LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 17


__ADS_3

Saat ini seorang gadis tengah marah-marah saat telfonnya tak dianggat. Apakah ia lupa jika dia sudah mempunyai janji dengannya? Itu yang selalu ada di dalam pikirannya


"Sialan kenapa Laura gak angkat telpon gue sih!! Si Gita juga sama gak ngangkat. Mereka janjian apa gimana sih" gerutu Bella kesal


Ya orang yang dari tadi marah-marah adalah Bella, ia sangat kesal dengan Gita dan juga sang Sepupu Laura. Bukankah mereka bertiga sudah berjanji akan pergi ke Sekolah malam ini untuk mencari tau lebih lanjut tentang misteri ruangan yang ada di lantai tiga? Mengapa mereka berdua sekarang susah sekali dihubungi


"Ck emang ngeselin tuh dua orang" ucapnya yang masih saja mengerutu


"Loh sayang katanya kamu mau pergi sama Laura kok masih di sini? Emangnya Laura belum datang?" ujar seseorang dengan Tiba-Tiba dari belakang yang mengejutkan Bella


"Tau ah Mah!! Ini Laura aku telpon tapi gak diangkat-angkat dari tadi. Kesel aku tuh Mah" balas dengan raut wajah yang memang kesal dan cemberut


"Mungkin aja Laura ada hal yang mendadak sayang, makanya gak sempat angkat telfon kamu dan gak jadi ke sini buat ****** kamu" ucap Mama Bella dengan mengelus rambut Bella sayang


"Tapi Mah bukan cuma Laura aja yang gak angkat telfon aku. Temen aku yang lain juga gak angkat telfon aku, padahal kita udah janjian buat ke sana bareng" ucap Bella yang masih cemberut


"Mungkin temen kamu juga lagi ada urusan sayang makanya gak angkat telfon kamu" ujar Mama Bella yang mencoba meyakinkan


"Cih masa iya mereka janjian kalo ada urusan"


Mama Bella hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang Putri semata wayangnya. Sungguh Bella sangat mirip dengan dirinya sendiri waktu kecil dulu


"Yaudah mending sekarang kamu ke kamar aja sana ganti baju juga habis itu tidur, ini udah malem soalnya" usul Mama Bella yang di angguki oleh Bella. Dari pada dirinya semakin dibuat kesal dengan kelakuan temen dan supupunya itu lebih baik dirinya masuk ke dalam kamar dan tidur


Bella menaiki tangga satu persatu agar sampai di dalam kamarnya. Setelah sampai di dalam kamar Bella langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur


"Awas aja lo berdua besok pagi habis lo ditangan gue" ucapnya dengan mencoba memejamkan matanya dan tidur menuju alam mimpi


 


Pagi pun tiba, bulan sudah digantikan dengan matahari yang mengusik tidur dari seseorang yang masih terlelap di atas kasur yang empuk itu. Belum lagi suara alarm yang semakin membuatnya terganggu


Gadis itu akhirnya membuka matanya mencoba menyesuaikan dengan cahaya matahari. Setelah di rasa nyawanya sudah terkumpul Gadis itu mengambil alarm yang mengganggunya dan ia segera mematikan alarm itu


Gadis itu melihat sekelilingnya mencoba mencari sesuatu namun ia tak menemukan apa yang di carinya


"Laura kemana? Kok gak ada di kamar ya" gumamnya pelan. Yah gadis itu adalah Gita, setelah menangis semalam karna ia mendapatkan teror dan berakhir dirinya terlelap


Gita turun dari ranjang dan mengambil handuk untuk ia mandi. Setelah mengambil handuk Gita berjalan ke arah kamar mandi dan masuk kedalam untuk mandi


Lima belas menit sudah Gita habiskan untuk mandi, sekarang ia tengah bersih-siap untuk berangkat ke Sekolah dengan memakai seragamnya dan Gita juga merias dirinya di depan cermin besar yang berada di dalam kamarnya


Setelah di rasa sudah rapi, Gita berjalan menuju pintu untuk turun ke bawah dan pergi sarapan. Sebelum dirinya membuka kenop pintu, Gita sempat menarik nafasnya terlebih dahulu dan meyakinkan dirinya sendiri


"Ayo Gita semangat jangan takut, gak akan terjadi Apa-Apa yakin itu" ucapnya pelan meyakinkan dirinya sendiri. Setelah di rasa sudah yakin Gita membuka pintu kamarnya dan berjalan pelan menuruni Anak tangga


Saat Gita sudah sampai di Anak tangga terakhir, Gita berhenti berjalan tak kala hidungnya mencium aroma masakan yang sepertinya enak


