LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 40


__ADS_3

Begitu pun dengan Gita yang merasa ada hal yang disembunyikan dari Olivia dan juga Laura. Namun saat akan bertanya kepada kedua-nya, tiba-tiba saja terdengar keributan yang disebabkan oleh Bella


"BANGSAT BANGET LO SUMPAH!!"


Teriakan itu membuat semua pasang mata mengarah kesumber suara, untuk melihat apa yang terjadi


Terlihat bahwa Bella sepertinya tak sengaja menumpahkan bakso yang masih panas itu ke paha seseorang, yang sepertinya adalah Kakak Kelas mereka


"LO PUNYA MATA GAK SIH HAH!! INI PANAS GOBLOK!!" teriak Orang itu kepada Bella


Bella masih meminta maaf, dan sesekali mengelap dengan sapu tangan miliknya


"Maaf kah sumpah aku gak sengaja!!" balas Bella meminta maaf dan membersihkan kotoran itu menggunakan sapu tangan miliknya


"MAAF, MAAF!! LO KIRA MAAF LO BISA BIKIN NIH LUKA SEMBUH SEKETIKA?!!" ujarnya yang masih dengan nafas menggebu-gebu


"Itu temen lo kenapa.?" tanya Zee kepada Gita dan Laura


"Ya mana mereka tau ege!! Mereka aja dari tadi ngeliatnya kearah kita mulu. Gimana sih lo!!"


"Bener juga ya." balas Zee dengan cengiran gaje-nya


Chika memutar bola matanya malas. Sungguh rasanya Chika ingin sekali menonjok wajah Cantik Zee


Laura yang melihat itu berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Bella yang masih dengan membersihkan paha orang itu


Saat sudah sampai di sana. Langsung saja Laura menarik Bella menjauh dan membuat Bella hampir terjungkal kebelakang


"Dia udah minta maaf, terus kenapa lo gak maafin dia.?" tanya Laura kepada orang itu yang membuat orang itu berdiri dari duduknya


"Sekarang gue tanya sama lo." tunjuknya pada Laura dengan mata yang menatap tajam "Lo pikir setelah dia minta maaf bisa bikin rasa sakit dipaha gue ilang? Enggak BANGSAT!!" ujarnya dengan teriakan diakhir kalimatnya


"Seengganya dia udah minta maaf kan? Lagian lo bisa pergi ke UKS terus obatin tuh luka lo."


"Emang sialan ya lo!!" ucapnya dengan menonjok rahang Laura kuat, hingga membuat Laura terjatuh


Semua orang menatap tak percaya bahwa Laura bisa dipukul dan membuatnya tersungkur kelantai


Gita yang melihat kejadian itu berniat ingin membantu Laura, tapi tangannya dicekal oleh Olivia. Gita menatap kearah Olivia dengan tatapan bertanya, namun sang empu sama sekali tak memperdulikan itu


"Lo mending gak usah ikut campur deh, mending lo duduk." ujar Olivia kepada Gita.


"Kenapa? Lo gak liat Laura dipukul sama orang itu.? tanya Gita pada Olivia


"Nah itu lo tau!! Laura aja dipukul gara-gara dia bela temannya. Gimana kalo misal lo juga ngebela Laura? Bisa-bisa lo dibunuh kali!!" ujarnya yang membuat Gita membelakan matanya

__ADS_1


"Lo nyumpahin gue dibunuh hah?!" ucap Gita dengan mata yang melotot terkejut "Lagian Laura ngebela Bella itu karna Bella sepupu Laura! Jadi wajar aja dong kalo Laura ngebela Bella, kan mereka Sepupuan" ujarnya lagi dengan berdiri, namun lagi-lagi tangannya dicekal Olivia


Olivia menatap Gita dengan begitu tajam. Hal itu tentu saja membuat Gita ketakutan. Meskipun Olivia memang sering memberikan tatapan tajam kepada Gita, tapi Olivia belum pernah menatapnya setajam seperti sekarang ini. Tentu saja Gita ketakutan dengan tatapan mematikan dari Olivia


"Gue bilang duduk ya duduk Gita!! Lo ngerti bahasa Manusia gak sih hah?!" ujarnya yang masih dengan menatap Gita begitu tajam


Akhirnya Gita menuruti perkataan Olivia. Dirinya memilih menuruti saja, dari pada membuat Olivia semakin marah nantinya


Sama halnya dengan Chika dan Zee. Mereka terkejut melihat tatapan dari Olivia, dari awal mereka berteman yaitu pas kelas 10 baru kali ini Chika dan Zee melihat tatapan yang amat menakutkan


"Sumpah itu Olivia? Gila, tatapannya serem banget cok!!" batin Zee


"Gak biasanya Olivia natep orang tajem bener kaya sekarang!! kayanya si Gita bener-bener bikin Olivia marah deh!!" batin Chika juga


"Lo liat tatapan si Olivia gak Chik? Serem banget anjing!!" ucap Zee kepada Chika seraya berbisik pelan, agar Olivia tak mendengarnya


Chika pun mengangguk setuju "Bener. Baru kali si Olivia natepnya kaya orang mau bunuh njing!!" balas Chika setuju


Mereka berdua masih membicarakan Olivia, namun sang empu tak mengindahkan perkataan kedua temannya itu. Olivia m memilih masih dengan hal tadi, yaitu menatap Gita tajam


"Kalo sampe lo berdiri lagi dan mau nolongin dia gue.." jeda Olivia membuat Gita penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Olivia selanjutnya "Gue gak segan-segan patahin kaki lo detik ini juga" lanjut perkataannya


Glek....


