LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 23


__ADS_3

Jam istirahat pun telah usai, dan bel masuk pun telah berbunyi yang mendandakan jam belajar telah dimulai kembali


Kini Gita dan yang lainnya sudah berada di dalam kelas, Guru pun saat ini sedang menjelaskan materi yang dipelajari. Namun sedari tadi Gita tak fokus dengan apa yang Guru di depan menjelaskan, fikiran Gita hanya teralih kepada sesuatu yang terjadi saat sebelum jam istirahat berbunyi


Laura yang melihat Gita melamun pun dibuat bingung dengan tingkah Gita, menurutnya Gita sangat aneh saat sudah kembali dari toilet


"Lo kenapa dari tadi ngelamun mulu?" tanya Laura dengan sedikit berisik


Gita yang merasa Laura bertanya kepadanya pun sontak menoleh kearah Laura dan menggelengkan kepalanya


"Gak, gue gak papa kok cuma lagi ada sedikit masalah aja" balas Gita


Laura pun hanya mengganggukan kepalanya sebagai jawaban. Laura berfikir mungkin untuk saat ini Gita masih belum mau bercerita, hingga ia memutuskan untuk diam saja dan mengangguk sebagai jawaban, siapa tau nanti Gita yang akan bercerita saat waktunya sudah tepat


Hingga tak terasa jam pelajaran pun telah selesai dan kini semua murid di kelas 11 MIPA 3 sedang bersiap-siap untuk pulang, begitu pun dengan Gita dan Laura


Ketiganya pun keluar dari kelas saat kelas sudah sepi. Mereka jalan beriringan menuju parkiran, saat sudah sampai di parkiran, Gita pun pamit kepada kedua temennya dan masuk kedalam mobilnya lalu segera ia jalankan mobil itu pergi meninggalkan area Sekolah


Di tengah perjalanan pun Gita masih saja memikirkan tentang apa yang ia dengar saat dirinya akan pergi kekamar mandi. Gita bertanya-tanya!! Bagaimana bisa Rudi berada di Sekolahnya dan ia bahkan berbicara dengan orang yang Gita tidak kenal sama sekali. Namun pikirannya masih terus bertanya! Siapa Ayah kandung Gita jika bukan Rudi?


"Gimana ceritanya Papa bisa ada di Sekolah gue!! Bahkan Papa sempat ngobrol sama orang yang gue juga kenal. Dan juga bukan cuma itu!! Papa bahkan ngomong kalo gue bukan Anak kandung dia" ucapnya pada dirinya sendiri


Hingga tak terasa mobil Gita kini sudah sampai di depan rumahnya. Gita pun memarkirkan mobilnya dan segera turun dari mobil, namun pandangan Gita teralih saat melihat mobil Papanya yang juga ikut terparkir di samping mobilnya


Gita menatap sinis mobil Rudi, Entahlah sepertinya Gita akan membenci Rudi setelah tau jika dia bukan Anak kandung dari Rudi


Gita pun masuk kedalam rumahnya, namun ia tidak seperti biasanya yang akan mengatakan jika dirinya pulang lalu akan menghampiri Mamanya dan memeluk Mamanya


Gita hanya berjalan pelan menuju kamarnya yang ada di atas. Melinda yang mengetahui jika Gita sudah pulang pun menatap punggung Gita dengan kening yang berkerut, biasanya jika Gita pulang Gita akan mengatakan "Gita pulang" lalu menghampirinya dan memeluk serta mencium pipinya. Tapi kali ini Gita tidak melakukan itu


Rudi pun datang dan duduk di samping Melinda yang masih melamun ia menepuk pelan pundak Melinda yang membuat Melinda sedikit terkejut. Melinda mengerutkan keningnya saat melihat raut Suaminya yang tampak khawatir


"Kamu kenapa bengong gitu" tanya Rudi yang masih menatap Melinda dengan tatapan khawatir


"Aku gak papa kok Mas, cuma aku ngerasa aneh sama Gita" balas Melinda


"Aneh gimana?" tanya Rudi dengan kening yang berkerut


"Ya aneh karna biasanya kalo Gita pulang tuh dia bakalan ngomong "Gita pulang" kaya gitu dan dia juga bakal nyamperin aku terus meluk aku dan cium pipi aku, tapi kali ini Gita gak ngelakuin itu Mas. Gita jalan aja naik ke atas bahkan gak ucap salam sama sekali"


"Mungkin Gita kecapean Mah makanya Gita pengen buru-buru masuk ke kamarnya biar bisa istirahat dulu"


