LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 31


__ADS_3

"Kalo boleh tau alesan Kakak pakai topeng itu karna apa ya Kak?" tanya Gita dengan hati-hati, takut-takut jika dirinya melukai perasaan Megan


Megan terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab


"Ini karena! Kakak waktu harus nolongin Kakak kamu yang lagi terbakar" ujar Megan menjelaskan yang membuat Gita terkejut


"Hah!! Maksud Kak Megan Kak Katrin meninggalnya karna terbakar?" tanya Gita yang diangguki oleh Megan


"Gimana cerita-nya Kak?" tanya Gita lagi yang membuat Megan menarik nafasnya terlebih dahulu sebelum memulai ceritanya


"Jadi waktu itu"


Flashback On


Saat ini disebuah taman yang ramai sedang dikunjungi oleh banyak orang. Ada yang sedang berpacaran, sedang bermainn dengan keluarga masing-masing, atau sekedar jalan-jalan saja


Disalah satu bangku taman terdapat tiga orang yang sedang bercengkrama ria


"Eh liat deh nih Cowok ganteng banget kan" ujar salah satu dari mereka seraya menunjukan ponselnya yang terdapat foto seorang Laki-laki yang cukup tampan


"Iya ganteng banget. Siapa namanya?" tanya salah satu dari mereka


"Ini itu calon pacar gue. Namanya Reza. Dia Anak IPS" jawabnya


"Kok lo bisa kenal sama Anak IPS?" tanya seorang gadis dengan penampilan yang sedikit tomboy


"Awal kenal-nya sih waktu gue telat itu. Kita berdua dihukum bareng-bareng, nah dari situ gue mulai deket sama Reza" balas orang itu lagi


"Tapi Sandra gue ngerasa kalo tuh Cowok gak baik deh buat lo" ucapnya kepada seseorang yang diketahui bernama Sandra


Sandra menatap tajam teman-nya itu. Enak saja dia menamai Reza anak tidak baik. Udah jelas-jelas Reza anak yang baik


"Gini ya Katrina Angelika Pungus! Lo itu jangan suka nilai orang dari penampilan-nya aja dong. Reza itu Anak baik-baik tau. Emang penampilan-nya aja yang nakal, aslinya mah baik" ujar Sandra dengan menatap Katrina malas


"Gue cuma ngingetin dong San" ujar Katrina


"Heleh bilang aja kalo lo iri sama gue" ucap Sandra dengan tampang yang menyebalkan


"Katrin kan cuma ngingetin doang San, kok lo ngomong-nya gitu sih?" tanya gadis tomboy itu


"Gue yakin Megan kalo si Katrin ini cemburu"


"Gue gak cemburu Sandra! Lagian gue juga ogah kali suka sama tuh Cowok" ujar Katrina dengan menatap Sandra


"Iya-iya gue percaya kok. Lagian kan emang lo suka sama Cowok Rin?" ujar Sandra dengan bercanda


"Lo kira gue gak suka Cowok? Gue juga suka sama Cowok lah" ucap Katrina dengan mata yang menatap Sandra malas


"Kirain lo gak suka Cowok"


"Terus kalo gue gak suka Cowok gue suka sama siapa dong?"


"Tuh samping lo apa" ujar Sandra dengan menunjuk Megan yang hanya diam saja


"Ishh apaan sih lo San! Gue sama Megan kan cuma temenan doang. Megan juga temen lo kali" ujar Katrina kesal


"Hahaha! Gue bercanda Rin, serius amat hidup lo" ucap Sandra dengan tertawa


"Gak lucu tau gak" ucap Katrina dengan menatap tajam Sandra


Megan hanya diam saja, entah mengapa jika dirinya sangat tidak menyukai jika Katrina membicarakan Laki-laki lain dihadapannya.