Gita menelan ludahnya kasar saat mendengar perkataan dari Olivia. Gita bener-benar tak percaya dengan apa yang didengarnya


Gita semakin dibuat tercengang dengan perkataan Olivia


"Apa ada hal yang terjadi sama lo dan Laura?" tanya Gita


Gita sebenarnya sudah tau, tapi Gita hanya berpura-pura tidak tau, agar tak membuat Olivia curiga


"Ada!! Tapi gue gak akan cerita untuk sekarang" balasnya dengan melanjutkan acara makan yang sempat tertunda gara-gara masalah Bella


Gita pun menghela nafasnya pelan. Gita menatap kearah Laura yang saat ini sudah tak sadarkan diri. Laura pingsan dan dibopong oleh Anak laki-laki yang mungkin akan dibawa ke UKS


...****************...


Sedangkan didalam UKS. Terdapat seseorang yang sedang terbarik pisang diatas ranjang UKS, didampingi oleh gadis lain yang sedang memandang seseorang yang sedang terbaring itu


"Seharusnya lo gak bantu gue Lau!! Gara-gara gue lo jadi kaya gini." ujar Bella dengan memandang Laura sendu


Mata Laura mengerjab pelan, menandakan bahwa ia akan segera bangun. Laura pun membuka matanya dan hal yang pertama ia lihat adalah Bella yang sedang menangis


Laura pun mengusap pelan air mata yang mengalir dipipi Bella

__ADS_1


"Kenapa nangis?" tanya dengan tangan yang masih mengusap lembut pipi Bella


"Jelas lah aku nangis!! Gara-gara aku kamu jadi kaya gini Laura!!" balas Bella dengan sedikit berteriak


Laura terkekeh mendengar jawaban dari Sepupunya itu "Gue kan Kakak lo!! Lagian itu udah tugas gue buat jaga Adik sendiri kan?" ujar Laura dengan mencoba bangun dari tidurnya agar Laura terduduk


"Emang kamu Kakak aku. Tapi gak usah ngebahayain diri kamu sendiri Laura!!"


Laura hanya tersenyum menanggapi hal itu. Tiba-tiba pintu ruangan dibuka oleh seseorang, membuat Bella maupun Laura menatap kearah sumber suara. Terlihat bahwa Gita sedang berjalan dengan pelan menuju kearah Laura dan juga Bella


"Gimana keadaan lo Lau?" tanya Gita saat sudah sampai dihadapan Laura


Laura pun tersenyum saat mendengar Gita berujar seperti itu


"Gue gak papa kok" balas Laura dengan senyuman yang masih ada diwajahnya


Tiba-tiba saja Laura berteriak kesakitan karna perbuatan Bella. Ternyata Bella mencubit tangan Laura dengan keras, hingga membaut sang empu berteriak kesakitan


"Arghhh!!" teriak Laura saat Bella mencubit keras lengan Laura


"Nih rasain!!" balas Bella saat sudah melepaskan cubitannya dari lengan Laura


"Kamu apa-apaan sih!! Kenapa cubit aku keras banget?"


"Ya lagian kamu sih! Udah tau gak kenapa-kenapa malah ngomong kaya gitu!!"


"Ya aku emang gak papa Bella. Kok kamu malah cubit aku? Aneh kamu."


"Ck.. Terserah lah." ujar Bella dengan memalingkan wajahnya kearah samping


Hal yang dilakukan oleh Bella tentu saja membuat Gita dan Laura tertawa. Bella sungguh sangat imut jika sedang marah seperti ini


Sedangkan dari luar. Terdapat seseorang yang sedang mengepalkan tangannya kuat saat mendengar tawa dari Gita, Bella dan Laura


"Sialan lo Laura!! Ini pasti cuma akal-akalan lo aja kan? Kalo sampe Gita kenapa-kenapa!! Lo pasti bakalan abis ditangan gue sialan!!" ujar orang yang tak lain adalah Zergan.


Zergan melihat semua kejadian itu dan ia juga mengikuti Gita dari belakang saat Gita berjalan menuju UKS


Setelah ngatakan itu, Zergan segera pergi dari UKS. Berjalan menuju kelasnya, karna jam masuk sudah berbunyi lima menit yang lalu


...****************...


"Kita jalanin rencana ini hari minggu aja gimana? Gue dapet info kalo nanti hari minggu keluarga dia bakalan punya rencana mau pergi ke Bandung" ujar salah satu dari dua orang itu


"Lo yakin kalo nanti dia bakalan ikut? Sedangkan dia aja lagi ribut sama Keluarganya." balas orang lain dengan tak yakin jika orang yang akan ia culik itu mau ikut ke Bandung dengan keluarganya

__ADS_1


"Gue yakin dia bakalan ikut. Lagian tante dia habis lahiran, ya otomatis dia bakalan ikut lah." balasnya dengan mantap


"Ok.. Nanti hari Minggu kita mulai bergerak" balasnya setuju dan pergi dan tersenyum misteri dari tempat saat mereka membuat rencana


__ADS_2