Gita berjalan ke arah dapur dan melihat siapa yang sedang masuk. Saat sudah sampai di dapur Gita melihat Laura yang sedang sibuk bergulat dengan alat masaknya. Dan jangan lupakan juga di atas meja sudah terdapat dua piring nasi goreng dan juga dua gelas susu hangat


Gita melihat sekelilingnya dan ternyata dapurnya sudah rapi kembali bahkan kotak berisi kepala kelinci itu pun sudah tidak ada di situ


Laura yang akan menaruh telur yang dia dadar pun dibuat terkejut saat melihat Gita berdiri agak jauh darinya dan sedang melamunkan sesuatu yang dirinya pun tak tau Gita sedang memikirkan apa

__ADS_1


Akhirnya Laura berjalan menuju meja makan dan meletakan telur itu di atas meja dan duduk di kursi. Namun sebelum dirinya duduk Laura sempat bertanya kepada Gita terlebih dahulu "Git kok lo gak duduk sih? Sini duduk kita sarapan bareng-bareng jangan berdiri aja di situ" ucap Laura yang menyadarkan Gita dari lamunannya


"Eh iya ayo" balas Gita dengan berjalan pelan menuju meja makan dan segera duduk dikurinya sendiri


"Emm Sorry ya Git kalo gue cuma masak ini" ujar Laura merasa tak enak


Gita yang mendengar itu hanya tersenyum saja "Iya gak papa Lau, ini juga aku makasih banget sama kamu karna udah mau bikinin aku sarapan. By the way ini dapur yang bersihin lo" tanya Gita


Laura menganggukan kepalanya "Iya gue yang bersihin ini. Gue takut nanti lo tambah ketakutan jadi Yaudah gue bersihin aja" balas Laura


Gita hanya memberikan senyumannya untuk Laura sebagai tanda terima kasih karna sudah mau membantu dirinya meski mereka berdua belum lama berteman


Mereka melanjutkan acara makannya agar cepat habis dan pergi ke Sekolah supaya tidak terlambat datang ke Sekolah


Akhirnya Gita maupun Laura sudah menyelesaikan makannnya, dan di saat Laura akan membereskan piring yang kotor itu tangannya langsung ditahan oleh Gita. Laura mengerutkan keningnya saat melihat tangannya di tahan oleh Gita


"Kenapa?" tanya Laura kepada Gita yang sekarang berjalan menuju ke arahnya


"Gak usah biar gue aja yang beresin ini" balas Gita melepaskan tangan Laura dari piring kotor itu


"Yaela gak papa kali Git gue bantu"


"Tapi lo udah masak ini Laura jadi mending gue aja yang beresin" ujar Gita masih kekeh dengan pendiriannya


Laura yang mendengar itu pun sontak menatap Gita dan menaruh kedua tangannya dipinggang sambil berkata "Gini ya Anggita Rahma Sari!! Dari pada nanti kita telat berangkat ke Sekolah, Gimana kalo kita berdua aja yang beresin ini biar cepet kelar" usul Laura


Gita menggangguk setuju. Dan akhirnya mereka berdua yang membersihkan piring kotor itu


Setelah mereka sudah menyelesaikan acara membereskan piring-piring kotor itu Gita dan Laura berjalan keluar menuju garasi mobil yang akan mereka pilih untuk mengantarkannya ke Sekolah


"Pake mobil gue aja, tapi nanti mampir ke rumah gue dulu buat ganti baju seragam" balas Laura


"Ok kita pake mobil lo" ucap Gita yang sekarang masuk ke dalam mobil Laura


Saat sudah masuk ke dalam mobil, Laura melajukan mobilnya meninggalkan kediaman rumah Gita menuju rumahnya terlebih dahulu untuk berganti baju menjadi seragam sekolah


Saat sudah sampai di perkarangan rumah Laura, langsung saja Laura masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Gita sendirian di mobil


Tak lama setelah itu akhirnya Laura kembali setelah berganti seragam dan menjalankan mobilnya untuk ke Sekolah


-----------------------------------------------------------------------


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama lima belas menit, mobil Laura sampai di depan gerbang Sekolah mereka yang sudah mulai ramai oleh Anak-Anak yang mulai berdatangan


Mobil Laura berjalan menuju parkiran, saat sudah sampai di parkiran tersebut Laura memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil disusul oleh Gita yang juga ikut keluar


Mereka berdua berjalan menuju kelas melewati siswa/siswi yang menatap mereka keheranan


"*Tumben banget Laura bareng Gita dan gak sama Bella"


"Tuh Murid baru kok bisa ya akrab sama Laura yang dikenal dingin plus susah didekati"


"Pantes waktu berangkat tadi si Bella mukanya ditekuk gitu"

__ADS_1


"Agak aneh sih sebenarnya kalo Tiba-Tiba Laura berangkat bareng sama Gita dan ninggalin Bella sendiri!! Apa jangan-jangan mereka pacaran?"