Megan tau jika dirinya menyukai Katrina. Walaupun mereka sama-sama Perempuan, entah mengapa Megan selalu nyaman jika bersama dengan Katrina


"Eh ini udah sore pulang yuk" ajak Katrina saat melihat arloji-nya yang sudah menunjukkan pukul 17:00


"Yaudah ayo kita pulang. Kebetulan nanti malam gue mau diner sama Reza" ucap Sandra yang kini berdiri dari duduknya dan diikuti oleh Megan dan juga Katrina


Mereka berjalan keluar dari taman menuju parkiran. Saat sudah sampai diparkiran Megan langsung memasuki mobilnya diikuti oleh Katrina


Sandra sudah lebih dulu pulang menggunakan karna sudah dijemput oleh supir-nya yang sempat menunggu mereka saat masih didalam taman


Megan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Didalam mobil itu hanya ada keheningan yang menyapa mobil mereka. Baik Megan maupun Katrina hanya diam


"Emm menurut lo Reza ganteng gak?" tanya Katrina pada Megan yang sedang fokus menyetir


"Gak juga!" balas Megan cuek


"Emm Gan! Lo gak suka sama gue kan?" tanya Katrina hati-hati yang membuat Megan mengerem mendadak yang membuat kepala Katrina tak sengaja terbentur


"Awh!! Megan lo apa-apaan sih? Nge-rem kok mendadak?" ujar Katrina seraya mengusap kepalanya yang sakit karna benturan itu


"Sorry-sorry Rin gue gak sengaja sumpah" ujar Megan seraya ikut mengusap kepala Katrina


"Lagian lo ada-ada aja pertanyaan-nya sih" ucap Megan dengan masih mengusap-usap kepala Katrina pelan


"Ya kan gue cuma nanya doang elah. Lo beneran gak suka sama gue kan?" tanya Katrina lagi yang kini memandang Megan


"Ya gak ngaco lo.." ujar Megan dengan menjitak pelan kening Katrina yang membuat-nya merintih kesakitan

__ADS_1


"Megan sakit ihh. Kok lo malah jitak sih? Udah tau ini sakit gara-gara lo nge-rem mendadak jadi-nya gue kebentur eh lo malah jitak kepala gue" ucap Katrina kesal yang membuat Megan tersenyum saat melihat Katrina kesal


"Gak ada yang lucu ya Gan! Gak usah ketawa lo" ucap Katrina yang kini benar-benar kesal dengan tingkah Megan


Megan pun tak bisa menahan-nya lagi. Akhirnya Megan tertawa dengan keras yang membuat Katrina mencubit perut Megan hingga sang empu merintih kesakitan


"Nih rasain!!" ucap Katrina seraya mencubit perut Megan


"Aw aw aw sakit Katrin" ujar Megan dengan tangan yang mencoba menyingkirkan tangan Katrina yang berada diperutnya


Katrina pun akhirnya melepaskan cubitan-nya pada perut Megan dan menatap tajam Megan


"Awas ya kalo lo beneran suka sama gue" ujarnya seraya membuka botol minum dan ia langsung meminum minuman itu hingga habis


"Lo tenang aja ngapa sih. Takut banget kalo gue bakalan suka sama lo" balas Megan


"Ya iya lah Gan gimana kalo lo ntar beneran suka sama gue?" tanya Katrina


"Ya mungkin aja bisa lah. Emang kalo misal gue suka sama lo kita bakalan pacaran?" tanya Megan yang tak menghiraukan pertanyaan yang dilontarkan Katrina


"Gila lo!! Ya kali kita lesbi. Jijik gue sama yang begituan. Jadi gue saranin mending lo gak usah suka sama gue" balas Katrina dengan tatapan jijiknya


"Tenang gue gak akan pernah suka sama lo kok" ucap Megan


"Janji?" tanya Katrina seraya menunjukan jari kelingking-nya


Megan tersenyum sebelum "Janji!!" ujarnya dengan menautkan jari kelingking mereka


Sejujurnya Megan merasa sakit saat mengatakan itu, namun tak ada cara lain untuk menjawab pertanyaan Katrina. Ia tidak ingin pertemanan mereka harus berakhir hanya karna Megan mengungkapkan perasaan-nya


"Udah ihh ayo jalan lagi ini ngapain berhenti di pinggir jalan kaya gini sih" ucap Katrina melepaskan tautan mereka


Megan pun mengangguk dan menjalankan mobilnya menuju rumah Katrina


"Emm Gan, nanti malam kita makan di luar yuk" ajak Katrina yang diangguki Megan


"Iya nanti gue jemput lo. Mau jam berapa gue jemput?" tanya Megan


"Jam 7 aja gimana?" tanya balik Katrina


"Boleh nanti gue jemput jam 7" balas Megan


Tak terasa jika sekarang mereka sudah sampai diperkarangan rumah Katrina. Katrina turun dari mobil Megan dan segera masuk kedalam rumahnya


