LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 15


__ADS_3

Gita mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang untuk sampai di rumahnya. Saat sedang berada dijalanan, Gita memberhentikan mobilnya di depan Supermarket. Gita keluar dari dalam mobilnya dan berjalan masuk kedalam Supermarket tersebut


Gita memasuki Supermarket dengan santainya. Ia segera mengambil keranjang belanjaan dan segera berjalan menuju rak-rak untuk mencari barang yang akan ia beli


Gita berhenti di rak pertama, yaitu rak snack, ia mengambil snack keripik kentang dan snack pedas. Setelah selesai mengambil snack yang diinginkan Gita berjalan menuju rak selanjutnya, yaitu rak daging. Saat sedang memilih daging Tiba-Tiba saja ponsel Gita berbunyi. Gita yang mendengar ponselnya berderingpun lantas mengambilnya dari dalam saku dan melihat siapa yang menelpon dirinya. Setelah tau siapa yang menelpon Gita pun lantas menekan tombol hijau itu dan mengarahkan ponselnya ketelinganya


"Halo!! kenapa Mah" ucap Gita setelah menangkat telfonnya


"Ini Mama mau tanya! Kamu udah pulang belum?" balas Melinda dari seberang sana


"Gita udah pulang kok Mah.. Ini juga Gita lagi di Supermarket, lagi belanja" ujar Gita menjelaskan


"Ohh gitu!. Syukur lah kalo kamu udah pulang mah! Mama khawatir takut kamu kenapa-kenapa di sana sendirian" ucap Melinda


"Ihh Mama ada-ada aja deh. Lagian Mama takut kenapa sih?" tanya Gita dengan tangan kanannya memilih daging yang akan ia beli


"Jelaslah Mama khawatir sama kamu! Kamu sendirian di sana, takut kalo kamu kenapa-kenapa gimana?" balas Melinda dengan sedikit ia kasih pertanyaan untuk Gita


"Aduhh Mah! Gita gak bakalan kenapa-kenapa kok. Udah ya, ini Gita masih mau belanja, kalo Mama nelfon terus Gita gak akan bisa cepet belanjanya" ucapnya sembari mamasukan daging yang sudah ia pilih kedalam keranjang


"Iya-iya. Kalo gitu kamu hati-hati di sana ya" balasnya sembari menutup ponselnya

__ADS_1


Setelah telfonnya sudah tidak tersambung, Gita langsung menaruh kembali ponselnya kedalam saku dan berjalan pergi meninggalkan rak daging untuk ke rak selanjutnya


Gita berhenti di rak perbumbuan. Ia pun memilih bumbu yang siap saji saja, agar tidak terlalu rumit ketika akan memasak


Akhirnya setelah Gita berkeliling untuk mencari bahan masakan yang akan ia pergunakan untuk ia makan selesai, Gita segera berjalan kearah kasir dan menaruh barang belanjaannya untuk ia bayar. Setelah selesai membayar Gita pun lantas berjalan keluar, kearah mobilnya yang terparkir. ia memasuki mobilnya dan segera menjalankan mobilnya agar cepat sampai kerumahnya.


Tak selang beberapa lama, Gita pun akhirnya sudah sampai di rumahnya, dan segera ia parkirkan mobilnya digarasi


Gita keluar dari dalam mobil dan berjalan pelan menuju rumahnya. Saat akan membuka pintu, Tiba-Tiba saja ada seseorang yang memanggil dirinya dari arah gerbang. Gita berjalan menuju gerbang dan membuka gerbangnya untuk melihat siapa yang memangilnya. Namun sesaat Gita mengerutkan keningnya tanda bahwa ia bingung, ia melihat seorang kurir paket yang sedang membawakan kotak besar yang pasti ia tidak tau apa isi didalamnya


"Cari siapa ya pak?" tanya Gita sopan


"Ini saya mau kasih paket untuk Mba Gita! Mba Gitanya ada?" jawab kurir paket itu


"Loh tapi di sini paketnya atas nama Mba sendiri kok!! Mungkin Mba lupa kali kalo mba pesen paket" ujar kurir paket itu


"Tapi saya beneran gak pesen paket kok Pak!! Kalo pun pesen juga pasti inget lah" ujar Gita yang sudah mulai emosi


"Diinget-inget lagi Mba siapa tau Mbanya beneran lupa"


Gita yang tak ingin berdebat pun akhirnya mengalah, dan mengambil paket itu dari kurir yang menurutnya menyebalkan "Yaudah sini paketnya saya terima" ucapnya dengan nada ketus

__ADS_1


"Nah gitu dong Mba!! Lain kali kalo pesen sesuatu diinget-inget" balas kurir paket itu yang menyerahkan paketnya kepada Gita


"Tanda tangan di sini dulu Mba" sambungnya menyerahkan nota kepada Gita yang langsung terima dengan wajah yang masam


Gita pun akhirnya menandatangani nota yang diberikan kurir paket itu, setelah menandatangani nota itu, Gita langsung memberikan nota kepada kurir paket itu dan ia segera masuk kembali kedalam rumahnya dan tak lupa menutup kembali gerbang tersebut


Gita memasuki rumahnya yang sepi itu dan berjalan kearah dapur untuk menaruh belanjaan yang sudah ia beli. Gita pun menyusun barang belanjaannya dengan rapi dan sesuai tempatnya masing-masing


Lantas pandangan Gita pun teralih pada paket yang ia terima tadi dan berujung hampir ribut dengan kurir paket. Gita mendekati paket yang ia taruh di atas meja makan, Gita mendudukan pantatnya dikursi dan mengambil paket itu


Gita memutar-mutarkan paketnya guna mencari tau siapa yang mengiriminya paket, namun ia tidak menemukan siapa yang mengiriminya paket


Gita akhirnya memilih membuka saja paketnya, dan ia dikejutkan dengan isinya. Gita yang melihat itu hampir muntah karna apa yang ia lihat adalah kepala kelinci yang masih terdapat darah dan ada surat yang diselipkan di mulut kelinci itu


Gita mengambil surat itu dan segera membacanya. Tangannya bergetar ketika ia membaca baris perbaris tulisan itu yang berisi


"Suatu saat nanti gue pastiin nasib lo bakalan sama kaya kelinci ini" tulisnya yang ditulis mengunakan darah


Gita melempar paket itu dan segera berlari ke kamarnya dan segera ia kunci pintu itu


Ditempat lain yang amat gelap di dalam ruangan terdapat seseorang yang sedang tersenyum senang melihat raut ketakutan dari arah kamera ponselnya

__ADS_1


"Hahahahaha!! Gita-Gita! Gue suka banget liat muka ketakutan lo itu" ujarnya yang masih saja tersenyum dan orang itu segera meninggalkan ruangannya


__ADS_2