LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 41


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 16:00 p.m yang berarti sudah saatnya untuk pulang Sekolah. Begitu pun dengan Gita dan juga yang lainnya yang juga akan pulang kerumah masing-masing.


Gita berjalan menuju parkiran dengan kedua temannya. Sudah pasti itu Laura dan Bella, namun sedari tadi tidak ada pembicaraan diantara ketiganya, hal itu membuat Bella merasa ada yang aneh dengan tingkah Gita dan Laura. Apa lagi saat Laura sudah kembali kekelasnya Gita hanya menanyakan bagaimana keadaan Laura, setelahnya tidak ada percakapan lagi diantara keduanya


"Bentar ini kenapa pada diem-diem aja deh dari tadi" Ucap Bella dengan langkah terhenti


"Lo berdua lagi ada masalah kah?" Tanya Bella lagi namun dibalas dengan gelengan kepala oleh Gita


"Gak ada kok. Kita gak ada masalah sama sekali. Iya kan Lau." Ucap Gita dengan menoleh kearah Laura


Laura menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Namun sejujurnya Laura merasa ada yang disembunyikan oleh Gita yang tiba-tiba saja tidak banyak bicara. Tidak seperti biasanya


Bella masih memincingkan matanya karna merasa kurang puas dengan jawaban dari Gita.


"Yakin gak ada masalah? Kok pada diem-dieman sih gak kaya biasanya." Ujar Bella sekali lagi


"Yakin Bella!! Lagian gue lagi males buat ngomong banyak-banyak." Balas Gita


"Yaudah!!" Ujar Bella yang berjalan mendahului Gita dan Laura


Laura yang melihat itu juga pergi menyusul Bella yang sudah jauh didepan. Gita yang juga akan menyusul kedua temannya itu harus terhenti saat ada seseorang yang mengcekal tangan Gita.


Gita menoleh untuk melihat siapa yang memegang tangannya. Saat sudah menoleh, ternyata itu adalah Zergan. Yah Zergan yang mengcekal tangan Gita


"Ishh Zergan lo tuh ngagetin gue tau gak!!" Marah Gita


Zergan terkekeh mendengar perkataan dari Gita. "Pulang bareng gue yuk." Ajak Zergan dengan tangan yang masih dengan mencekal tangan Gita


"Gak makasih!!" balas Gita dengan melepaskan tangan Zergan yang masih mencekalnya


Zergan mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari Gita


"Kenapa?" Tanya Zergan saat tangannya sudah terlepas dari tangan Gita


"Ya gue bawa mobil sendiri bego, ngapain gue bareng sama lo." Ucap Gita


"Ya udah kalo gitu mobil lo tinggal aja simple kan!!" Ujar Zergan yang membuat Gita mensentil kening Zergan


"Enak banget lo kalo ngomong maen tinggal-tinggal. Kalo ilang gimana!! Lo mau gantiin mobil gue?" Ujar Gita dengan bersedekap dada


"Ya gak bakalan ilang lah kan gerbang Sekolah juga kalo udah sore dikunci."


"Kalo dipanjat gimana?"


"Mana ada yang mau manjat Sekolah malem-malem Gita."


"Ya siapa tau aja kan"


"Udah lah gue mau balik aja ntar keburu malem lagi. Dan juga buat tawaran lo, gue tolak. Mungkin lain kali gue bisa ikut pulang bareng lo" Ucap Gita dan meninggalkan Zergan yang masih berdiri di tempat itu sendiri


Sepeninggalan Gita. Zergan hanya senyum-senyum tak jelas. Dan dengan tiba-tiba saja Olivia datang dan memukul kepala Zergan membuat Zergan terkejut dan tersadar dari lamunanya


"Ngapain lo senyum-senyum sendiri? Udah Gila nih pasti" Ucap Olivia kepada Zergan yang kini menatap dirinya seakan-akan ingin membunuhnya


"Bukan urusan lo!!" Balas Zergan dan pergi meninggalkan Olivia yang sedang kebinggungan sekarang


"Dihh bocah. Emang gila tuh orang. Gak Kakaknya gak Adeknya sama-sama Stress." Ujar Olivia dan ikut pergi menuju parkiran menyusul Adik Sepupunya itu


...****************...


Gita sudah sampai dirumahnya pukul 17:20. Gita memarkirkan mobilnya dan segera keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju rumahnya


Saat Gita membuka pintu, Gita melihat jika kedua orang tuanya sedang duduk manis disofa ruang tamu. Gita berniat naik keatas tanpa memperdulikan Rudi dan juga Melinda


Saat akan menaiki tangga, langkah Gita harus terhenti saat mendengar perkataan dari Melinda

__ADS_1


"Gita sayang nanti lusa kamu ikut kita ya ke Bandung." Ucap Melinda yang membuat Gita menoleh kebelakang


"Gita gak ikut. Nanti lusa Gita ada urusan sama temen-temen Gita." Balas Gita dan berjalan menaiki tangga


Tapi lagi dan lagi langkah Gita harus terhenti kembali saat Rudi berbicara dengannya untuk pertama kalinya Rudi menaikan nada bicaranya kepada Gita


"Dasar kamu ini sekarang udah berani ya melawan orang tua!! Dari kemaren Papa sudah sabar dengan tingkah kamu, tapi sekarang tidak lagi Gita. Papa sudah sangat muak liat tingkah kamu yang melawan ini!!" Ujar Rudi dengan nada yang tinggi


"Terserah Gita dong mau nolak apa enggak. Kok Papa ngatur sih?" Balas Gita


Melinda yang melihat jika Rudi akan marah lagi pun mengelus pelan bahu sang Suami


"Sabar Mas jangan emosi gitu dong." Ucap Melinda dengan pelan dan masih dengan mengelus bahu Rudi


"Dia sekarang sudah mulai berani melawan perkataan kita Melinda!! Dia harus dikasih pelajaran." Balas Rudi dengan nafas yang naik turun


"Iya tau, tapi jangan pake emosi juga dong."