Kini Jam sudah menunjukkan pukul 19:00 Megan sudah berdiri didepan rumah Katrina, menunggu Katrina untuk turun kebawah menemui dirinya


Katrina melambaikan tangannya didepan wajah Megan yang masih saja melamun


"Gan! Megan!!" teriak Katrina didepan wajah Megan


Megan pun segera tersadar dan menggruk tengkuknya yang tak gatal


"Lo ngapain sih ngelamun gitu? Ntar kesambet baru tau rasa lo" ujar Katrina


"Ahh itu mending sekarang kita masuk aja deh kemobil dan pergi sekarang, takutnya ntar keburu malem" ucap Megan mengalihkan pembicaraan-nya


Katrina pun mengangguk dan segera masuk kedalam mobil Megan. Selama diperjalanan mereka hanya diam sibuk dengan fikiran masing-masing


Setelah Lima belas menit mereka berada diperjalanan. Kini mereka telah sampai di restoran yang cukup terkenal itu


Mereka memasuki restoran itu dengan anggun-nya. Saat sedang memilih meja yang akan mereka tempati, keduanya melihat seseorang yang sepertinya tak asing bagi mereka


"Itu bukan-nya Sandra?" tanya Megan kepada Katrina


"Oh iya itu Sandra" balas Katrina


"Yaudah ayo kita ke sana aja" ujar Megan


"Jangan lah mereka kan lagi diner jadi kita jangan ganggu mereka" ucap Katrina


"Udah gak papa kali. Ayo kita ke sana" ajak Megan seraya menarik tangan Katrina menghampiri meja Sandra dan juga Reza


"Kita boleh ikut gabung gak?" tanya Megan yang mengejutkan keduanya


"Loh Megan, Katrina. Kalian di sini juga?" tanya Sandra saat melihat keduanya


"Iya kita di sini. Jadi gimana boleh gak kita ikut gabung?" tanya Megan sekali lagi


"Boleh dong masa gak boleh sih. Iya kan Sayang" ujar Sandra kepada Reza yang diangguki oleh Reza


"Iya boleh kok. Sini duduk bareng" ajak Reza


Megan dan Katrina pun duduk dibangku yang kosong dan segera memanggil seorang Waitress


"Emm Mbak saya pengin steak aja deh sama minum-nya lemon tea aja" ucap Katrina yang langsung dicatat pesanannya oleh Waitress itu


"Samain aja ya Mbak" ucap Megan yang diangguki oleh Waitrees itu


"Baik tunggu sebentar ya Kak!" ujar Waitress itu sebelum melangkah pergi

__ADS_1


Sembari menunggu pesanan mereka datang. Mereka mengobrol dan bergosip ria. Namun sedari tadi Katrina merasa jika Reza memperhatikan-nya terus


Katrina yang merasa risih pun akhirnya memilih untuk pamit kekamar mandi sebentar


"Gue kekamar mandi dulu ya sebentar" ujar Katrina yang langsung pergi dari tempat itu menuju kamar mandi


Reza yang melihat jika Katrina pergi pun ingin menyusul namun ia tak tahu caranya. Hingga akhirnya ia pura-pura ingin menelfon seseorang dan meminta izin terlebih dahulu


"Sayang aku mau telfon Mama dulu ya soalnya ada yang mau aku omongin" ucap Reza yang diangguki oleh Sandra


Reza pun pergi kearah kamar mandi dan saat sudah sampai didepan kamar mandi Perempuan. Reza langsung masuk kedalam yang mengejutkan Katrina didalam-nya


"Ngapain lo ke sini? Ini kan kamar mandi Cewek!" ujar Katrina yang merasa tak nyaman dengan kehadiran Reza


"Gue gak tau kalo Sandra punya temen secantik lo" ujar Reza seraya mendekati Katrina


Katrina berjalan mundur tapi tubuh-nya sudah terpojok hingga ia tak bisa mundur lagi


Reza tertawa pelan melihat jika Katrina sudah tak bisa menghindari dirinya lagi


"Gimana kalo malam ini kita main malam ini?" ajak Reza seraya mencolek dagu Katrina


Katrina menepis tangan Reza yang berada didagu-nya


"Sungkirin tangan kotor lo dari gue" ucapnya dengan penekanan


Reza tertawa sumbang. Ia mencengkram pipi Katrina kuat membuat Katrina meringis karna sakit dipipi-nya


