LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 49


__ADS_3

Namun detik selanjutnya Olivia melebarkan matanya saat dirinya dapat melihat dengan jelas siapa orang itu.


"I-itu kan-." Ucap Olivia terbata


Laura, Zergan dan Megan tentu dibuat bingung dengan tingkah dari Olivia yang tiba-tiba saja tergagap saat berbicara.


"Lo kenapa dah tiba-tiba aja ngomong gagap gitu." Ujar Laura melirik Olivia sebentar sebelum pandangan kembali ke depan.


"Laura berhentiin mobil lo sekarang juga." Ucap Olivia membaut Laura semakin dibuat binggung.


"Ngapa sih lo." Ucapnya yang masih tidak paham dengan dengan maksud dari Olivia


"Udah nurut ama gue anjing. Berhentiin mobil lo sekarang." Ujarnya dengan teriakan di akhir


Mau tidak mau Laura harus memberhentikan mobilnya sesuai dengan apa yang dikatakan Olivia tadi.


Saat mobil itu sudah berhenti Olivia bergegas keluar dari dalam mobil dan segera berlari menuju orang yang sedang berkelahi itu.


Tingkah Olivia membuat yang lain semakin dibuat bingung, apa lagi saat Olivia berjalan menghampiri orang yang sedang berkelahi itu.


"Benar-benar sinting tuh orang asli." Maki Laura


"Mending sekarang kita susul aja tuh bocah." Ucap Zergan yang di angguki ketiganya.


Laura, Megan, dan Zergan keluar dari mobil dan berjalan kearah Olivia yang sekarang ikut bergambung kearah orang tersebut.


Olivia berlari dengan cepat saat sudah turun dari mobil dan bergegas menuju dua orang yang sedang berkelahi itu. Sesampainya di depan orang itu, Olivia memukul salah satu dari mereka hingga membuatnya tersungkur ke bawah.


"Bangsat lo!!" Ujar Olivia saat sudah memukul orang itu.


Tentu saja aksi Olivia yang dengan tiba-tiba memukul orang itu membuat semuanya terdiam. Bahkan Polisi juga ikut terdiam.


Orang yang dipukul Olivia segera berdiri dan menatap tajam Olivia.


"Kenapa kamu memukul saya hah!!" Ujarnya setelah berdiri.


"Lo bokap Gita kan? Di mana lo nyembunyiin Gita!!" Ujarnya yang siap akan menonjok orang itu kembali namun segera dicegah oleh beberapa polisi.


"Maaf anda tidak boleh ikut campur dalam kasus ini." Ujar Polisi itu dengan tangan masih menahan Olivia.


"Lepasin gue!!" Ujarnya dengan memberontak.


Rian masih terdiam, namun tiba-tiba ia teringat perkataan dari orang yang tadi memukul Rudi. Lantas ia melirik ke arah orang yang masih di tahan oleh polisi itu.


Rian lantas berjalan menghampiri Olivia dan berucap.

__ADS_1


"Kamu kenal dengan keponakan saya?" Tanyanya saat sudah di hadapan Olivia.


Olivia mengerutkan keningnya saat seorang pria paruh baya itu menghampirinya dan menanyakan tentang Gita.


"Iya Gita teman saya yang sudah saya anggap seperti Adik saya sendiri. Meskipun Gita menyebalkan tapi saya tetep anggap Gita sudah seperti adik saya sendiri." Balasnya membuat Rian mengangguk kan kepalanya.


"Pak tolong lepaskan dia." Ucap Rian kepada polisi yang sedang memegang tangan Olivia.


Polisi itu pun akhirnya melepaskan genggaman tangannya pada Olivia. Tentu saja Olivia yang tangannya sudah terbebas merasa senang.


"Jadi sekarang kamu datang ke sini buat nyari Gita?" Tanya Rian.


Olivia mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan dari Rian.


"Oh jadi kamu teman teman dari Gita? Pantas saja kelakuan kamu tidak jauh beda sama dia." Ujar Rudi tiba-tiba.


Olivia yang mendengar itu mengeraskan rahangnya kuat dan berniat akan memukul Rudi lagi, namun dengan sigap polisi itu segera mencekal Olivia kembali.


"Pak tolong lepaskan adik saya." Ucap Megan saat sudah sampai di tempat berkumpulnya Rian, Rudi, Olivia serta polisi.


Rudi yang melihat kedatangan Megan, Zergan, dan Laura pun di buat semakin kesal. Apa lagi dengan Laura. Rudi pun akhirnya memilih pergi dari tempat itu.


"Sudah lah lebih baik saya pergi saja dari sini. Dan buat kalian, jika kalian ingin mencari Gita maka silahkan." Setelah mengatakan itu Rudi pun bergegas pergi meninggalkan semua orang.


"Kalian juga kenal sama Gita?" Tanya Rian dan diangguki oleh ketiga orang itu.


"Lalu bagaimana bisa kalian ada di sini dan tau jika Gita menghilang?" Tanya membuat semua saling pandang.


