelengan kepala oleh Laura


"Gue sama sekali gak tau di mana Bella sekarang. Pas gue dateng kerumahnya pun dia gak ada di sana." Ucap Laura


"Sekarang kita harus gimana?" Tanya Olivia yang dibalas gelengan oleh semua orang


...****************...


Gita duduk dengan sekujur tubuh yang amat sakit karna perlakuan dari Bella beberapa jam yang lalu. Entah mengapa Gita merasa jika Bella adalah seorang Psychopath gila.


Yah beberapa jam yang lalu Bella menyiksa dirinya dengan menyayat pipi kanan Gita dengan menggunakan pisau lipat. Belum lagi dengan jari kelingking kirinya yang dipotong oleh Bella.


Sungguh ini semua tidak pernah terlintas dipikiran Gita jika dirinya akan mengalami kejadian seperti ini.


"Sialan pipi gue sakit banget, belum lagi sama jari kelingking gue yang dipotong sama Bella. Bener-bener hari yang buruk buat gue." Ucapnya dengan pelan dan mata yang melihat ke arah jari kelingking kirinya sedang meneteskan darah.

__ADS_1


"Masa iya gue harus mati ditangan Bella sih? Kan gue belum ketemu sama Papa kandung gue!"


Kini nasib Gita berada ditangan Bella. Jika ia masih ingin hidup, maka Gita harus berjalan keluar dari tempat mengerikan ini. Tapi jika Gita masih ingin tetep di sini! Maka nyawanya akan melayang.


"Gue harus kabur atau gimana?" Tanya Gita pada dirinya sendiri "Tapi gue masih pengin hidup." Ucapnya pelan.


"Gue udah putusin bakalan kabur dari sini." Ucap Gita yakin dan mulai mencoba untuk meloloskan dirinya dan pergi dari tempat gila ini.


...****************...


Seorang pria mengendarai mobilnya dengan penuh kecemasan. Dia benar-benar sangat khawatir dengan keadaan sang Ponakan, siapa lagi jika bukan Rian. Rian masih mengendarai mobilnya dengan raut yang sangat khawatir.


Ini sudah cukup malam tapi dirinya belum juga menemukan Gita. Apa dia harus pergi ke-kantor polisi dan melaporkan hilangnya Gita?


"Gita kamu di mana sih sayang!! Ini udah malem dan kamu belum juga ketemu!!" Ucap Rian. Rian mengucapkan itu dengan nada yang bergetar.


Rian melihat ke-arah arlojinya yang sudah menunjukan pukul 23:45 sebentar lagi akan pukul 12 malam. Rian yang sudah lelah pun akhirnya memilih untuk memarkirkan mobilnya dipinggir jalan.


Saat mobil Rian sudah terparkir, dari kejauhan Rian dapat melihat kantor polisi yang masih buka. Rian pun akhirnya menyalahkan mesin mobilnya menuju kantor polisi itu untuk menalporkan hilangnya Gita.


...****************...


Di sebuah tempat yang terdapat empat orang yang masih dengan fikiran masing-masing. Namun salah satu diantara mereka akhirnya memilih untuk membuka suara.


"Kita harus cari Gita kemana lagi? Ini udah hampir tengah malam, namun mereka masih belum juga bergerak mencari keberadaan Gita." Ucap Zergan


"Gue juga gak tau Zergan." Balas Olivia dengan wajah yang sudah lelah.


Laura mencoba mengingat apa yang Bella rencanakan, berharap dirinya mengingat sesuatu tentang keberadaan Gita dan Bella.


Setelah bergutat dengan firikrannya, Laura pun teringat dengan pembicaraan Bella dengan orang suruhan-nya itu.


Laura ingat jika dirinya tak sengaja mendengar Bella yang sedang menelfon orang suruhannya itu, dan Laura teringat jika Bella pernah mengatakan kata Bandung.


"Gue kayanya tau di mana Gita sama Bella." Ucap Laura

__ADS_1


__ADS_2