LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 43


__ADS_3

Disebuah tempat yang kumuh dan kotor itu, terdapat seseorang yang masih tidak sadarkan diri.


Namun perlahan orang itu mulai mengerjapkan matanya. Saat sudah sepenuhnya tersadar dirinya melihat keselillingnya, dirinya dibuat terdegun dengan tempat ini. Terlebih lagi dirinya terikat di sebuah kursi, dan juga dengan mulut yang tertutup lakban.


Gita mencoba menggerakan dirinya agar bisa terlepas dari tali yang mengikat kaki serta tangannya. Namun sudah lima belas menit Gita mencoba untuk melepaskan dirinya tapi tali itu mengikat kedua kaki beserta tangannya dengan kuat, hingga membuat tangan Gita memerah.


Tap... Tap.... Tap...


Terdengar suara langkah kaki yang mulai mendekat kearah Gita membuat pergerakan Gita harus berhenti. Suara langkah kaki itu semakin mendekat dan sangat jelas di pendengaran Gita.


Ceklek....


Pintu tiba-tiba saja dibuka oleh seseorang. Namun Gita seakan pernah melihat orang itu, orang itu pun semakin berjalan pelan menghampiri Gita.


"Udah bangun ternyata." Ujar orang itu dengan terkekeh


"Mmmmm." Ujar Gita tak jelas


"Lo ngomong apa sih hah? Gak jelas tau gak." Ujarnya kesal karna Gita berkata dengan tidak jelas.


"Mmmmm." Ucap Gita lagi dengan mulut yang masih dengan ditutup lakban


"Oh iya gue lupa kalo mulut lo kan disumpel ya." Ujar temannya dengan terkekeh


Salah satu dari mereka langsung menarik lakban yang ada dimulut Gita membuat Gita berteriak kesakitan.


"Argghhh." Teriak Gita yang merasakan sakit dimulutnya


"Ck berisik sialan!!." Ujar orang itu dan menampar pipi Gita


"Gue gak kenal sama lo berdua. Kenapa lo malah nyulik gue!!" Ujar Gita dengan emosi


"Lo emang gak kenal sama gue dan temen gue. Tapi lo pasti kenal sama orang yang bakalan dateng ke sini nanti siang." Ucapnya d


"Maksud lo apa? Jadi lo berdua suruhan orang buat nyulik gue begitu?." Ujar Gita tak percaya


"Yap tebakan lo bener." Orang itu berujar dengan mencengkram pipi Gita kuat dan langsung menghempaskannya begitu saja


"Udah lah dari pada ngurusin hidup lo yang pastinya gak bakalan selamat mending gue pergi aja." Ujarnya dan segera meninggalkan Gita kembali


Sepeninggalan kedua orang yang sama sekali tak Gita kenali itu, Gita termenung dengan perkataan dari keduanya. Apa lagi saat orang itu mengatakan jika mereka disuruh orang yang Gita kenali untuk menculiknya?


Tiba-tiba, ingatan Gita kembali saat dirinya menguping pembicaraan antara Laura dan Olivia. Terlebih lagi Olivia selalu menyuruh Gita untuk menjauhi Laura.


"Apa ini semua rencana dari Laura?." Gumamnya pelan

__ADS_1


...****************...


Saat ini dikediaman rumah Mina dan juga Rian sedang khawatir kepada Gita. Yah ini sudah pukul 20:00 tapi Gita sama sekali belum kembali dari pergi jalan-jalannya saat sore.


"Aduh Gita kemana sih!!." Cemas Melinda yang langsung ditenangkan oleh Rudi


Sudah beberapa kali mereka sudah beberapa kali mencoba menelfon Gita namun ponsel sang Anak tidak aktif. Tentu saja hal itu membuat semua orang khawatir dengan Gita.


"Kak gimana kalo kita ngelaporin ini kepolisi aja, biar mereka bantu kita." Usul Rian kepada Melinda dan Rudi


"Percuma kalo ngelapor kepolisi, ini belum 24 jam." Balas Melinda yang membuat Rian kembali terdiam


Benar juga apa yang dikatakan oleh Melinda. Polisi tidak akan bergerak mencari orang hilang jika belum 24 jam.


"Terus kita harus gimana Kak!!." Ucap Mina dengan raut khawatirnya.


Mina sangat Khawatir dengan keadaan Gita sekarang. Bagaimana keadaan Gita, dan di mana Gita sekarang, kenapa telfon Gita tidak aktif.


"Udah gini aja. Mending sekarang kamu sama Mina tidur aja, biar aku sama Rian yang cari Gita." Putus Rudi. Rudi sungguh sangat terluka melihat Melinda yang seperti ini


"Gimana aku bisa tidur nyenyak kalo Gita aja hilang kaya gini Mas!." Ujar Melinda yang membuat Rudi menghela nafas pelan


"Aku tau Melinda. Tapi ini udah malem jadi mending aku sama Rian aja yang nyari Gita! Kamu sama Mina dirumah aja. Apa lagi Mina baru lahiran!." Ucap Rudi yang membuat Melinda terdiam.


Benar apa yang dikatakan Rudi. Sekarang sudah malam, dan juga Mina baru saja melahirkan. Melinda pun akhirnya mengangguk setuju, dirinya akan pergi kekamar saja dan istirahat.


"Ini bukan salah kamu Melinda. Jangan salahin diri kamu sendiri atas kehilangan Gita." Balas Rudi yang diangguki setuju oleh Rian.