"Berani juga lo nolak gue hmm!!" ucap Reza seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Katrina


"L-lepasin t-tangan l-lo" ujar Katrina terbata


"Hahaha! gue bakalan lepasin lo setelah gue bisa ngerasain tubuh lo" ucap-nya dan segera mencium bibir Katrina sedikit kasar


Katrina berusaha memberontak tapi tenaganya tidak sebanding dengan tubuh Reza yang besar


"Mmmpphhh" Katrina memukul dada Reza namun tak dihiraukan oleh Reza


Reza masih mencium kasar bibir Katrina. Karna tak kunjung membuka mulut, akhirnya Reza menggigit pelan bibir Katrina yang membuatnya harus terbuka agar Reza bisa lebih leluasa saat mencium


Karna merasa jika keduanya membutuhkan pasokan oksigen. Reza melepaskan ciuman-nya dan beralih keleher Katrina


Katrina hampir saja mengeluarkan *******-nya. namun sebisa mungkin ia tahan suara laknat itu agar Reza tak menganggap-nya menikmati


"Kalo pengen ngedesah silahkan keluarin sekarang, gak usah ditahan" ujar Reza dengan tersenyum miring


Tangan Reza yang pun kini tak tinggal diam. Tangannya menyentuh dada Katrina dan meremasnya sedikit kencang. Hal itu membuat Katrina mengigit bibir bawahnya dengan kencang, sehingga membuat cairan merah keluar dari bibir Katrina


Reza yang melihat Katrina menggigit bibirnya dengan kencang pun menarik dirinya dari leher Katrina dan menatap Katrina dengan pandangan lapar


"Dari pada lo ngegigit bibir lo sendiri, mending gue yang gigit!" ujarnya seraya mendekatkan dirinya kepada Katrina


Saat tinggal beberapa senti lagi Reza akan mencium bibir Katrina, Katrina memalingkan wajah-nya kesamping agar Reza tak jadi mencium-nya


Reza yang kesal pun menampar pipi Katrina yang membuat pipi kanan Katrina memerah


Plak...


Reza menampar pipi Kanan Katrina hingga membuat-nya ikut tertoleh dan pipi yang memerah


Reza kembali mencengram kuat pipi Katrina hingga membuat kuku Reza yang sedikit panjang itu melukai pipi Katrina


Reza menatap tajam Katrina dengan tangan yang masih mencengkram kuat pipi Katrina. Bahkan Katrina dapat merasakan jika pipi-nya luka


"Don't ever mess with me bicth" cengkraman dipipi Katrina semakin menguat hingga membuat Katrina benar-bener merasakan sakit dikedua pipi-nya


Katrina meludahi wajah Reza yang akan mendekati-nya lagi, membuat Reza mengumpat karna ulah Katrina


"****!!" umpat Reza yang kini menghempaskan wajah Katrina kesamping dengan kuat


Reza mengelap wajah-nya yang terkena ludah Katrina. Ia tertawa remeh menatap Katrina yang kini sedang ketakutan


Reza kini beralih menarik kuat rambut Katrina hingga harus membuat Katrina mendonggak keatas, merasakan sakit dikepalanya


"Lo bener-bener bikin gue marah SIALAN!! Gue pastiin lo bakalan menderita kali ini" ujarnya dengan mencium kembali bibir Katrina dengan kasar


Katrina masih mencoba melepaskan diri dari Pria bejat seperti Reza yang saat ini sedang melecehkannya. Ia memukul kuat dada Reza namun dengan sigap, Reza membawa tangan Katrina keatas kepalanya


Reza merobek paksa baju yang dikenakan oleh Katrina hingga terbuka. Reza tersenyum miring saat melihat tubuh Katrina yang kini terpampang didepan Reza


Reza yang akan kembali mencium Katrtina pun tiba-tiba dikejutkan dengan dobrakan pintu dengan kencang, hingga membuat Reza harus memberhentikan aksi bejatnya itu dan melihat siapa yang mengganggu aksinya


"KATRINA!! REZA!!"


...****************...


**Aku masukin beberapa part 18+ nya ya jadi bijak dalam memilih cerita ok. bye bye


Oh iya aku mau ngucapin Happy New Year all semoga ditahun ini kita semua bisa menjadi hal yang lebih baik dari pada sebelum-sebelum nya ya. Dahh goodbye**

__ADS_1


__ADS_2