"Bela aja terus Gita." Ujar Rudi dan pergi meninggalkan Anak serta Istrinya


Melinda yang melihat itu hanya menghembuskan nafasnya pelan. Lalu Melinda beralih menatap Gita yang sedang menatap dirinya dengan datar itu


"Sayang kamu ikut ya." Ujar Melinda yang masih membujuk Gita agar ikut bersamanya"


"Udah Gita bilang kan Mah kalo Gita gak mau ikut!!" Balas Gita dengan raut wajah kesalnya


"Tapi sayang Tante kamu habis lahiran loh kemaren jadi kita harus dateng ya." Ucap Melinda


Gita yang mendengar itu pun menaikan alisnya pertanda jika ia bertanya. "Siapa?" Tanya Gita dengan alis yang terangkat


"Tante Mina sayang. Dia baru lahiran loh kemaren masa kita dateng ke sana kamunya malah gak ikut."


Gita yang mendengar itu hanya menghembuskan nafasnya pelan. Dirinya sungguh sangat malas jika harus ikut ke sana, tapi itu adalah Tante Mina. Tante Mina yang selalu ada saat dirinya terpuruk, dia juga sangat menyayangi Gita dari Gita kecil. Akhirnya Gita pun memilih untuk ikut bersama dengan Kedua orangnya


"Fine Gita ikut sama kalian." Ucap Gita yang membuat Melinda tersenyum mendengarnya


Sesampinya didalam kamar, Gita langsung melempar tasnya keatas ranjang miliknya. Gita juga merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar


"Kalo bukan karna Tante Mina sih gue ogah banget ikut sama mereka.!!" Gumam Gita pelan


Thing...


Bunyi ponsel Gita mengalihkan pandangan Gita yang awalnya keatas beralih kesamping yang tertapat ponsel miliknya.


Gita mengambil ponsel itu dan melihat siapa yang mengiriminya pesan. Gita mengerutkan keningnya saat melihat nomor tak dikenalinya itu. Buru-buru Gita membuka isi pesan itu, takut-takut jika itu adalah ancaman sama seperti minggu lalu


...085********67...


\Hai


^^^Siapa?/^^^


\Ini gue Zergan


^^^Oh Zergan. Dapet no^^^


^^^gue dari mana?/^^^


\Dari Olivia


^^^Oh dari si Monyet Amazon itu/^^^


\Monyet Amazon?


^^^Iya Monyet Amazon/^^^

__ADS_1


\Maksud lo Olivia?


^^^Iya Olivia.^^^


^^^Btw ngapain lo^^^


^^^ngechat gue?/^^^


\Gue cuma mau ngajak


lo jalan aja sih


^^^Jalan kemana sama kapan?/^^^


\Lusa aja gimana?


^^^Sorry-sorry kalo lusa^^^


^^^gue gak bisa/^^^


\Emangnya kenapa?


^^^Lusa gue mau pergi/^^^


\Kemana?


^^^Bandung/^^^


\Hmm yaudah deh


kalo lo gak bisa


semoga kapan-


kapan bisa pergi


bareng ya


^^^Hmm siap/^^^


Setelahnya Gita langsung menyimpan nomer Zergan. Dan dinamai dengan Zergan 🐷


Gita melihat jam yang ada diponselnya yang menunjukan jika sudah pukul 17:58. Gita pun berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket itu


...****************...


Sedangkan didalam ruangan yang remang-remang. Terdapat dua orang yang sedang berbincang


"Bener kan dugaan gue kalo dia bakalan ikut ke Bandung lusa." Ujar orang itu dengan sombong


Temannya hanya memutar bola matanya malas saat melihat betapa sombongnya orang itu


"Hmm iya gue percaya puas lo.?" Balasnya dengan kes


Orang itu hanya terkekeh kecil saat melihat raut kesana dari temannya itu


"Pokoknya nanti lusa kita harus culik dia ok." Ucap Orang itu yang diangguki oleh Temannya


Tiba-tiba ada seseorang yang masuk kedalam ruangan itu yang membuat keduanya menoleh kearah pintu, guna melihat siapa yang masuk kedalam ruangan itu


"Gimana dia mau ikut" Tanya orang yang baru masuk itu


"Dia sempat nolak awalnya, tapi tiba-tiba dia berubah pikiran, dan akhirnya dia bakalan ikut ke Bandung"


Orang itu hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia paham

__ADS_1


"Tunggu pembalasan dari gue Gita.!!" Ujar Orang itu dengan senyum miringnya


__ADS_2