LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 25


__ADS_3

Gita yang masih berada didalam rumah Megan dan kini Gita yang akan pamit untuk pulang, karna hari sudah mulai malam dan Gita pun juga belum makan


"Kak Megan, Olivia saya izin pamit pulang dulu ya Kak. Soalnya udah mulai gelap, takut dicariin sama Mama" pamit Gita kepada Megan dan juga Olivia


"Gak usah formal banget dong Gita" ujar Megan membuat Gita tersenyum kikuk


"I-iya Kak sa- em maksudnya aku izin pamit pulang dulu ya Kak"


"Emangnya lo gak laper? Gue sih laper, Lagian gue sama Kak Megan juga mau makan Malam. Kalo lo gak laper sih silahkan pulang dan kalo lo laper mending kita makan bareng-bareng" ucap Olivia


"Nah iya bener tuh kata Oliv. Kamu makan di sini aja ya bareng sama Kakak dan Olivia" ujar Megan


Gita yang awalnya sendak menolak pun tidak jadi saat perutnya yang Tiba-tiba berbunyi pertanda jika dirinya sedang lapar


Kriuk...


"Duh ****** nih perut ngapain bunyi sekarang sih!!" ucap Gita dalam hati


Bunyi perut itu pun membuat semburan merah berada diwajah Gita. Sungguh Gita sangat malu saat dengan Tiba-tiba perutnya berbunyi


"Tuh kan kamu laper. Yaudah yuk kita bareng" ajak Megan


Hingga pada akhirnya Gita pun memilih untuk makan bersama dengan Megan dan Olivia, karna sejujurnya ia juga sudah sangat lapar


Ketiganya menuruni tangga untuk sampai diruang makan. Saat sudah sampai diruang makan itu, Gita duduk di samping Olivia yang membuat Olivia kesal lagi


"Ck bisa gak sih lo kalo duduk jangan samping gue mulu? Gue bosen tau gak" ujar Olivia ketus


Gita pun langsung melayangkan tatapan tajam untuk Olivia namun dibalas dengan tam kalah tajam


"Ngapain lo liatin gue kaya gitu? Gue cantik? Tau kok gue emang cantik dari masih jaman orok" puji Olivia kepada dirinya sendiri


Gita yang mendengar itu rasanya ingin sekali muntah di depan wajah Olivia. Sungguh Olivia sangatlah narsis


"Gak usah kecakepan deh lo Monyet Amazon" ucap Gita


"Iri aja lo babi!!" ujar Olivia dengan sinis


"Olivia!! Jaga ya ucapan lo. Sekali lagi gue denger lo ngomong kasar sama Gita habis lo sama gue" ucap Megan dengan menatap tajam Olivia


Gita yang mendengar jika ada yang membelanya pun tersenyum smirk kepada Olivia


"Lo denger kan apa ucapan Kak Megan? Dia bahkan lebih bela gue ketimbang lo" ucapnya dengan remeh

__ADS_1


"Awas lo Gita kali ini" ucap Olivia dengan pelan yang tak akan bisa didengar oleh Gita mau pun Megan


"Dari pada kalian ribut mulu mending kita makan aja. Kalo kalian ribut terus kapan kita bakalan mulai makannya?" lanjut Megan dengan menatap tajam Gita dan Olivia


"Baik Kak kita makan sekarang" balas keduanya. Megan pun tersenyum mendengar jawaban dari kedua orang yang ia sayangi. Ya Olivia dan Gita adalah orang yang paling ia sayangi setelah Mama dan Papanya. Meskipun terkadang Olivia menyebalkan tapi ketahuilah jika Megan sangat menyayangi Adik Sepupunya itu, sedangkan Gita?? Tentu saja karna ia adalah Adik dari Katrina orang yang Megan cintai


"Bagus!! Ayo makan"


Akhirnya ketiganya pun makan bersama dengan khitmatnya. Hingga tak terasa jika hari pun sudah malam, Gita pun memilih pamit untuk pulang karna hari sudah gelap


"Makasih ya Kak udah diizinin makan bareng di sini, aku juga pamit mau pulang soalnya ini sudah malam" ujar Gita dengan sopan yang diangguki oleh Megan


"Iya sama-sama sayang. Kalo kamu ada apa-apa kamu langsung telfon Kakak atau Olivia aja ya" ucap Megan seraya mengelus surai Gita pelan


"Tapi aku kan gak punya no Kakak atau si Monyet Amazon" balas Gita yang membuat Megan terkekeh


Olivia yang mendengar Gita mengatakan dirinya Monyet Amazon pun seketika menatap tajam Gita yang seakan-akan ingin membunuhnya. Gita hanya acuh saja melihat Olivia yang masih menatapnya tajam


"Udah-udah!! Ini no HP Kakak sama Oliv kalo kamu ada apa-apa pokoknya jangan lupa buat kasih tau Kakak atau Olivia" ujar Megan seraya menghentikan tawanya


Gita menerima kartu yang terdapat no ponsel dari Megan dan juga Olivia!! Gita mengucapkan terima kasih dan berlalu pergi meninggalkan kediaman rumah Megan


