
Bel masuk pun telah berbunyi, membuat semua Siswa maupun Siswi berhamburan menuju Kelas masing-masing. Begitu pun dengan Gita, Bella dan Laura yang menuju kelas 11 MIPA 3, sedangkan Olivia, Chika dan Zee pergi menuju kelas 12 IPS 2
Saat sedang dalam perjalanan menuju kelas mereka, Tiba-tiba saja ada yang melempari Gita dengan bola kertas dan beberapa kali meneriaki Gita dengan Kata-kata yang kurang pantas untuk didengar oleh Gita
"*Masih Murid baru aja sok-sokan ngerebut pacar orang"
"Buset cantik-cantik kok pelakor"
"Gatel neng? Sini gue garukin"
"Wah pasti bayaran permalem mahal ya? Sini main sama gue, gue bikin lo puas deh"
"Oh ternyata ini selingkuh dari Zergan? Cantik juga pantesan si Zergan mau"
"Nyesel gue dulu pernah muji nih orang*"
Begitulah kira-kira ucapan-ucapan yang di layangkan untuk Gita. Gita yang mencoba untuk abai pun Tiba-tiba saja tersulut emosi dengan ucapan Tiba-tiba dari salah seorang yang mungkin Adik kelas mereka
"Pasti Nyokapnya juga suka ngerebut Suami Orang makannya Anaknya pun sama, suka ngerebut pacar orang" ucapan itu membuat Gita yang awalnya hanya acuh Tiba-tiba tersulut emosi. Meskipun memang Melinda pernah berselingkuh dan ia juga marah terhadap Melinda, namun ia akan sangat marah jika ada Orang lain yang menghina Melinda
Gita berjalan menghampiri Orang yang tadi mengatai ibunya. Gita berjalan dengan tatapan yang tajam dan menusuk, membuat Orang itu berjalan mundur dengan sendirinya setelah mendapatkan tatapan tajam dari Gita
"Ngomong apa lo barusan? Hm!!" ucap Gita yang masih berjalan pelan menghampiri Orang itu yang kini berjalan mundur
"A-apa!! Yang gue omongin bener kan?" ucapnya dengan sedikit gagap dan berani meskipun aslinya takut
"Lo kalo mau ngehina gue silahkan. Tapi jangan pernah lo libatin Nyokap gue DIMASALAH INI ANJING" ujar Gita dengan teriakan diakhir kalimatnya
Teriakan Gita membuat semua Orang menatap kearah mereka, bahkan kelas yang awalnya sudah ada Guru pun kini mulai berhamburan keluar guna melihat apa yang terjadi
"Gak usah ngelak lo" ujar Orang itu yang masih dengan nada yang berani dan menatap balik Gita
Bella yang melihat kerumunan dan Guru yang mulai berdatangan untuk melihat Gita yang bertengkar pun berinisiatif untuk memisahkan mereka
"Git udah Git. Ini banyak yang liatin lo" ujar Bella berusaha memisahkan Gita
"Diem lo Bel gue gak ada urusan sama lo!!"
"Ini masalahnya banyak yang liatin anjir bahkan ada Guru yang mau ke sini" ucap Bella yang masih bersikeras untuk memisahkan Gita dan Orang yang sama sekali tak mereka kenali
"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut seperti ini? Bukannya belajar malah pada ribut" ujar Seorang paruh paya yaitu Kepala Sekolah Pak Wanto
Semua yang melihat kedatangan Pak Wanto pun seketika berhamburan untuk meninggalkan kerumunan yang masih berlangsung
"Saya tanya ada apa?!!" suara tegas nan lantang itu membuat Gita dan Orang itu terdiam
__ADS_1
"KALIAN BERDUA IKUT SAYA KERUANGAN SAYA SEKARANG!!" ujar Pak Wanto dengan berteriak membuat Gita maupun Orang itu terkejut. Begitu pun dengan Bella dan Laura yang ikut terkejut dengan teriakan Pak Wanto
"Baik Pak!!!" ucap keduanya dan berjalan dibelakang Pak Wanto menuju ruangan Kepala Sekolah
Keduanya sampai di ruangan Pak Wanto dan segera masuk kedalam ruangan itu. Keduanya pun duduk dikursi yang telah disediakan setelah mendengar suara Pak Wanto untuk duduk
"Kenapa kalian bertengkar? Bukanya belajar malah bertengkar? Apa kalian tidak malu bertengkar di depan kelas lain dan bahkan diliat oleh banyak Orang? Kamu juga Gita!! Kamu itu masih Murid baru jangan membuat ulah" ujar Pak Wanto dengan berbagai pertanyaan
"Dia dulu Pak yang mulai!! Dia ngatain Ibu saya seorang pengoda dan suka merebut Suami Orang lain" balas Gita dengan menunjuk Orang itu
"Bener Angel dengan apa yang dikatakan Gita?" tanya Pak Wanto yang kini menatap Orang yang diketahui bernama Angel itu
"Cih jadi namanya Angel? Sifatnya sama sekali gak mencerminkan seorang Angel" ucap Gita dalam hati dengan melirik Angel sinis.
"E-enggak Pak!! Dia bohong" balas Angel yang membuat Gita semakin emosi dibuatnya
"Sialan lo!! Lo yang mulai ini duluan terus gak mau ngaku?" ujar Gita dengan emosi yang meluap-luap hingga tak sadar dia sedang berada di ruangan Kepala Sekolah sekarang
"Gita jaga ucapan kamu. Kamu sekarang sedang berada diruangan saya!!" gertak Pak Wanto
"Maaf Pak tadi saya emosi" balas Gita
Saat Pak Wanto akan bertanya lebih lanjut mengenai keributan tadi Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar
Tok... Tok... Tok...
