
"APA!! Jadi ini semua ulah saudara temen kamu?" Tanya Rian dengan terkejut.
"Dia bukan temen saya." Balas Olivia
Yah memang Olivia memberiahukan kepada Rian tentang Penculikan yang di alami oleh Gita. Tentu saja Rian sangat marah mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Olivia.
"Sekarang di mana Gita?" Tanyanya pada Olivia.
Olivia menggelengkan kepalanya pelan, pertanda bahwa ia tidak tau.
"Saya gak tau Om kalo itu. Kita juga jauh-jauh dari Jakarta ke sini buat nyari Gita." Ucapnya.
"Om aku mau tanya." Ucapnya pada Rian.
"Tanya apa?" Balas Rian dengan menatap Olivia sebentar sebelum Rian kembali fokus pada jalanan.
"Om udah tau kan kalo Gita bukan Anak kandung dari Rudi?"
"Yah. Memang saya sudah tau jika Gita bukan Anak kandung dari Kak Rudi sudah dari lama. Bahkan Istri saya juga sudah tau."
"Terus Om masih sayang sama Gita setelah tau Gita bukan Anak dari Rudi?" Tanya Olivia sekali lagi.
"Tentu saja awal saya mengetahui jika Gita bukan Anak kandung dari Kak Rudi tentu membuat saya terkejut. Namun setelah saya tau alasan bagaimana Kak Rudi bisa menikah dengan Kak Melinda adalah karena Kak Melinda yang diceraikan dengan mantan Suami karena pada waktu dia tidak sengaja melihat bahwa Kak Melinda dan Kak Rudi sedang berhubungan badan. Mungkin Kak Rudi berfikir jika itu adalah Anak kandungnya, itu sebabnya Kak Rudi mau menikahi Kak Melinda sebagai pertanggung jawaban atas perbuatan Kak Rudi." jelas Rian panjang
"Lagian saya dan Istri saya sudah menganggap Gita itu seperti Anak saya sendiri. Jadi saya tidak keberatan setelah tau jika Gita bukan Anak kandung Kak Rudi." Lanjutnya.
Olivia mengangguk paham dengan apa yang di katakan Rian tadi. Ternyata benar apa yang di fikirkan Olivia jika Rian adalah orang yang baik.
...****************...
Di tempat lain. Di sebuah ruangan gelap yang terdapat seorang yang sedang meringkuk kesakitan. Serta orang yang sedang tertawa senang.
"Gila gue seneng banget Gita liat lo kesiksa kaya gini." Ucap Bella dengan senyum manis yang terukir di bibirnya.
Gita hanya diam menahan sakit di sekujur tubuhnya. Gita tidak pernah berfikir jika Bella akan menjadi sosok yang menyeramkan seperti ini.
Bella berjongkok di hadapan Gita yang masih meringkuk itu. Bella memandang Gita dengan senyuman yang masih tercetak di bibirnya.
Tiba-Tiba Bella berdiri dan langsung menendang kepala Gita membuat Gita berteriak kesakitan.
"Agrhhh." Teriakkan Gita sungguh sangat menyedihkan.
__ADS_1
Bagaimana tidak, seluruh tubuh Gita benar-benar sudah tidak bagus lagi. Pipi kanan serta kiri yang penuh luka sayatan, jari yang putus, kaki yang sudah menghitam, Bella sempat membakar kaki Gita dan masih banyak lagi.
Sungguh keadaan Gita sudah tidak bisa dibilang baik sekarang.
Bella mengambil ponselnya dan mengambil foto Gita yang dalam keadaan tidak baik-baik saja dan mengirim foto itu kepada Laura
^^^Gue berhasil Laura 😁|^^^
Setelah mengetik kata itu, Bella mengirimnya kapada Laura dengan senyum yang masih terhias.
...****************...
Ting...
Ponsel Laura bergetar menandakan jika terdapat pesan masuk. Laura mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengiriminya pesen.
Ternyata Bella yang mengirim nya pesan. Laut membuka aplikasi Whatsapp itu yang ternyata sebuah foto. Langsung saja Laura membuka pesan yang diberikan Bella.
Mata Laura sontak melebar melihat foto yang dikirimkan Bella. Laura sontak menekan icon telpon dan menaruh ponsel itu didekat telinganya.
