LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 44


__ADS_3

Seseorang masuk kedalam ruangan yang ditempati Gita dan juga dua orang suruhan itu.


Saat sudah memasuki ruangan itu, Gita dibuat terkejut dengan orang yang menculik dirinya.


"Hai Gita. Gimana kabar lo?" Tanyanya dengan senyum surmigah


"L-lo!!" Ucap Gita dengan keterkejutannya saat melihat siapa yang masuk kedalam ruangan ini


"Ya ini gue. Gimana kabar lo? Oh iya harusnya gue gak usah nanya sama lo, kan lo baik-baik aja ya." Ucapnya dengan senyuman yang masih tercetak dibibirnya.


"KENAPA LO NYULIK GUE SIALAN!! APA SALAH GUE SAMA LO!!" Ucap Gita dengan berterima.


"Lo masih nanya sama gue salahnya di mana? Ok gue kasih tau lo sekarang, sejujurnya ini gak ada sangkut pautnya sama lo sih, cuman ini ada sangkut pautnya sama Kakak lo itu." Ujarnya membuat Gita terdiam.


"Kakak gue? APA SALAH KAKAK GUE SAMA LO HAH!!" Terriakan Gita tentu saja membuat ketiga orang lain merasa kesal. Hingga salah satu dari mereka menarik rambut Gita hingga membuat Gita terdongak ke atas.


Kemudian orang itu langsung menampar pipi Gita dengan kerasa, hingga membuat sudut bibir Gita berdarah.


"Berisik sialan!! Bisa gak sih gak usah teriak-teriak? Ini bukan hutan bego!." masih dengan menarik rambut Gita. Orang itu berucap dengan datar


"Masih nanya ternyata letak kesalahan Kakak lo di mana." Ucapnya dengan terkekeh "GARA-GARA KAKAK SIALAN LO ITU KAKAK GUE JADI MATI ANJING!!" Ucapnya lagi dengan nafas yang menggebu-gebu.


"ITU GAK SENGAJA BELLA!! KAKAK GUE JUGA MATI GARA-GARA KAKAK LO!!" Tak ingin kalah dengan Bella, Gita pun berucap dengan berteriak.


Yah Bella. Orang yang menculik Gita adalah Bella, Memang selama ini Bella selalu terlihat biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa. Namun akting dari Bella sungguh Gita akui sangat keren. Hingga membuat semua orang tertipu dengan sifat Bella.


"Lo mau tau alesan kenapa lo dikeluarin dari Sekolah lama lo itu?." Ucap Bella membuat Gita menggelengkan kepalanya.


"Itu karena gue." Ucapnya yang mana membuat Gita melebarkan bola matanya terkejut.


"Iya gue yang udah ngeluarin lo dari Sekolah lama lo itu." Ucapnya dengan senyum ceria "Jangan lo fikir gue gak tau kalo lo itu aslinya dikeluarin dan bukan pindah dari Sekolah lo yang dulu. Lo beralesan pindah biar semua orang gak ada yang tau kalo lo itu aslinya dikeluarin." Ucapan Bella lagi-lagi membuat Gita terkejut.


Jadi selama ini dalang dibalik alesan dirinya dikeluarin dari Sekolah lamanya itu karna Bella?


"A-apa. Jadi lo yang udah ngeluarin gue jadi dari Sekolah lama gue? Sialan lo Bella!!." Geram Gita yang semakin kuat memberontak


"Iya itu karna gue. Gue sengaja ngedorong temen lo itu dari atas rooftop biar semua orang nyalahin lo, dan lo dikeluarin dari Sekolah deh." Bella mengatakan kata itu dengan duduk manis disebuah kursi dengan menyilangkan kedua kakinya.


"Gila lo Bella!! Dasar psikopat!!" Ujar Gita yang semakin menggila mencoba melepaskan dirinya sendiri.

__ADS_1


Bella terkekeh mendengar kata yang dilontarkan Gita. Belum lagi dengan Gita yang masih mencoba melepaskan dirinya sendiri.


"Udah Git gak usah sampe segitunya buat ngelepasin diri, ntar yang ada tangan lo makin merah!!" Ucapan Bella dan diiringi kekehan itu membuat Gita muak dengan tingkah Bella.


Selama ini Gita mengira jika Laura lah dalang dibalik penculikan dirinya. Tapi ternyata Gita salah, bukan Laura dalang dibalik penculikan dirinya, melainkan Bella. Gita sangat tertipu dengan sifat dari Bella.


"Jangan-jangan itu juga rencana lo, di saat gue baru masuk ke Sekolah itu dan gak sengaja nabrak lo?" Tanya Gita yang diangguki Bella


"Yes right. Lo bener, gue emang ngeliat saat lo baru turun dari mobil lo itu dan saat lo mulai jalan, gue juga sengaja lari dan nabrak lo deh." Ucapan Bella membuat Gita mengelatukan giginya karna merasa kesal dengan tingkah Bella.


"Gue pikir Laura yang punya niat jahat sama gue-" Gita menjeda ucapan yang akan ia lontarkan kepada Bella. Gita juga menatap tajam Bella yang mana hal itu tidak membuat Bella takut. "Ternyata lo yang malah punya niat jahat sama gue!!" Ucap Gita yang masih dengan menatap Bella tajam


Bella tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Gita.