"Lo kira mereka Lesbi?"


"Ya kan siapa tau anjir*"


Begitu lah kira-kira ucapan demi ucapan yang diberikan untuk Gita dan Laura namun mereka berdua hanya menghiraukannya saja dan menganggap jika itu hanya angin lalu


Gita dan Laura sudah sampai di depan kelas. Lalu mereka masuk kedalam kelas yang sudah mulai sedikit ramai. Pandangan Gita bertemu dengan Bella yang sedang menatap tajam dirinya dan juga Laura


Gita menyikut pelan lengan Laura yang mana Laura langsung menoleh kearahnya


"Kenapa?" tanya Laura


"Si Bella kenapa anjir kok kaya marah gitu ama kita" jawab Gita. Laura yang mendengar itu sontak melihat Kearah Bella, dan benar saja dengan apa yang diucapkan Gita, Bella sedang menatap dirinya tajam


"Mending kita ke sana aja deh Lau, kita tanya kenapa dia marah ke gue sama lo" usul Gita yang di angguki oleh Laura


Laura dan Gita pun berjalan menuju bangku Bella, namun saat sudah sampai di depan meja Bella, Bella langsung memalingkan wajahnya enggan menatap Gita dan juga Laura


"Lo kenapa Bel" tanya Gita yang sekarang duduk di bangku depan Bella


"Cih!!" ujar Bella berdecih


"Kamu kenapa sih Bel kok kaya marah banget sama aku" sekarang giliran Laura yang bertanya


"Kamu lupa kalo semalem kita ada janji?" bukannya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Laura, Bella Justru malah balik bertanya


"Dan lo juga lupa sama janji itu?" sambungnya yang ia ucapkan kepada Gita


"Hah!! Lo ngomong apa sih Bel, gue gak ngerti Sumpah" balas Gita


"Cih lo bahkan lupa sama janji yang dibuat sendiri? Ok gue ingetin lagi ya Gita. Kita kan waktu itu pernah janji kalo nanti malem kita bakalan ke sini dan ke atas lantai tiga buat nyari tau kebenaran apa yang sebenernya terjadi dan rahasia apa yang disembunyiin di kelas ini" ucap Bella menjelaskan dengan panjang


Gita dan Laura yang mendengar itu pun seketika ingat dengan janji yang pernah mereka bikin. Gita merasa bersalah kepada Bella, pasti Anak itu sudah menunggu lama mereka namun gara-gara kejadian yang menimpanya kemarin malam yang mengharuskan Laura menginap di rumahnya, Laura jadi tidak bisa menjemput Bella


"Aduh Bel gue lupa semalam, soalnya ada hal yang ngebuat gue gak inget sama janji kita semalam" ujar Gita menyesal


"Ok kalo misalnya itu lo. Nah sekarang aku tanya sama Laura!! Kenapa kamu gak jemput aku bahkan aku telfon pun kamu gak angkat? Kalo emang kamu mau batalin janji itu seengaknya kamu nelfon aku dan bilang kalo kita gak jadi ke sini gitu bisa kan" ucap Bella ke arah Laura dengan menatapnya tajam


"Maaf Ella bukannya aku gak angkat telfon kamu, tapi aku juga ada hal Tiba-Tiba yang ngebuat aku gak bisa angkat telfon kamu" balas Laura menjelaskan


"Kok bisa barengan sih kalian berdua?!! Hal Tiba-Tiba apa aku tanya sama kamu? Dan kenapa juga kalian bisa berangkat bareng" tanya Bella secara bertubi-tubi


"Untuk sekarang aku gak bisa jelasin ke kamu tapi nanti setelah istirahat aku bakalan jelasin semuan ke kamu" ucap Laura


"Iya Bel kalo sekarang gak bisa. Nanti aja ya pas jam istirahat" kini giliran Gita yang berucap


"Ok!! Gue tunggu penjelasan dari lo berdua saat jam istirahat berlangsung. Mending sekarang kalian balik ke bangku kalian Bu Dewi sebentar lagi bakalan dateng" ucap Bella


Laura dan Gita yang melihat jika Bella marah kepadanya pun hanya menghela nafas panjang dan berjalan menuju bangku mereka


Sejujurnya sedari tadi ada yang mendengarkan pembicaraan mereka bertiga. Orang itu menyeringai

__ADS_1


"Gue gak akan pernah biarin lo hidup tenang Gita. Gue pastiin kalo lo bakalan menderita" ucap orang itu pelan dan pergi dari situ tanpa tau jika ia juga sedang di perhatikan oleh seseorang


"Gue juga gak akan pernah biarin lo nyakitin Gita Sialan" ucapnya dan juga pergi meninggalkan kelas Gita yang saat ini Guru sudah memasuki kelas Gita


__ADS_2