LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 30


__ADS_3

"Ngapain lo ke sini? Dan kenapa lo masih pake Seragam? Lo gak pulang dulu kerumah lo?" tanya Olivia dengan tangan yang ia taruh didada


"A-anu!!"


Gita bingung harus menjawab apa pertanyaan yang dilontarkan oleh Olivia. Ia harus bisa mencari jawaban yang tepat untuk ia lontarkan kepada Olivia


"Duh gue harus jawab apaan anjir? Masa iya gue harus jawab kalo gue gak pulang karna males ketemu sama Orang rumah sih! Kan gak lucu" batin Gita


"Kenapa cuma diem aja Gita? Jawab dong pertanyaan gue! Kenapa lo masih pake seragam?" ucap Olivia mengulangkan pertanyaan yang sempat ia beri kepada Gita


Setelah bergulat dengan pikirannya, akhirnya Gita pun memilih jujur saja kepada mereka. Toh sepertinya mereka akan maklum


"Iya gue pulang! Gue males ketemu sama Mama. Entah kenapa tiap kali gue liat Mama, gue ngerasa kasian sama Papa gue yang asli" balas Gita dengan jujur


Olivia pun menghela nafasnya pelan dan memilih untuk duduk kembali. Megan pun menyuruh Gita untuk duduk, Gita pun berjalan melangkah kearah mereka dan duduk di samping Megan, karena bangku di samping Olivia sudah diduduki oleh Zergan


"Jadi? Kenapa kamu ke sini gak ngabarin dulu?" tanya Megan saat Gita sudah duduk di samping dirinya


"Dan juga kenapa kamu males buat ketemu sama Mama kamu?" ujar Megan melanjutkan pertanyaan yang dilontarkan untuk Gita


"Kakak pasti jawaban-nya" balas Gita acuh


"Lo udah ngasih tau Nyokap lo kalo hari ini lo bakalan pulang telat?" tanya Zergan kepada Gita yang dibalas gelengan kepala oleh sang empu


"Kenapa gak ngasih tau Mama kamu dulu sih Git! Kalo Mama kamu nyarii kamu gimana?" tanya Megan


"Aku bisa nyari alesan yang pas, biar nanti Mama percaya" balas Gita acuh yang kini mengambil minuman di atas meja yang entah punya siapa. Gita meminum minuman itu hingga tandas tak tersisa, membuat Orang lain yang melihat itu sontak melebarkan matanya tak percaya


"Eh itu minuman gue!! Ngapain lo minum setan" ujar Orang itu dengan sedikit berteriak, yang tak lain adalah Zergan


Zergan masih menatap gelas yang sudah kosong itu. Zergan pun mengalihkan pandangannya kearah Gita dan menatapnya tajam


"Apa?"


"Lo ngabisin minuman gue sialan" ucap Zergan dengan penekanan


"Oh itu punya lo? Ya maap, abis-nya gue haus sih jadi ya udah gue minum aja tuh minuman" balas Gita yang sepertinya tak merasa bersalah


"Emang gak ada akhlak nih bocah" ujar Olivia dengan mengambil minuman-nya sendiri dan ia juga tenggak hingga habis


Megan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Gita yang benar-benar sangat mirip dengan Katrina. Ia berasa seneng, karna akhirnya bisa melihat Gita secara langsung


Gita pun teringat dengan apa yang sempat ia dengar di Sekolah. Akhirnya Gita pun menceritakan hal itu kepada ketiga-nya yang membuat Megan, Olivia, serta Zergan terkejut


"Kak aku tadi waktu masih di Sekolah bahkan di dalam kelas. Aku ngeliat sosok hantu, tapi dia bukan sosok yang biasa aku temui. Dan juga pas aku keluar kelas, aku gak sengaja dengar ada orang yang bawa-bawa nama Kak Megan sama Olivia. Dan juga mereka bilang harus secepatnya ngelakuin apa yang udah mereka susun dari lama" ujar Gita menjelaskan yang membuat ketiga-nya mendengarkan dengan serius


"Tapi karna tiba-tiba aja aku dengar suara pintu yang bakal dibuka, aku sempat sembunyi di belakang tong sampah. Pas mereka keluar dari kelas itu, aku coba buat liat siapa mereka. Tapi aku sama sekali gak bisa liat mereka dengan jelas karna aku ada di belakang mereka" sambung Gita menjelaskan cerita yang ia dengar tanpa ia kurangi atau dilebihkan sedikit pun