Gita segera memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya pergi dari kediaman rumah Megan menuju kerumah miliknya


Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, Gita pun telah sampai diperkarangan rumahnya. Gita pun memarkirkan mobil dan segera turun dari mobil dan berjalan pelan memasuki rumahnya


Pukul 20:30 WIB Gita baru sampai dirumahnya, dan saat Gita memasuki rumahnya, Gita melihat Melinda yang sedang duduk disofa dan membaca buku


Gita hanya acuh saja dan mencoba berjalan melewati Melinda, namun saat akan menaiki tangga langkahnya harus terhenti saat mendengar perkataan Melinda


"Sayang kamu udah pulang kok gak ngucapin salam atau apa sih?" tanya Melinda yang kini mulai berdiri dari duduknya dan berjalan pelan menghampiri Gita


"Gita pulang!!" ucap Gita dengan dingin


"Kamu kenapa sih? Ada masalah? Kok sikap kamu jadi dingin gini, biasanya juga gak kok" tanya Melinda lagi


"Gak papa!! Aku cape, aku mau istirahat jadi Mama jangan ganggu aku dulu" balas Gita dan berjalan menaiki tangga


"Kamu udah makan?" tanya Melinda lagi saat melihat Gita berjalan menaiki tangga menuju kamarnya


"Udah!!" balas Gita tanpa menoleh kebelakang


Gita pun kini sudah sampai didepan pintu kamarnya dan Gita segera memasuki kamar itu dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya

__ADS_1


Gita memejamkan matanya pelan guna mencoba mengusir perkataan yang dikatakan oleh Megan yang masih tergiang-ngiang dikepalanya


Gita masih tidak menyangka jika Mamanya berselingkuh dari Papa kandungnya. Gara-gara Mamanya ia harus berpisah dengan sang Kakak yang bahkan Gita saja belum pernah bertemu


Gita bangun dari tidurnya dan berjalan menuju lemari pakaiannya. Ia memilih memakai piaya bermotif Katak dan ia segera berjalan kekamar mandi untuk berganti pakaian


Gita berjalan keluar dari kamar mandi dan ia duduk di depan cermin yang biasa ia gunakan untuk merias wajahnya


"Gue gak nyangka banget sama Mama. Gue pikir kalo gue itu Anak dia sati-satunya tapi ternyata salah. Dan gara-gara Mama gue harus kehilangan Kakak gue" gumam Gita pelan pada dirinya sendiri


Gita pun berjalan ke arah ranjangnya dan segera ia baringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya untuk tidur karna hari ini adalah hari yang melelahkan bagi Gita


-----------------------------------------------------------------------


Paginya seperti biasa Gita bangun dari tidur nyenyaknya karna terganggu dengan alarm yang ia setel


Gita mengucek matanya pelan dan berjalan kelemari untuk mengambil handuk dan segera berjalan menuju kamar mandi


Lima belas menit sudah Gita habiskan didalam kamar mandi dan kini Gita tengah bersiap-siap untuk pergi ke Sekolahnya


Setelah siap Gita menuruni tangga dan berjalan pelan berniat ingin segera pergi dari ke Sekolah tapi langkahnya harus terhenti


"Gita sayang kamu gak sarapan dulu?" tanya Melinda yang kini sedang menyiapkan makanan untuk Rudi


"Aku gak laper jadi aku mau buru-buru ke Sekolah" balas Gita. Sebelum Melinda akan bertanya lebih lanjut, Gita Sudah lebih dulu berjalan keluar rumah


"Gita kenapa sayang dari kemaren kok sikapnya aneh banget" tanya Rudi pada Melinda yang dibalas gelengan oleh Melinda


"Gak tau mas" balas Melinda dan duduk dikursinya saat telah siap menyelesaikan menata makanannya


----------------------------------------------------------------------


Gita memarkirkan mobilnya dan sampai mobil Olivia, namun ia tidak menemukan batang hidung dari Olivia


"Si Monyet Amazon kemana dah" ucap Gita pelan dan berjalan menuju kelasnya berada. Namun Tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar suara yang sepertinya sedang bertengkar itu hingga Gita pun berjalan pelan kearah sumber suara itu untuk melihat siapa yang bertengkar di Pagi-Pagi seperti ini


Berjalan pelan agar tidak diketahui oleh orang yang ada didalam kelas itu Gita pun berhenti dan mengintip dibalik pintu yang tidak ditutup rapat itu


Tiba-tiba matanya membulat saat ia melihat siapa orang yang bertengkar di Pagi ini.


"O-Olivia ribut sama yang waktu itu ngomong sama Papa" gumamnya kecil dan berniat pergi dari tempat ini. Tapi bodohnya ia malah menabrak tong sampah yang membuat tong sampah itu jatuh kelantai dengan cukup keras


"SIAPA ITU!!" ucap seseorang itu yang berada di dalam ruangan kelas ini hingga membuat Gita pun berlari agar tidak ketahuan

__ADS_1


"****!!" umpatnya dan berlari meninggalkan tempat itu


__ADS_2