"Halo Bella." Ucapnya saat panggilan telfonnya sudah terngkat.
Laura hanya mendengar Bella terkekeh. Laura menggelarukan giginya penuh emosi.
"Kamu di mana sekarang Bella!! Aku bakalan nyusul kamu sekarang."
"Aku bakalan nyusul kamu ke sana dan aku pastiin kalo kamu bakalan nyesel Bella karena udah gak dengerin aku." Ucap Laura dan langsung mematikan ponselnya saat Bella sudah memberi tahukan di mana dirinya dan Gita berada.
"Lo kenapa? Dan apa yang terjadi sama Gita Lau?" Tanya Zergan yang dengan fokus menyetir mobil
Ya sebenarnya Zergan dan juga Megan memang menguping pembicaraan Laura dan Bella. Terlebih lagi saat Laura mengatakan jika Gita yang sepertinya disiksa oleh Bella.
"Ternyata gue salah. Bella bergerak lebih cepat dibanding yang gue kira." Gumamnya dengan pelan namun masih bisa didegar oleh Zergan dan juga Megan.
"Memangnya apa yang sudah Bella lakukan kepada Gita?" Tanya Megan
Laura menoleh ke kursi belakang, di mama Megan duduk sekarang.
"Bella udah nyiksa Gita dengan parah. Bahkan Bella juga ngirim foto Gita yang habis disiksa." Ucapnya dengan menunjukkan ponsel kepada Megan.
Megan yang melihat itu mengeraskan rahangnya dengan kuat. Lalu setelahnya Megan menatap Laura dengan pandangan seolah bertanya.
__ADS_1
"Terus sekarang di mana Bella dan Gita?" Tanya Laura.
"Sekarang meraka ada di~"
...****************...
Ponsel Olivia berdering dan Olivia mengambil ponsel yang berada di saku bajunya melihat siapa yang menelfon dirinya.
Keningnya mengkerut saat matanya melihat nama Laura di sana. Tak ingin membuang waktu, langsung saja Olivia mengangkat telpon itu.
"Halo." Ucap Olivia.
"Apa!! Lo serius Lau? Terus sekarang Gita ada di mana?" Tanya Olivia saat Laura mengatakan jika dirinya sudah tau di mana letak keberadaan Gita.
"Ok gue sama Om Rian bakalan ke sana sekarang." Ucapnya dan langsung mematikan ponsel itu.
"Kenapa? Teman kamu sudah menemukan Gita?" Tanya Rian saat Olivia sudah mematikan ponselnya.
"Sudah Om. Laura udah tau di mana Gita berada. Dan sekarang kita tinggal nyusul ke sana." Ucapnya dan diangguki oleh Rian.
Rian langsung saja menambahkan kecepatan mobilnya menuju tempat keberadaan sang Keponakan tercintanya saat Olivia memberi tahukan keberadaan Gita.
...****************...
Di sink lah mereka semua berada. Di depan gedung tua yang sudah benar-benar tidak terawat. Yah Bella memberitahukan di mana dirinya berada agar Laura datang dan melihat keberhasilan dirinya untuk membalaskan dendamnya pada Gita.
Tapi Bella tidak menyangka jika Laura datang dengan membawa teman serta Om dari Gita, bahkan tertabat polisi yang akan menangkap Bella.
Langsung saja saat mereka bergegas masuk ke dalam di ikuti oleh 2 orang polisi untuk menjaga mereka.
Di depan juga beberapa polisi menjaga agar saat Bella kabur keluar polisi itu bisa langsung menangkap Bella dengan mudah.
Laura, Megan, Olivia, Zergan, dan Rian serta polisi itu masuk dengan pelan-pelan agar Bella tidak mendengar suara langkah kakinya.
Samar-samar dapat mereka dengar suara rintihan kesakitan di dalam salah satu ruangan itu. Dapat mereka simpulkan jika Gita dan Bella ada di dalam ruangan itu.
Langsung saja mereka menghampiri suara itu. Setelah sampai di depan pintu, salah satu polisi itu mendobrak pintu yang membuat orang di dalam ruangan itu terkejut.
Bukan hanya mereka yang terkejut, Megan, Laura, Olivia, Zergan dan Rian sama terkejutnya melihat pemandangan mengerikan di depan mata mereka.
"BELLA!!!"
__ADS_1