Dapat Gita lihat jika ketiga-nya seperti sedang menahan emosi. Terlebih lagi Megan yang seperti-nya sangat emosi setelah mendengarkan penjelasan Gita. Terbukti dari Megan yang mengepalkan tangannya kuat

__ADS_1


Keempat Orang yang ada didalam ruangan itu hanya terdiam dengan fikiran masing-masing. Begitu pun dengan Gita yang ikut berdiam saat melihat jika ketiga Orang itu terdiam


"Kalian kenapa kok kaya emosi gitu?" tanya Gita akhirnya memberanikan dirinya setelah cukup lama ikut terdiam


"Sialan! Mereka bergerak dengan cepat sekarang! Gak seperti yang gue kira" ujar Megan dengan tangan yang masih terkepal kuat


"Lalu kita harus ngelakuin apa Kak?" tanya Zergan kepada Megan saat melihat kilatan emosi dimata sang Kakak


"Pokoknya kita harus bener-bener jaga Gita dari bedabah sialan seperti mereka" balas Megan


Gita sejujurnya masih tidak mengerti dengan ini namun ia akan bertanya lebih lanjut kepada Megan nanti


"Emm Kak Megan bisa bicara berdua? Aku pengen ngomong sama Kakak cuma aku sama Kakak" ucap Gita yang membuat Olivia dan Zergan menatap Gita terheran


"Mau ngapain lo?" tanya Olivia


Gita memutar bola matanya malas setelah mendengar perkataan Olivia tadi. Apakah Olovia tidak mendengarnya atau bagaimana?


"Eh Monyet Amazon! Lo gak denger tadi gue ngomong apa? Gue mau bicara sama Kak Megan berdua. Inget B.E.R.D.U.A" balas Gita dengan nada penuh penekanan dikalimat akhirnya


"Udah jangan berantem mulu! Zergan, Olivia! Mending sekarang kalian berdua keluar dulu. Biar gue ngomong sama Gita" ujar Megan yang diangguki keduanya


Sebelum Olivia dan Zergan melangkah keluar, Olivia sempat menatap tajam Gita yang hanya diacuhkan oleh Gita


Akhirnya Olivia dan Zergan sudah keluar dari ruangan itu. Menyisahkan Megan dan Gita saja didalam situ dengan keheningan yang menyelimuti keduanya


"Jadi? Kamu mau ngomong apa sampe harus suruh Olivia sama Zergan keluar?" tanya Megan memecahkan keheningan yang terjadi


"Maaf sebelumnya Kak kalo lancang. Aku cuma mau tanya hubungan antara Kakak sama Zergan apa ya?" tanya Gita menghiraukan pertanyaan yang sempat diberikan oleh Megan


Megan mengerutkan keningnya tak faham dengan pertanyaan Gita "Jadi kamu mau ngomong itu? Kamu ngomong itu tapi nyuruh Olivia sama Zergan pergi?"


"Bukan itu Kak! Aku cuma penasaran aja kenapa tiba-tiba ada Zergan di sini!"


"Lagian aku dateng ke-sini mau tanya-tanya tentang Kak Katrina. Sepertinya Kak Megan tau banget tentang Kakak aku!" tanya Gita pada akhirnya


Megan bingung harus menjawab apa pertanyaan yang diberikan Gita tentang Katrin. Jika ia menjawab dengan jujur pasti Gita akan sangat terkejut


Akhirnya ia pun memilih untuk menjawab pertanyaan Gita


"Sebelumnya Kakak bakalan jawab pertanyaan kamu yang pertama" ucap Megan dengan mentap Gita


"Zergan itu Adik kandung Kakak. Sedangkan Olivia! Kamu pasti udah tau kalo dia adalah Adik Sepupu Kakak" ucap Megan


Gita menganggukkan kepalanya paham. Pantas saja jika tiba-tiba terdapat Zergan dirumah ini


"Terus soal Kak Katrin apa?" tanya Gita lagi yang masih ingin tau tentang sang Kakak


Megan memejamkan matanya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Gita. Megan membuka matanya dan berdehem pelan sebelum dirinya akan menjawab. Ia takut jika tiba-tiba Gita akan membencinya