"Iya ya kali ya"


Rudi pun hanya menganggukkan kepalanya dan menarik tangan Melinda untuk kedapur


"Mending aku bantuin kamu masak aja gimana?" tawar Rudi


"Yaudah ayok" balas Melinda dengan menarik tangan Rudi ke dapur untuk membantunya memasak. Lumayan kan jadi dia tidak akan terlalu cape, lagian Rudi sendiri yang menawarkannya untuk membantu


Gita sedang membaringkan tubuhnya di atas kasur miliknya dengan tangan yang memegang kartu alamat yang diberikan oleh Olivia saat di atas rooftop Sekolah


Ia masih berfikir kenapa Olivia memberikannya alamat yang entah milik siapa. Namun Tiba-tiba saja Iya teringat dengan kata-kata dari Olivia


"Kalo lo pengen tau lebih dalam lagi tentang hidup lo!! Lo bisa dateng ke alamat sini"


Kata-kata itu berputar diotaknya, Gita pun langsung duduk dari tidurnya dan bergegas bersiap-siap untuk datang ke alamat yang Olivia kasih


Gita memilih baju yang cocok untuk ia pakai. Saat sudah mendapatkan Gita membersihkan dulu badannya dan langsung memakai baju yang ia pilih lalu Gita memakai make up sedikit untuk menutupi wajahnya agar tidak kelihatan pucat


Setelah selesai! Gita pun berjalan turun ke bawah, namun saat akan segera pergi keluar langkah Gita terhenti saat mendengar kata yang diucapkan oleh Melinda

__ADS_1


"Sayang kamu mau kemana?" tanya Melinda saat melihat Gita yang berjalan keluar


"Keluar.." balas Gita dingin


Melinda dan Rudi yang mendengar jawaban dari Gita pun dibuat bingung dengan tingkah Gita yang tidak seperti biasanya


"Kamu kenapa sayang kok dingin banget sih ngomong sama Papa Mama" ujar Rudi


Gita yang mendengar Rudi mengatakan kata 'Papa' pun berdecih sinis. Menurutnya Rudi sangat tidak tahu malu, padahal saat di Sekolah ia sendiri yang mengatakan jika dirinya bukan Anak dari Rudi, tapi sekarang!! Rudi malah mengatakan kata 'Papa' untuk dirinya


"Cih Papa? Gue aja bukan Anak lo sialan" ucap Gita dalam hati


"Kalo kamu mau keluar kamu makan dulu ya" ucap Melinda


"Aku gak laper. Lagian nanti aku mau makan sama teman aku diluar" balas Gita yang berjalan pergi meninggalkan Rudi dan juga Melinda yang masih terdiam melihat tingkah Gita


"Gita kenapa ya Mas?" tanya Melinda kepada Rudi yang hanya dibalas gelengan oleh sang Suami


"Aku juga gak tau" balas Rudi


"Yaudah kalo gitu mending kita makan aja sebelum makanannya jadi dingin" ujar Melinda yang diangguki oleh Rudi


Akhirnya Melinda dan Rudi pun memakan makanan yang dimasaknya hanya dengan berdua saja tanpa adanya Gita


-----------------------------------------------------------------------


Sedangkan disisi lain terdapat dua orang yang sedang duduk saling berhadapan dengan salah satunya memakai topeng diwajahnya


"Dia udah mulai curiga" ucap salah satu dari mereka dengan yang tak memakai topeng


"Biarin!! Biar dia tau semuanya tentang kebrengsekkan keluarganya itu" balas orang yang bertopeng


"Tapi nanti dia bakalan kasian karna udah gak punya siapa-siapa lagi" ujar orang yang tak bertopeng itu lagi


"Gue tau Kak Megan tapi kenapa lo terus ngecoba ngelindungi Gita biar dia gak kenapa-kenapa?" tanya Olivia


"Karna Katrina bukan cuma sahabat buat gue Olivia!! Dia juga termasuk cinta pertama gue" balas Megan yang mengejutkan Olivia


Olivia tak menyangka jika selama ini Kakak Sepupunya itu penyuka sesama jenis. Pantas saja selama ini Megan selalu menolak jika harus dikenalkan dengan laki-laki yang akan dijodohkan olehnya


"Lo bercanda kan Kak!!" tanya Olivia yang masih tidak percaya dengan jawaban dari Kakak Sepupunya itu


