
Pagi pun telah tiba, bulan telah di gantikan oleh matahari. Sinar matahari pun masuk melalui celah jendela yang membuat seseorang yang masih terlelap itu terganggu dengan sinarnya
Alarm pun berbunyi dengan amat nyaringnya membuat orang yang masih terlelap itu semakin terganggu dengan suara bising yang di hasilkan oleh alarm tersebut
Gita yang merasa terganggu pun dengan suara dari alarm dan cahaya matahari pun segera bangun dari tidur nyenyaknya. Yah orang yang merasa terganggu itu adalah Gita
Gita yang sudah duduk pun lantas mematikan alarm yang masih berbunyi itu, Ia duduk melemamun sebelum ia beranjak pergi ke kamar mandi
Gita beranjak dari atas kasurnya lalu mengambil handuk dan segera mandi. Saat sampai di kamar mandi Gita tak langsung mandi melainkan Gita sedang memikirkan kejadian tadi malam saat ia sedang mandi Tiba-Tiba saja airnya berubah menjadi Darah
Gita segera menggelengkan kepalanya agar tidak memikirkan hal itu lagi. Akhirnya Gita pun menyalahkan Showernya agar bisa langsung ia gunakan untuk mandi
Lima belas menit sudah Gita mandi, Akhirnya Gita keluar dengan hanya melilitkan handuk pada tubuhnya dan segera ia ambil seragam Sekolahnya
Gita telah memakai Seragam Sekolahnya dan sekarang ia sedang berdiri di depan cermin sambil merias dirinya
"Perfect" gumamnya pelan
Gita pun lantas menyambar tas yang ada di atas kasur dan segera turun ke bawah untuk sarapan. Karna Mama dan Papanya belum pulang alhasil Gita hanya sarapan roti dan segelas susu
Gita menyelesaikan makannya lalu menaruh piring kotor dan gelas kotornya, setelah itu Gita berjalan menuju garasi dan segera masuk ke dalam mobilnya lalu segera ia lajukan dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang padat itu
Hingga tak terasa akhirnya Gita sampai di Sekolahnya itu. Ia segera memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil lalu berjalan ke kelasnya
Saat di peraimpangan Gita melihat orang yang kemaren membuatnya marah dari pagi hingga pulang Sekolah
Saat Gita akan melewati orang itu Tiba-Tiba saja tangan Gita di cekal oleh orang di depannya
"Ck apaan sih lo!! Masih pagi juga udah bikin gue emosi aja" ucapnya dengan sedikit emosi
Oh ayo lah ini masih pagi tapi kenapa orang di depannya ini sudah membuat Gita emosi saja
"Bukannya gue udah bilang sama lo buat jangan percaya sama orang?" tanyanya dengan datar
__ADS_1
Gita mnggerutkan keningnya setelah mendengar kata itu keluar dari mulut orang itu
"Lo nyuruh gue buat jangan percaya sama orang lain tapi lo sendiri juga orang yang berarti gue juga harus gak usah percaya sama lo kan" ucapnya dengan remeh menatap orang di depannya ini yang masih menampilkan wajah datarnya
"Gue serius Anggita!! Yang gue omongin itu bener lo harus gak mudah percaya sama orang sekalipun itu orang terdekat lo" ujarnya meyakinkan
"Lah.. Itu lo tau, bahkan orang terdekat aja lo nyuruh buat jangan percaya apa lagi sama orang yang gak deket kaya lo"
"Lagian kita gak deket dan juga gue gak tau nama lo siapa Tapi Tiba-Tiba lo nyuruh gue buat jangan mudah percaya sama orang gitu?" lanjutnya
Olivia hanya diam mendengarkan Gita berbicara
"Gue Olivia Savaera lo bisa panggil Olivia" ucapnya memperkenalkan dirinya
"Sekarang lo udah tau nama gue kan? jadi apa yang gue omongin harus lo turutin demi ke selamatan lo sendiri Gita" lanjutnya yang mana membuat Gita sedikit bingung, Tapi tunggu dari mana dia bisa tau jika ia bernama Gita?
"Kok dia bisa tau nama gue?" pikir Gita
"Gak penting gue tau nama lo dari mana yang jelas gue di sini bakalan lindungi lo" ucapnya lalu Olivia berjalan pergi menjauh
Gita hanya menatap punggung Olivia yang kian menjauh itu. Ia masih tidak mengerti dengan maksud dari Olivia
Tak mau terlalu memikirkan itu Gita lanjut berjalan menuju kelasnya. Saat sudah sampai di kelasnya Gita langsung masuk ke dalam kelas yang sudah lumayan ramai itu
Gita melihat Bella dan Laura yang sedang duduk berdua di meja Bella dengan Bella yang menyenderkan kepalanya di bahu Laura
Gita pernah berfikir jika sebenarnya Bella dan Laura itu bukanlah sepupuan melainkan adalah sepasang kekasih, karna di lihat bagaimana mereka berdua
Gita menaruh tasnya di bangkunya lalu segera menghampiri Bella dan Laura yang masih asik mengobrol
"Kayanya lo berdua bukan sepupuan deh tapi lo berdua pacaran" ucapnya Tiba-Tiba dan duduk di meja depan dari meja Bella
"Enak aja lo ngomong kalo gue sama Laura pacaran, Fitnah lo" ujar Bella tak terima jika dia disebut berpacaran dengan Laura
__ADS_1
"Ya siapa tau aja lo berdua emang pacaran, kan sekarang jamannya si cantik milik si cantik dan si tampan milik si tampan"
"Ya iya sih emang tapi gue sama Laura itu beneran sepupuan anjir. Lagian gue masih doyan batang dari pada lobang"
"Iya deh iya lo berdua emang beneran sepupuan"
"Lah kan emang iya kita sepupuan"
"Iya Arabella gue percaya kalo lo berdua beneran sepupuan bukan pacaran"
Laura hanya melihat saja apa yang di bicarakan oleh Bella dan juga Gita, memang ia juga menyadari jika mereka seperti bukan seorang sepupu melainkan sepasang kekasih
Bella yang nakal namun akan manja kepada Laura dan Laura yang cuek akan sangat peduli kepada Bella. Jadi wajar saja jika Gita menyangka jika ia dan Bella itu sepasang kekasih, dan pasti juga bukan hanya Gita yang merasa begitu tapi semua murid SMA GARUDA
"Eh ntar malem kita jadi buat ngecek ke lantai atas?" ujar Bella Tiba-Tiba
"Jadi lah yakali gak jadi" balas Gita
"Yaudah deh ntar malem kita ketemuan jam berapa dan di mana kita ketemuannya?"
"Di sini aja, jam 7 kita udah di sini gimana?" usul Gita yang diangguki oleh Bella dan Juga Laura
"Ok loh ya ini udah deal jam 7 udah ada di sini awas lo kalo telat"
"Iya-Iya bawel lo ahh"
"Oh iya gue mau ngomong kalo semalam gue di-" ucapannya harus terhenti karna suara bel
Kring... kring... Kring...
Tiba-Tiba saja bel masuk pun berbunyi dan ucapan Gita harus terhenti di, hingga Tiba-Tiba
"Selamat Pagi Anak-Anak"
__ADS_1