"Bener apa yang dikatakan Kak Rudi. Kak Melinda jangan salahin diri Kakak sendri!. Ucap Rian.


"Udah mending sekarang kamu sama Kak Rudi cepet cari Gita. Biar Kak Melinda sama aku aja dirumah!." Ucap Mina dan langsung menuntun Melinda keatas.


"Ayok Kak kita ke atas!." Ucap Mina dan menuntun Melinda ke atas.


Melinde mengangguk dan segera berdiri dari duduknya berjalan bersama Mina menuju kamar Melinda.


Setelah kepergian Melinda dan Mina. Rudi serta Rian hanya terdiam dengan fikiran-nya masing-masing. Lalu Rian berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari rumahnya


"Mau kemana kamu?." Tanya Rudi saat melihat Rian berdiri dari duduknya dan berjalan keluar rumah.


"Ya aku mau cari Gita lah Kak! Kakak pikir aku bakalan diem aja gitu pas tau Gita hilang?" Tanya Rian kepada Rudi


"Sekarang? Kamu gak liat kalo ini udah malem?" Tanya Rudi kembali


"Ini masih jam 20:34 belum terlalu malam. Jadi aku bakalan terus cari Gita. Aku udah nganggep kalo Gita itu Anak aku sendiri, gak kaya Kakak yang muka dua!." Ujarnya yang membuat Rudi emosi mendengar perkataan dari Rian

__ADS_1


"Apa maksud kamu Rian!! Kamu pikir saya gak sayang sama Gita!?" Ujar Rudi dengan emosi yang sudah meluap


"Memang kenyataannya gitu kan? Kakak pikir aku gak tau kalo Kakak itu gak sayang sama Gita semenjak Kakak tau kalo Gita bukan Anak kandung Kakak sendiri." Ucap Rian dengan mata tajamnya


"Kakak cuma pasang muka sayang Kakak ke Gita layaknya Ayah dan Anak lainnya, padahal asklinya Kakak gak suka sama Gita. Cuma gara-gara Gita itu Anak dari Melinda jadinya Kakak pura-pura peduli, pura-pura sayang sama Gita!!" Lanjut Rian dengan emosi yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.


Yah selama ini Rian sudah tau jika Gita bukan Anak kandung dari Rudi, melainkan Anak dari mantan Suami Melinda.


Rian sangat terkejut saat pertama kali tau jika selama ini Gita bukan Anak kandung dari Rudi. Meskipun Gita bukan Anak kandung dari Rudi, Tapi Rian sangat menyayanginya seperti Anak Rian sendiri. Begitu pun dengan Mina, Mina juga suda tau jika Gita bukan Anak kandung Rudi, tapinya Mina sangat menyayangi Gita seperti Anaknya sendiri.


"Aku bakalan cari Gita sampai ketemu!" Ujar Rian dan kembali berjalan keluar


"Kenapa kamu peduli dengan Anak sialan itu?" Geram Rudi dengan mengelatukan giginya


"Karna aku sangat Menyayangi Gita seperti Anakku sendiri. Dan satu lagi, jangan pernah menyebut nama Gita dengan Anak sialan. Ingat itu!." Ucap Rian dengan menatap Rudi tajam


"Untuk apa peduli dengan dia. Mau dia pergi, hilang, atau bahkan mati pun saya tidak peduli dengan dia!" Ujar Rudi membuat Rian semakin dibuat emosi dengan tingkah Rudi


"Oh aku tau sekarang kenapa Kakak santai-santai aja pas tau kalo Gita hilang. Pasti karna Kakak yang nyulik Gita kan!!" Tebak Rian kepada Rudi yang membuat Rudi semakin emosi


"Jaga mulut kamu Rian!!" Geram Rudi namun tak ditanggapi Rian


"Tinggal jawab aja susah banget kayaknya. Kakak gak usah khawatir, aku gak bakalan cerita sama Kak Melinda tentang Kakak yang nyulik Gita kok. Tapi Kakak bilang aja sama aku di mana Kakak nyembunyin Gita?" Tanya Rian membuat Rudi berjalan kearah Rian dan langsung menampar pipi Rian


"Memang Adik tidak tau diuntung!!" Ujar Rudi setelah menampar pipi Rian


"Terserah Kakak. Kalo Kakak emang gak mau kasih tau di mana Gita, gampang, aku bakalan cari dia sendiri." Ujar Rian dan segera pergi meninggalkan Rudi sendiri dengan emosi yang masih belum mereda.


...****************...


Pukul 20:40 Gita terbangun dari tidurnya saat Gita tiba-tiba saja disiram air yang membuat Gita terbangun kerna terkejut.


"Eh bangun lo!! Malah turu!!" Ucap orang yang menyiram Gita


"Lo lagi lo lagi. Bosen banget gue denger suara lo asli. Terus juga nih ya lo ganggu tidur gue tau gak!!" Balas Gita membuat kedua orang itu emosi


"Sialan lo!!" Ujarnya dengan menampar pipi Gita


"Gue juga aslinya gak mau dateng ke sini. Cuma ada seseorang orang yang mau ketemu sama lo!." Ucapnya lagi membuat Gita menaikan alisnya


Dan setelah mengatakan kata tersebut. Seseorang masuk kedalam ruangan yang ditempati Gita dan juga dua orang suruhan itu.


Saat sudah memasuki ruangan itu, Gita dibuat terkejut dengan orang yang menculik dirinya.


"Hai Gita. Gimana kabar lo?" Tanyanya dengan senyum surmigah

__ADS_1


"L-lo!!"


__ADS_2