"Buat apa gue bercanda Liv? Katrina emang cinta pertama gue. Gue tau kalo ini salah, tapi gue juga gak bisa nyembuyiin perasaan gue" balas Megan


"Bahkan sampai Katrina ninggalin gue pun, gue belum ngungkapin kalo gue suka sama dia" lanjutnya


Olivia pun hanya mendesah pelan mendengar jawaban dari Kakak Sepupunya itu. Ia tak bisa berbuat apa-apa selain membantu Kakaknya itu


"Bentar lagi Gita bakalan datang ke sini buat nanyain kehidupannya lebih dalam lagi" ucap Olivia yang membuat Megan terkejut


"Gimana bisa?" tanya Megan yang masih dengan keterjekutannya


"Gue ngasih alamat ini karna waktu di Sekolah dia narik gue buat ceritain tentang kehidupannya yang dia sendiri gak tau. Karna gue gak tau gimana ngasih taunya jadi gue kasih aja alamat ini biar nanti lo yang jelasin semuanya" balas Olivia yang membuat Megang menganggukkan kepalanya


"Tapi karna apa dia Tiba-tiba nanyain itu?"


"Gue juga gak tau"


Saat akan bertanya lebih Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Megan pun mengambil ponselnya dan mengangkat orang yang menelfonnya


"Ya hallo" ucap Megan

__ADS_1


"Hallo nona!! Maaf mengganggu waktu nona. Saya hanya ingin memberi tau nona jika ada seorang gadis yang ingin menemui nona" balas orang yang ditelfon


"Mungkin itu Gita" batin Megan


"Suruh dia masuk kedalam" balas Megan


"Baik nona!!" jawab orang yang ditelfon. Setelah nya Megan mematikan sambungan telfonnya


"Siapa?" tanya Olivia


"Mungkin Gita udah datang" balas Megan


------------------------------------------------------------------------


Gita mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang cukup ramai untuk sampai ditempat yang akan ia tuju


Tak membutuhkan waktu yang lama, Gita telah sampai didepan rumah yang cukup besar itu. Gita turun dari mobil dan berjalan kedepan pintu pagar yang terdapat penjaga yang menjaga rumah itu


"Pak maaf mau tanya!! Ini bener alamat ini?" tanya Gita kepada salah satu penjaga disitu


"Ya bener ini alamat ruma ini!! Tapi ada perlu apa ya Kak?" balas penjaga itu


"Enggak saya cuma mau ketemu sama pemilik rumah ini boleh?" tanya Gita lagi


"Bentar ya Kak saya telfon dulu pemilik rumah ini" balas penjaga itu yang diangguki Gita


Gita pun melihat penjaga itu mengeluarkan ponselnya dan menelfon seseorang


"-_-"


"Hallo nona!! Maaf mengganggu waktu nona. Saya hanya ingin memberi tau nona jika ada seorang gadis yang ingin menemui nona" ucap penjaga itu saat telfonnya telah tersambung


"-_-"


"Baik nona!!" balas penjaga itu lagi dan segera memasukan ponselnya kembali kedalam sakunya dan segera membuka gerbang itu membiarkan Gita masuk


"Sebelah sini Kak ikut saya" ujap penjaga itu dan diikuti oleh Gita dibelakang


Gita memasuki rumah megah itu. Ia dibuat tercengang melihat betapa megah dan mewahnya rumah ini hingga ia tiba dilantai atas dan didepan pintu bercat hitam


Tok... Tok... Tok...


Penjaga itu mengetuk pintu bercat hitam tiga kali sebelum seseorang menyuruhnya untuk masuk kedalam


"Masuk!!"


Gita samar-samar mendengar suara dari dalanm. Dan penjaga itu pun membukakan pintu untuk Gita


"Maaf nona ini adalah orang yang ingin bertemu dengan nona" kata penjaga itu


"Biarin dia masuk"


"Baik nona"


"Silahkan Kak masuk kedalam. Nona sudah menunggu Kakak" ujar penjaga itu kepada Gita sebelum dirinya pergi


"Terima kasih sudah mau mengantarkan saya" ucap Gita berterima kasih


"Sama-sama Kak!! Kalo gitu saya permisi dulu" balas penjaga itu dan benar-benar pergi


Gita pun masuk kedalam ruangan yang hanya cahaya remang-remang untuk menghiasi ruangan itu. Namun saat sudah di dalam, Gita dibuat terkejut saat melihat orang itu

__ADS_1


"O-olivia!!" ucap Gita dengan raut terkejut


__ADS_2