"Om ceritanya panjang jadi sekarang mending kita cari Gita sebelum Gita kenapa-kenapa." Ucap Laura


Benar apa yang di katakan oleh anak ini. Lebih baik ia segera mencari Gita sebelum Gita kenapa-kenapa.


"Benar apa yang kamu omongin. Sudah sekarang lebih baik kita cari bareng-bareng." Ucapnya dan diangguki semua.


"Kamu ikut dengan saya untuk mencari Gita." Tunjuknya pada Olivia


Olivia pun mengangguk dan berjalan ke arah mobil Rian. Olivia masuk ke dalam mobil itu dan setelah dirinya masuk, Rian langsung menjalankan mobil itu pergi untuk mencari sang keponakan.


...****************...


Di sisi lain, Gita sudah terbebas dari ikatan tangan dan kakinya. Sekarang dirinya sedang memikirkan cara agar bisa terbebas dari tempat ini.


Sudah beberapa hal yang Gita lakukan agar bisa terbebas, namun tetap saja hasilnya zonk.


Gita melihat sekelilingnya untuk mencari sesuatu untuk ia gunakan membuka pintu ini. Dan matanya tak sengaja melihat jepit rambut yang sepertinya itu milik Jihan. Karena dirinya ingat jika Jihan pernah memakai jepit rambut.

__ADS_1


Gita berjalan menghampiri jepit rambut itu dan mengambilnya. Gita tersenyum senang saat dirinya berhasil mengambil jepit rambut itu. Bayangan Gita akan terbebas dari tempat ini sudah terlihat.


Namun baru saja Gita membayangkan dirinya yang akan pergi, tiba-tiba saja pintu di buka yang mana hal itu mengejutkan Gita.


Tak berbeda jauh dari Gita, orang yang membuka pintu pun sama terkejutnya dengan dengan Gita.


"Lo! Kok lo bisa lepas dari ikatan tali itu?" Tanyanya pada Gita saat melihat jika Gita sudah terlepas dari lilitan tali yang mengikat kedua kaki dan tangannya.


"Anjing bangsat kenapa harus ketauan sih! Kalo gini kan gue jadi gak bisa kabur!!" Ujarnha dalam hati.


"Eh lo budeg ya? Gue tanya kok bisa tali yang ngiket lo bisa lepas?" Tanyanya sekali lagi dengan berjalan menghampiri Gita yang sedang berjalan mundur.


"Jawab gue sialan!!" Ujarnya dan mendorong Gita membuat Gita tersungkur ke bawah.


"Agrhhh!" Ringis Gita karena luka yang ada di pipinya tak sengaja mengenai ujung meja.


Tiba-tiba salah teman dari orang itu masuk ke dalam setelah mendengar rintihan dari Gita.


"Han lo apaan anak orang?" Tanya Lia saat sudah masuk kedalam ruangan itu.


"Jihan lo lepasin tali tuh bocah?" Lia terkejut saat dirinya melihat jika Gita sudah tidak terikat lagi di kursi.


"Sembarang lo kalo ngomong! Gue aja dateng tuh bocah udah lepas anjing!" Ujar Jihan tak terima.


"Kenapa lo berdua?" Tanya Bella yang tiba-tiba masuk ke dalan ruangan.


Bella melihat jika Gita sudah tidak terikat lagi pun tersenyum smirk. Bella berjalan pelan menghampiri Gita dan mengcengram kuat pipi Gita yang membuat Gita merintih kesakitan karena Bella menekan lukanya.


"Hebat juga lo bisa lepas. Tapi gue gak akan pernah biarin lo hidup setelah ini Gita!" Ucap Bella dan berdiri dari duduknya mengambil benda tajam yang akan ia pergunakan untuk menyiksa Gita.


Gita semakin dibuat ketakutan setelah melihat jika Bella mengambil kapak. Yah Kapak, meskipun kapak itu kecil, tapi tentu saja Gita amat ketakutan dengan itu.


Gita berjalan mundur guna menghindar dari Bella, namun sepertinya nasib sial memang menimpa Gita.


Punggung Gita menyentuh tembok dan hal itu tentu saja membuat Gita kesusahan untuk kabur lagi.


Bella menarik kaki Gita membuat Gita sekarang dekat dengan Bella. Bella menatap Gita dengan tatapan yang siap membunuh. Apa lagi di tambah senyum mengerikan milik Bella membuat Gita benar-benar merinding.


"Gita-Gita lo bener-bener nyari mati ya? Dengan lo berusaha kabur kaya gini ngebuat gue jadi bener-bener pengen bunuh lo sekarang." Ucapnya membuat Gita ketakutan.


"Gita lo tau ini kan?" Dengan menunjukkan kapak yang ada di tangannya.


Gita mengangguk kan kepalanya.


"Bagus karena lo tau benda ini jadi sekarang nikmati detik-detik kehidupan lo yang terakhir ini Gita." Ucap Bella dengan senyum menyeramkan miliknya.

__ADS_1


__ADS_2