"Hahhahaha!! Jadi selama ini lo ngira kalo Sepupu gue yang punya rencana ini? Hahahaha." Ujar Bella yang mana tawa itu semakin kencang. Kedua orang yang menculik Gita pun ikut tertawa mendengar apa yang Gita katakan barusan.


Gita sungguh semakin merasa muak dengan tingkah Bella yang Bella malah tertawa dengan kerasanya.


"Gila. Bella bener-bener gila." Itu lah kata-kata yang ada dipikiran Gita.


"Bahkan dia selalu ngelarang gue buat bales dendam ke lo atas kematian Kakak gue." Ucapan Bella membuat Gita terdiam.


Jadi selama ini Laura selalu menyuruh Bella untuk tidak melakukan hal gila seperti ini.


Gita menganggukkan kepalanya. "Tau!! Lo marah sama dia karena dia sama gue dan dia gak angkat telfon dari lo karna dia nemenin gue yang habis diteror itu."


Gita diam sejenak. dirinya baru ingat jika waktu itu ia pernah diteror oleh seseorang. Apakah orang itu adalah Bella?


"Tunggu dulu!! Jangan bilang orang yang nenor gue waktu itu lo?" Tuduh Gita yang diangguki Bella


"Lagi-lagi tebakan lo bener!!" Ucap Bella dengan lesu dan tidak bersemangat seperti tadi.


"Dan itu juga gara-gara lo!!." Ucap Bella dengan penekanan


"Gue? Apa salah gue!!" Ujar Gita tak mengerti.


"Lo mau tau?" Tanya Bella.


Gita mengangguk dan Bella mulai menceritakannya kepada Gita.

__ADS_1


Flashback *O**n*


"Bisa tolong jangan bales dendam sama Gita?" Tanya Laura dengan pandangan yang masih fokus kearah jalanan.


Bella segera menoleh kearah Laura saat Laura mengatakan itu.


"Tadi kamu ngomong apa? Kamu nyuruh aku buat berhenti setelah aku udah nyiapin ini semua dari lama?" Tanya Bella balik.


Laura segera menepikan mobilnya dipinggir jalan. Sesudah menepikan mobilnya, Laura menatap Bella dengan pandang yang sulit dijelaskan.


"Iya please!! Dia sama sekali gak tau tentang ini Bel. Dan juga kematian Kak Sandra itu udah takdir!!" Jelas Laura mencoba membuat Bella merubah pikiran-nya.


Bella yang mendengar itu sontak dibuat emosi dengan perkataan Laura.


"Takdir? Kamu bilang kematian Kak Sandra itu takdir? Kak Sandra dibunuh sama Kakak dari Gita Laura!! Dan juga Kakak dari Gita itu udah ngerebut pacar dari Kak Sandra!!" Ujar Bella dengan nafas yang memburu.


"TAPI KAKAK KAMU JUGA YANG UDAH NGEBUNUH KAKAK GITA DENGAN CARA NGEBAKAR HIDUP-HIDUP BELLA!! Dan juga bukanya Katrina udah ngejelasin semuanya kalo dia gak ngerebut Reza. Justru Reza yang ngegoda Katrina." Ucapan Laura membuat Bella semakin tajam menatap Laura.


Laura yang tau jika Bella akan kembali meluapkan emosinya pun segera menyalahkan mesin mobilnya dan membawa Bella pulang kerumahnya.


"Mending sekarang kita pulang aja. Lagian ntar malem juga kita bakalan pergi kan." Ujar Laura dan segera menjalankan mobilnya kembali.


Bella masih diam, namun tidak dengan raut wajahnya. Wajahnya menandakan bahwa ia sangat kesal.


"Awas aja lo Gita!! Gue pastiin suatu saat nanti gue bakalan habisin lo!!" Ucap Bella dalam hati.


Flashback Off


"Gara-gara lo gue harus berantem sama Laura!!" Ucap dengan berteriak.


"Gak cuma itu!! Gue juga sering ribut sama dia gara-gara lo SIALAN!!" Ujarnya dengan sedikit berteriak diakhir katanya.


"Dan gue pastiin hari ini juga adalah hari terakhir lo hidup didunia ini GITA!!" Teriak marah Bella dengan mengangkat palu besar itu, dan diarahkan ke Gita


Disaat palu yang dipegang Bella hampir mengenai Gita. Tiba-tiba saja ponsel Bella bergetar.


Bella berdecak kesal saat tiba-tiba ada seseorang yang menelpon dirinya disaat dirinya sedang sibuk.


Gita bernafas lega saat tiba-tiba ponsel Bella bergetar, yang mana berarti hari ini Bella tidak jadi membunuh dirinya. Tapi dia tidak tau apakah nanti Bella akan membunuhnya atau tidak, yang jelas dia akan melarikan diri dari tempat ini sebelum dirinya mati ditangan Bella.

__ADS_1


Bella langsung mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menelfon dirinya. Tapi saat sudah tau siapa yang melefonnya, Bella langsung menjatuhkan palu itu dan berjalan menjauh dari tempat Gita.


"Lo berdua urus Gita. Tapi jangan sampe mati, karna gue yang akan bikin dia mati!!" Ujarnya dan segera meninggalkan Gita dengan dua orang yang menculik Gita.


__ADS_2