"Ada apa Olivia kenapa kamu ke sini?" tanya Pak wanto bingung setelah mendapatkan Olivia yang berada di ruangannya
"Maaf Pak mengganggu. Tapi saya ke sini cuma buat mengatakan jika yang mulai perdebatan ini adalah Angel. Dan yang dikatakan Gita memang benar jika Angel yang mengatai Ibu Gita seorang pengoda. Saya punya buktinya Pak" ucap Olivia yang berjalan menghampiri Kepala Sekolah dengan membawa bukti berupa vidio
Vidio itu menampilkan bagaimana awal terjadinya keributan yang dibuat oleh Gita dan Angel. Angel kini sudah pucat pasi, ia pasti akan menerima hukuman setelah ini
"Benar-benar kamu Angel!! Kamu itu masih kelas 10 dan kamu malah mencari gara-gara dengan Kakak Kelas kamu sendiri? Sekarang kenapa juga kamu mendapatkan perlakuan seperti itu Gita?" tanya Pak Wanto kepada Gita dan juga Angel
"Saya dituduh berselingkuh dengan seseorang yang bernama Zergan hanya gara-gara kejadian tadi Pagi yang tak disengaja Pak" balas Gita dengan menjelaskan
"Kejadian apa yang sebenernya terjadi Gita?"
"Kejadiannya yaitu Zergan menolong saya waktu saya hampir terjatuh dan Zergan menolong saya dengan membawa saya kepelukannya yang mana ternyata ada orang lain yang mungkin lihat itu dan mengatakan kejadian itu kepada pacar Zergan. Dan itu membuat saya dikatain seorang perusak hubungan Orang"
"Baik karna saya sudah tau alesannya apa. Kalian berdua akan saya hukum untuk membersihkan toilet sekarang juga" ucap Pak Wanto yang membuat Gita dan Angel membelakan matanya terkejut
"Pak kok saya juga dihukum sih? Kan dia yang mulai" ucap Gita tak terima
"Kamu juga sudah membuat keributan yang menjadi proses belajar mengajar terganggu Gita" ujar Pak Wanto yang tak terima penolakan
__ADS_1
"Sekarang kalian pergi dari ruangan saya dan bersihkan toilet itu SEKARANG!!" ucap Pak Wanto dengan nada penuh penekanan dikaliamat akhirnya
"Baik Pak kita lakuin itu sekarang" balas keduanya dan berjalan pergi meninggalkan ruangan Kepala Sekolah, menyisakan Olivia dan Pak Wanto saja di ruangan itu
"Kalo gitu saya juga permisi Pak" ucap Olivia dengan sopan sebelum melangkah keluar dari ruangan Kepala Sekolah
Pak Wanto menganggukkan kepalanya sebagai jawaban "Terima kasih sudah mau membantu saya Olivia"
"Sama-sama Pak!! Kalo gitu saja keluar dulu" ucap Olivia yang kini sudah berjalan keluar
-----------------------------------------------------------------------
Sedangkan di dalam kamar mandi. Terdapat dua Orang yang masih saja bertengkar, mereka saling menyalahkan satu sama lain
"Gara-gara lo gue jadi kena hukuman sialan!!" gerutu Gita kepada Angel
"Ngapain gara-gara gue? Orang yang gue omongin itu fakta" balas Angel tak terima karna dia disalahkan
"Ya ini emang salah lo!! Kalo lo gak tau apa-apa tentang gue mending diem"
"Lo-
"Ribut aja terus sekalian sampe malem lo berdua ribut" ucapan Angel terpotong saat dengan Tiba-tiba Olivia masuk kedalam kamar mandi
"Ck ngapain sih Kak Olivia bantu dia mulu?" tanya Angel yang penasaran dengan Olivia
"Lo gak gak ngerti apa yang gue omongin? Gita itu Adek gue jadi siapa pun yang bakalan nyakitin Gita itu harus berurusan sama gue ngerti lo!!" ujar Olivia
Perkataan Olivia membuat Angel harus meneguk ludahnya dengan susah payah. Pasalnya Olivia mengatakan itu dengan mata yang melotot tajam membuatnya semakin takut saat ditatap seperti itu
"Dari pada ribut terus mending kerjain tuh hukuman lo berdua. Jangan banyak bacot" ujar Olivia yang meninggalkan kamar mandi
Mereka berdua menghela nafas pelan sebelum akhirnya membersihkan kamar mandi itu dengan terpaksa
-----------------------------------------------------------------------
"Jangan pernah sekalipun lo sentuh dia sialan" ucap seorang gadis yang kini sedang menelfon seseorang yang membuatnya marah
"Hahaha gue gak akan pernah berhenti sebelum tujuan gue tercapai" balas Orang diseberang sana
"Sialan!!" gerutunya dengan memegang erat ponsel yang kini sedang ia gunakan
"Gak usah ngumpat gitu dong"
"Gue peringatin sama lo buat jangan sentuh dia. Kalo sampe gue tau lo sentuh dia!! Habis lo sama gue"
__ADS_1
"Gue gak pernah takut" ujar Orang itu dengan mematikan ponselnya
"****!!" umpat gadis itu sebelum meninggalkan ruangannya dengan perasaan penuh emosi