__ADS_1


"Katrina itu cinta pertama Kakak Gita" jawab Megan yang mana membuat Gita terkejut


"Kak Megan bercanda kan? Kak Megan gak mungkin suka sama Kakak aku iya kan?" balas Gita yang masih tak percaya dengan apa yang ia dengar tadi. Dan berharap jika ia salah dengar. Namun ternyata apa yang Gita fikirkan salah setelah mendengar jawaban dari Megan


"Kakak gak bohong Gita!" ucap Megan


Gita masih menatap Megan dengan pandangan yang sulit diartikan "Tapi kan Kalian berdua sama-sama Perempuan" ucap Gita


Megan sudah bisa menebak ini. Gita pasti akan bertanya seperti itu


"Kakak tau Gita. Tapi Kakak gak bisa nyangakal kalo Kakak itu cinta sama Kakak kamu! Awalnya Kakak juga nyangkal perasaan Kakak sendiri tapi gak bisa Gita" ucap Megan dengan menatap Gita sendu


"Kakak tau kan kalo itu salah" tanya Gita kepada Megan yang hanya dibalas dengan angguka saja oleh Megan


"Kalo Kakak tau kenapa Kakak gak nyoba buat ilangin rasa itu?" tanya Gita lagi yang membuat Megan semakin dalam menatap mata Gita yang sangat mirip dengan sang pujaan hati


"Kakak udah beberapa kali buat ngilangin ini! Tapi gak bisa. Setiap kali Kakak nyoba buat ilangin rasa itu, rasa itu tumbuh semakin besar" balas Megan


Gita pun menghela nafasnya panjang. Ia tidak menyangka jik harus bertemu dengan orang penjuka sesama jenis yang mana menurut Gita sangatlah menjijikan


"Kakak udah pernah ngomong soal perasaan Kakak sama Kak Katrin?"


"Belum! Kakak bahkan belum pernah ngomong soal perasaan Kakak, tapi dia udah pergi ninggalin Kakak dan kamu gitu aja. Bahkan sebelum dia ketemu sama kamu" ujar Megan disertai gelengan kepala saja


Gita pun hanya mengangguk saja. Tapi ia masih memiliki satu pertanyaan lagi


"Kak megan aku boleh nanya lagi?" tanya Gita hati-hati takut jika Megan akan menolak. Tapi ternyata itu salah, justru Megan malah mempersilahkan Gita untuk bertanya lagi


Gita pun langsung membuka tas-nya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tas tersebut dan ia perlihatkan apa yang ia bawa kepada Megan


"Waktu itu aku sama teman aku pergi ke Sekolah malam-malam! Dan masuk keruangan yang gak boleh dimasuki sama siapa pun. Tapi waktu aku tetep nyoba masuk dan didalam ruangan itu, Temen aku nemuin buku ini. Tapi yang anehnya, kenapa didalam buku itu melibatkan Keluarga aku Kak?" tanya Gita dengan memberikan buku diary kepada Megan


Megan terkejut saat melihat jika yang dikeluarkan Gita adalah buku diary yang selama ini dicarinya. Megan mengambil buku itu dari tangan Gita dan langsung membawanya kepelukannya. Air matanya luruh begitu saja saat melihat buku itu


Gita terkejut saat mendengar isak tangis dari balik topeng Megan. Ia ingin bertanya kenapa, tapi urung saat Megan malah bertanya balik tentang buku itu


"Kamu menemu buku ini Gita!" ucap Megan yang masih sedikit terisak


"Emangnya kenapa Kak?" tanya Gita tak paham


"Buku ini adalah milik Katrin. Kakak udah nyari dari lama tapi gak ketemu-ketemu" jawab Megan


Gita hanya ber-oh ria saja. Pantas saja jika didalam buku itu berisi tentang keluarga-nya, ternyata itu milik sang Kakak


"Kak Megan aku mau nanya lagi! Tapi maaf kalo mungkin nyinggung perasaan Kakak"


"Silahkan. Tanyakan saja apa yang ingin tanya Gita"


"Kalo boleh tau alesan Kakak pakai topeng itu karna apa ya Kak?" tanya Gita dengan hati-hati, takut-takut jika dirinya melukai perasaan Megan

__ADS_1


Megan terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab


"Ini karena!!"


__ADS_2